Cek Lirik Terjemahan Lagu 13 Milik Han Stray Kids, Buat Kalian yang Suka Ingat Kenangan Bareng Mantan

Kesedihan setelah melepas orang yang begitu berharga, perasaan inilah yang dituang dalam lagu 13 milik Han Stray Kids
KPOPCHART.NET – Han Stray Kids ini memang suka banget bikin lagu-lagu sedih yang menyayat hati.
Keseluruhan lagu miliknya selalu sukses membuat banyak orang merasa relate dengan setiap bait yang disampaikan.
Contohnya seperti “13,” menceritakan tentang seseorang yang mengalami rasa kehilangan dan kesedihan setelah melepaskan cinta yang pernah begitu berarti dalam hidupnya.
Berikut romanisasi dan terjemahan dari lagu “13” milik sang Ace Of Kpop Gen 4, jangan lupa move on, STAY!
I haengbogeun nae geosi anindeushae
Tteonabonaeya hae meolli
Jidokhi naege ankin hyangsu-deure
Meoriga apaone
Padoga millyeooneun geotcheoreom nareul
Dwideopneun neowa-ui gieokdeulgwa maldeuri tto nal
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Neol baraedajwotdeon geu bam
Nae ttatteutan bomnal
Muran-gae-ga jiteotdeon nat
Ujuyotdeon neoya
Baca Juga: Lovely Runner Populer, Drama Kim Hye Yoon Rilisan 2019 Ini Akan Kembali Ditayangkan di Layar Kaca
Neoreul baeryeohae nal pogihan ge
Dangyeonhan jul arasseotneunde neon wae
Mwoga mianhae naega wonhan geonde
Jeonbureul jwodo akkakji anasseotneunde
Cheoreomneun nal-ui uriga saranghaetdeon geon
Seororeul barabwotdeon sunsuhan neoui nundongja
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Neol baraedajwotdeon geu bam
Nae ttatteutan bomnal
Muran-gae-ga jiteotdeon nat
Ujuyotdeon neoya
Berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia
Kebahagiaan Ini sepertinya bukan milikku
Aku harus melepasnya jauh
Pada kenangan yang terikat begitu erat padaku
Kepalaku mulai sakit
Seperti ombak yang datang mendekat
Membanjiriku dengan ingatan dan kalimat tentangmu
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Malam saat aku mengantarmu pulang
Hari - hari musim semi yang hangat
Siang yang tertutup kabut tebal
Kamu adalah semestaku
Baca Juga: Hoshi SEVENTEEN Berhasil Menarik Perhatian Atas Tindakannya di Tengah Boikot Global Karena Ini
Aku mengorbankan diriku demi dirimu
Kupikir itu hal yang wajar, tapi mengapa?
Apa yang Kau sesali, itu keinginanku
Meskipun aku memberimu segalanya, rasanya tetap tidak cukup
Ketika kita yang naif saling mencintai
Dengan mata polosmu, kita saling menatap
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Ah ah ah
Malam saat aku mengantarmu pulang
Hari – hari musim semi yang hangat
Siang yang tertutup kabut tebal
Kamu adalah semestaku






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.