← Kembali ke Blog
BTSKoreaBLACKPINK

BTS dan BLACKPINK Turut Disebut, Gara-gara Views Youtube Pemerintah Korea Selatan Dianggap Tak Wajar?

Andini Sofia Dewi · August 25, 2023
BTS dan BLACKPINK Turut Disebut, Gara-gara Views Youtube Pemerintah Korea Selatan Dianggap Tak Wajar?

Salah satu media Korsel melaporkan bahwa Pemerintah Korea melakukan manipulasi jumlah views di YouTube, BTS dan BLACKPINK ikut disebut?


KPOPCHART.NET - Baru-baru ini nama BTS dan BLACKPINK di sebut-sebut dalam acara Radio CBS yang berjudul Park Jae Hong's Battle.

Dilansir dari media Korea Selatan YTN, pada tanggal 23 Agustus lalu Profesor Jin Joong Kwon dari Universitas Kwangwoon muncul dalam acara Radio CBS Park Jae Hong's Battle, dan menyebutkan nama group populer seperti BTS dan BLACKPINK terkait manipulasi views YouTube.

Profesor Jin Joong Kwon mengungkapkan kritikannya yang dilakukan pemerintah Korea Selatan terhadap jumlah views di Youtube, "Apakah mereka BTS atau BLACKPINK? Bagaimana mereka mendapatkan 16 juta penayangan?".

"Bahkan jika Anda mencoba berbuat curang, Anda harus melakukannya dalam jumlah sedang", tambah sang profesor.

Baca Juga: Aksi Penyerangan dan Pemerkosaan Terjadi di Lereng Bukit Sillim Seoul, Seorang Wanita Jadi Korban!

Diketahui, pertanyaan tersebut muncul setelah melihat jumlah views dari salah satu video di YouTube milik pemerintah, yang berjudul "Pemerintah Republik Korea".

Video tersebut telah dirilis 7 bulan lalu, yang berdurasi 4 menit 25 detik dan menampilkan berita terkait keamanan pembuangan air yang terkontaminasi dari Fukushima.

Dalam video tersebut, menampilkan 4 pembicara yaitu Profesor Jeong Yong Hoon dari Departemen Teknik Nuklir di KAIST, Kang Do Hyung Presiden Institut Sains dan Teknologi Kelautan Korea, Baek Won-pil Presiden Institut Sains dan Teknologi Kelautan Institut Energi Nuklir Korea, dan Profesor Kang Gun Wook dari Departemen Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul.

Saat ini, video tersebut telah mencapai 16,7 juta views di YouTube channel milik pemerintah Korea.

Bahkan yang lebih mencengangkan adalah jumlah anggaran yang dikeluarkan oleh Kementrian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, dengan total 1 miliar Won, termasuk 900 juta Won untuk iklan di YouTube dan 100 juta Won untuk Facebook, untuk mempromosikan video tersebut.

Baca Juga: HYBE Meluncurkan Girl Grup di AS Dengan Globalisasi K-Pop, Akankah Dapat Menguasai Pasar Industri AS?

Sontak saja hal tersebut memunculkan kecurigaan bahwa jumlah penayangan sangat tinggi meskipun itu bukan video bintang K-Pop.

Pemerintah dengan jelas membantah bahwa video iklan tersebut dibuat dengan cara yang normal dan mengatakan, "Jumlah penayangan tidak meningkat secara artifisial".

Hal tersebut pun mengundang kontroversi diantara para kritikus, terkait manipulasi jumlah views video tersebut.

Salah satunya anggota partai Cheol Min Jang, muncul di News N Issue YTN pada tanggal 23 ikut buka suara, "Jumlah penayangan mencapai 16 juta dalam satu bulan, dan video lainnya mencapai 10 juta. Tentang Fukushima, video musik Lim Young-woong hampir keluar".

"Bukankah uang publisitas 1 miliar yang digunakan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk membuat video promosi di Kantor Presiden sebenarnya hanya digunakan untuk meningkatkan jumlah penayangan?", ungkap Cheol Min Jang.

Kementrian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pun kembali menjelaskan bahwa, "Jumlah penayangan video meningkat karena iklan tersebut."

Seok Jin Young Kepala Opini Publik di Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata juga ikut membantah dan mengatakan kepada media OhmyNews, "Jika Anda memasang iklan, jumlah penayangan adalah hasil yang wajar. Jika ada banyak klik, reaksinya mungkin berubah seiring penampilan selebriti terkenal".

Bagaimana menurut kalian? Apakah benar pemerintah Korea melakukan manipulasi terhadap jumlah views YouTube?

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan