Pantas Bikin Kecewa! Ini Dugaan 6 Poin Minus Jambore Dunia di Korea Selatan, Makanan Babi Hingga Toilet Lumpur

Acara Jambore Dunia di Korea Selatan banyak menyisahkan kekecewaan, terutama bagi peserta kontingen dari liar negeri.
KPOPCHART.NET - Daftar panjang cerita buruknya pelaksanaan Jambore Dunia di Korea Selatan masih terus berlanjut.
Meskipun Jambore Dunia di Korea Selatan telah selesai digelar dengan penutupan penampilan sejumlah idol grup K-Pop pada Jumat (11/08), namun cerita-cerita kekecewaan masih terus diperdebatkan.
Perhelatan Jambore Dunia Pramuka yang ke-25 ini sudah mengalami sejumlah sejumlah masalah di awal pelaksanaan, termasuk di dalamnya adalah cuaca ekstrem hingga perlakuan tidak adil dari panitia.
Bahkan pada konser penutupan pun, dari sekitar 43.000 remaja pramuka sedunia berkumpul ada banyak yang mengalami sakit hingga kelelahan.
Melansir Reuters, Perdana Menteri Han Duck Soo memberikan pernyataan, "Saya meminta maaf kepada para anggota pramuka yang menderita dari gelombang panas yang tidak terduga dan topan yang disebabkan oleh perubahan iklim," katanya.
Acara yang dilaksanakan di perkemahan Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan ini menimbulkan beberapa polemik yang cukup panjang.
Termasuk salah satunya ada beberapa poin minus yang menimbulkan rasa kekecewaan, terutama bagi peserta Jambore yang berasal dari luar negeri.
Rasa kecewa yang datang juga berasal dari peserta kontingen Indonesia. Hingga ada yang mengaku mengalami sejumlah hal buruk selama mengikuti Jambore Dunia di Korea Selatan.
Berikut ini setidaknya ada lima poin Minus Jambore Dunia yang dilaksanakan di Korea Selatan
1. Kondisi Lapangan yang Buruk
Melansir tayangan MBC News, lapangan yang digunakan peserta Jambore Dunia di Korea Selatan nampak buruk dan becek.
Padahal para peserta diharuskan melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berkemah, bermain kayak, menari, memasak, dan lainnya.
Hal ini jelas menyulitkan bagi peserta sehingga mengakibatkan aktivitas yang dilakukan tidak maksimal.
2. Cuaca panas yang ekstrem
Faktor cuaca menjadi masalah utama yang membuat peserta tidak nyaman berada di area perkemahan.
Tidak bisa dipungkiri, Korea Selatan memang tengah dilanda gelombang panas. Meski begitu panitia juga dinilai tidak melakukan antisipasi atas perkiraan cuaca tersebut.
Menurut catatan KpopChart yang dihimpun dari sejumlah media asing, lebih dari 700 orang harus dirawat karena kepanasan. Kondisi ini juga mendorong beberapa kontingen memutuskan pergi dari Saemangeum.
Baca Juga: EXO Ladder Season 4 Tayang di Trans TV Sebentar Lagi, Simak Waktu, Tanggal, dan Link Streamingnya!
3. Fasilitas toilet kotor
Banyak keluhan dari kontingen mengenai sanitasi yang buruk selama masa perhelatan Jambore Dunia di Korea Selatan. Melansir Reuters, keluhan ini dirasakan oleh semua kontingen.
Bahkan di beberapa media, kontingen menyebutkan fasilitas toilet yang disediakan berlumpur dan sangat bau.
Keluhan fasilitas toilet yang tidak layak ini juga sempat dibahas YouTuber Jang Hansol, dalam videonya, ia memperlihatkan toilet yang hanya ditutupi kain.
4. Transportasi dan pelayanan lain yang tidak konsisten
Dengan jumlah kontingen yang banyak, tentu fasilitas transportasi dan pelayanan harus menunjang.
Sayangnya banyak kontingen yang mengeluhkan transportasi yang lambat serta pelayanan dari panitia yang tidak konsisten.
Kontingen asal Indonesia bahkan harus menunggu lama bus dari panitia dalam kondisi cuaca hingga 28 derajat Celcius dan udara yang kering.
Sikap panitia yang tidak konsisten kepada beberapa kontingen dari beberapa negara juga menjadi keluhan yang cukup serius.
5. Makanan tidak halal yang mengandung babi
Kontingen yang bergama muslim diketahui cukup kesulitan mencari makanan yang berlabel halal.
Sebab makanan yang disediakan panitia banyak yang mengandung daging babi dan alkohol.
6. Acara Jambore ditunggangi politisi
Kekecewaan terakhir pada acara Jambore Dunia di Korea Selatan ini adalah dugaan adalah tunggangan yang berbau politik.
Melansir artikel KpopChart yang tayang pada Sabtu (12/08), beberapa politisi berbondong-bondong melakukan pembukaan.
Bukan hanya itu, karena pelaksanaan yang buruk, beberapa media luar negeri juga mengatakan bahwa politisi Korea Selatan sedang saling lempar tanggung jawab.
Demikianlah enam poin minus penyelenggaraan Jambore Dunia di Korea Selatan yang berhasil KpopChart rangkum dari berbagai sumber.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.