Hanya Makan Mi Instan, Ini Kisah Pilu Pramuka 'Negara Kecil' yang Terombang-ambing di Jambore Dunia Korea!

Cerita pilu pramuka Jambore Pramuka Dunia ke 25 asal negara 'kecil', hatinya terluka lihat perlakuan pada delegasi dari Inggris dan Amerika.
KPOPCHART.NET - Jambore Dunia ke 25 dihadiri oleh pramuka dari 156 negara dan 40 negara di ataranya tidak memiliki kedutaan di Korea Selatan.
Setelah Jambore Dunia ke 25 dipindahkan dari Busan ke Seoul karena adanya topan Khanun Korea, para paramuka dilansir dari JoongAng Daily kurang mendapat dukungan.
Pramuka dari 'negara kecil' atau yang tidak memiliki kedutaan di Korea Selatan disebutkan mendapat perlakukan beda dari panitia Jambore Dunia ke 25 jika dibandingkan dengan mereka yang berasal dari 'negara besar' seperti Amerika dan Inggris.
Hal tersebut diungkap oleh pramuka dari negara barat daya Afrika, Namibia yang jauhnya sekitar 13.000 dari lokasi terselenggaranya Jambore Dunia ke 25, Korea Selatan.
Sebelum pindah dari Saemangeum ke Seoul, 28 pramuka asal Namibia hanya diberi mi instan oleh panitia Jambore Dunia ke 25 di Korea Selatan.
Samuel (15), pramuka dari Namibia menyampaikan antusiasnya saat pertama kali ke Korea Selatan untuk laksanakan rangkaian acara Jambore Dunia ke 23, tetapi hal yang ia alami cukup memprihatinkan.
"Saya pikir saya bisa pergi dengan cepat dari Saemangeum karena ada kedutaan Korea, dan saya pikir teman-teman bisa lebih banyak dapat perhatian," tutur Samuel.
Samuel dalam ceritanya mengatakan bahwa ia mengumpulkan uang untuk bisa ikut Jambore Dunia ke 25 di Korea selama dua tahun.
Baca Juga: Bus Rombongan Jambore Dunia Bulgaria Dikawal Mobil Polisi Korea? KNetz: Puncak Komedi, Memangnya...
"Usaha saya akhirnya tidak sia-sia," kata Samuel sampaikan perasaannya saat sampai di bandara Incheon, Korea Selatan.
Namun, ketika ia dipindahkan dari Saemangeum perasaannya terluka karena merasa iri pada para pramuka dari Amerika, Inggris, dan Singapura.
"Menonton berita Inggris, saya tahu bahwa banyak negara yang mengkhawatirkan kami. Tapi saya nggak yakin orang Korea juga khawatir.
Saya berterima kasih kepada orang Kora yang telah membantu kami sejauh ini," kata Samuel tetap sampaikan terima kasihnya pada panitia Jambore Pramuka Dunia ke 25.
Baca Juga: Konser KPop Jambore Dunia di Korea Batasi Media yang Boleh Liput: Hanya Reporter dari Kementerian...
Untungnya, keadaan memprihatinkan pramuka Namibia yang tak terurus akhirnya diketahui orang Korea dan dibantu untuk pindah ke sebuah taman kanak-kanak.
Selanjutnya, para Pramuka Namibia disebutkan hanya diberi makanan cemilan, sampai-sampai konsulat mereka dari Jepang menghubungi panitia Jambore Dunia ke 25 sendiri agar para delegasinya bisa makan buah.
"28 orang dari Namibia mengatakan tidak ada cukum makanan di Saemangeum. Secara khusus, konsulat Nambiia di Jepang menghubungi saya mengatakan bahwa mereka ingin makan buah," cerita Samuel.
Berada dalam kondisi yang sama, pramuka asal Namibia saling berbagi makanan dengan Trinidad dan Tobago yang saat itu hanya diberi makanan cemilan seperti pizza.
Mengetahui kal tersebut, direktur taman kanak-kanak membawa para pramuka ke Desa Rakyat Korea di Yongin dan memberikan mereka makan malam.
Mengaku menyesal, Cho Mi Young direktur dari taman kanak-kanak tersebut singgung panitia Jambore Pramuka Dunia ke 25.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.