Jadi Aib Negara, Pejabat Jambore Dunia di Korea Gunakan Triliunan Rupiah untuk Deretan 'Perjalanan Bisnis' Ini

Peserta Jambore Dunia dapat makanan basi sampai telur busuk, ternyata triliunan rupiah digunakan pejabat Korea untuk 'perjalanan bisnis'.
KPOPCHART.NET - Penggunaan triliunan dana Jambore Dunia di Korea Selatan terbongkar sudah.
Dilaksanakan di Saemangeum, Busan, Korea Selatan, acara Jambore Dunia sejak awal terselenggara menuai kontroversi karena dinilai tak siap.
Selain karena dilanda panas ekstrem, pihak dari Korea Selatan disebutkan tak menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan para peserta Jambore Dunia.
Dilansir dari Yonhap News, dana Jambore Dunia dalam jumlah besar digunakan untuk biaya operasional.
Alih-alih untuk infrastruktur seperti bilik kamar mandi dan lokasi perkemahan yang sejuk, laporan keuangan menunjukkan ada 90 rincian perjalanan bisnis ke luar negeri.
Dana sebanyak 74 persen atau 87 Miliar Won (1 Triliun Rupiah) disebutkan telah digunakan untuk menutupi pengeluaran personel untuk panitia penyeleggara dan biaya operasional, seperti biaya perjalanan dan makanan peserta, serta konser Kpop Super Festival Jambore Dunia.
Kemudian, sebesar 20,5 Miliar Won (236,9 Miliar Rupiah) baru digunakan penyelenggara acara untuk menyediakan fasilitas termasuk di dalamnya air, tempat parkir, dan pendingin portabel.
Lalu, sebesar 13 Miliar Won (150,3 Miliar Rupiah) atau 11 persen dari dana digunakan untuk keperluan toilet atau kamar mandi dan air minum.
Ironinya, lebih dari 10 'perjalanan bisnis' mewah yang melibatkan nama pejabat seperti dari kementerian kesetaraan gender dan keluarga dan pemerintah provinsi Jeolla Utara juga tertulis dalam laporan keuangan berkedok sebuah penelitian untuk Jambore Dunia.
Pada bulan Mei 2018, lima pejabat dari provinsi Jeolla Utara dilaporkan melakukan perjalanan dinas ke Swiss dan Italia selama delapan hari dengan dalih untuk menyelidiki kasus keberhasilan penyelenggaraan Jambore.
'Perjalanan bisnis' tersebut meliputi kunjungan ke tempat-tempat wisata seperti Interlaken, Lucerna, Milan, dan Venesia.
Kemudian, pada bulan Desember 2018 sekelompok pejabat yang lain dari provinsi yang sama mengunjungi Australia.
Selanjutnya pada tahun 2019 pejabat dari kementerian kesetaraan gender dan pemerintah provinsi pergi ke Amerika Serikat untuk menghadiri Jambore Dunia ke 24 di Virginia Barat.
Beberapa perjalanan lainnya dengan kapal pesiar yang sama sekali tak berhubungan dengan Jambore Dunia 2023 juga disebutkan mampir dalam laporan.
Ditanya tentang maksud 'perjalanan dinas' yang dilakukan, seorang pejabat yang terlibat mengatakan bahwa, "Selain cara untuk mempersiapkan Jambore Dunia dengan lebih baik, itu merupakan penelitian untuk mengembangkan industri pariwisata dan rekrease Saemangeum."
Fasilitas Jambore Dunia buat peserta kualahan, dilaporkan rumah sakit sampai kehabisan tempat tidur dan kondisi genangan air akibat hujan lebat buat sarang nyamuk di lokasi perkemahan.
Shin Woo Sik dari Partai Kakuatan Rakyat Korea Selatan meminta pihak berwenang untuk memverifikasi secara menyeluruh persiapan penyelenggara Jambore Dunia selama lima tahun pemerintaan Moon Jae In dan bagaimana uang sebenar 100 Miliar Won (Rp 1.155.853.000.000) digunakan.
Sebentara itu, bukan hanya fasilitas berupa insfrastruktur yang sempat dikeluhkan, peserta Jambore Dunia di Korea juga disebutkan pernah mendapat makanan yang sudah basi dan telur busuk sebagai menu makan.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.