Selain King The Land, 2 Drama ini Juga Dikritik Karena Menghina dan Melakukan Distorsi Sejarah Negara Lain!

Tak hanya King the Land yang mendapatkan kontroversi serta kritikan karena lakukan penghinaan dan distorsi sejarah
KPOPCHART.NET - Selain King the Land, ada dua drama Korea lain yang juga melakukan penghinaan dan distorsi sejarah negara lain.
Baru-baru ini King the Land mendapatkan kritikan pedas hingga membuat penurunan ke 11 pesen yang menyukai drama ini.
Tak hanya itu King the Land mengalami penurunan rating global di Netflix menjadi 1,0/10.
Banyak drama Korea yang menghadapi reaksi keras dari publik karena secara serius menghina budaya dan distorsi sejarah.
1. King the Land
King the Land menghina budaya arab pada 17 Juni yang ditayangkan di JTBC, TVING dan Netflix.
Drama yang dibintanggi oleh Lee Junho 2PM dan YoonA SNSD mendapatkan jumlah penonton yang besar tetapi juga memicu kontroversi yang intens setelah melakukan penayangan episode 7 dan 8.
Secara khusus, episode ini menampilkan karakter Samir sebagai Pangeran Arab yang diperankan oleh aktor India Anupam Tripathi.
Pangeran Samir merupakan teman lama Gu Won (Junho) yang diundang ke hotel King the Land, disini dia terpesona dengan kecantikan Sa Rang (Yoona) dan menyebabkan situasi tidak nyaman bagi Gu Won.
Dalam salah satu adegan, Samir diperlihatkan sedang mengunjungi bar hotel, minum-minum dan menikmati suasana meriah dengan wanita-wanita cantik yang mengelilinginya.
Namun, budaya dan agama Arab tidak mengizinkan konsumsi alkohol berlebihan atau orang-orang yang belum menikah dari lawan jenis mendekat.
Dengan demikian, penggambaran Samir sebagai seorang pecandu alkohol dan wanita adalah kurangnya rasa hormat terhadap orang Arab.
Selain itu, casting aktor India sebagai pangeran Arab dianggap tidak pantas, menyebabkan banyak orang menyerukan untuk memboikot drama tersebut dan meninggalkan peringkat 1 bintang di berbagai platform.
2. Little Woman
Drama Korea Little Woman diproduksi berdasarkan novel 1898 dengan judul yang sama oleh Louisa May Alcott.
Serial ini menampilkan aktor terkenal seperti Kim Go Eun, Nam Ji Hyu, Park Ji Hoo, Wi Ha Joon, Uhm Ki Joon, dan Uhm Ji Won.
Sepanjang seri, ada detail yang sangat mendistorsi sejarah negara Asia Tenggara Vietnam, serta bahasa sensitif yang digunakan saat merujuk pada Perang Vietnam.
Seorang karakter dalam Little Women bahkan menggambarkan pembunuhan veteran Vietnam sebagai pencapaian yang membanggakan bagi tentara Korea tertentu.
Pada akhirnya, pemerintah Vietnam meminta Netflix untuk menghapus Little Women untuk wilayah Vietnam.
Selain itu, tidak hanya penonton Vietnam tetapi juga banyak penonton Korea yang menyatakan ketidakpuasan mereka dan mengkritik drama tersebut.
3. Joseon Exorcist
Joseon Exorcist dianggap tidak menghormati budaya Korea dan mendistorsi sejarah.
Joseon Exorsit drama yang diproduksi dan didistribusikan bersama oleh SBS, drama dihentikan secara permanen, meskipun 80% syuting telah selesai.
Setelah episode pertama ditayangkan pada Maret 2021, Joseon Exorcist memicu kontroversi sengit karena adegan yang menampilkan makanan dan anggur Tiongkok dengan karakter Tiongkok.
Baca Juga: Knetz Akui Kesal Melihat SM Tiru-tiru Wacana Mengawali Gen 5, Melalui Calon Boy Group Baru Mereka!
Melihat serial tersebut berlatar di Korea, pemirsa menuduh tim produksi sengaja memutarbalikkan sejarah dan tidak menghormati budaya Korea dengan meminjam elemen dari Tiongkok.
Selanjutnya, drama tersebut menggambarkan Raja Taejong, yang merupakan tokoh yang dihormati dalam sejarah Korea, sebagai pembunuh yang kejam, sehingga menghadapi reaksi keras dari masyarakat.
Selanjutnya, SBS mengeluarkan permintaan maaf dan penjelasan, mereka juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan pengeditan untuk menghindari kesalahan seperti itu di episode mendatang, namun, reaksi keras dari pemirsa terus meningkat.
Setelah dua episode, sponsor dengan cepat menarik dukungan mereka untuk drama tersebut, dan SBS mengumumkan penangguhan satu minggu untuk membuat revisi. Namun, dua hari kemudian, SBS mengonfirmasi bahwa Joseon Exorcist akan dibatalkan.
Di tengah kritik, lebih dari 184.000 orang menandatangani petisi untuk menghentikan penayangan drama secara permanen, yang dikirim ke Gedung Biru (setara dengan Gedung Putih di Korea).






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.