Pelecehan Sering Terjadi dan Menjadi Idola Adalah Bekerja Untuk Menjual Fantasi? Begini Kata Netizen: Memang..

Seorang mantan idola mengatakan bahwa menjadi idol adalah pekerjaan yang menjual ilusi dan fantasi, netizen pun sepakat mengamini
KPOPCHART.NET - Baru-baru ini seorang yang mengaku sebagai mantan trainee telah menjadi buah bibir netizen Korea.
Seseorang yang mengaku sebagai mantan trainee tersebut menyebut bahwa menjadi idola merupakan pekerjaan yang menjual sebuah ilusi atau fantasi.
Mantan trainee tersebut secara blak-blakan dan terang-terangan menjelaskan hal tersebut dalam siaran langsungnya.
Mulanya, ia mengatakan bahwa menjadi idola bukan berarti menjual ilusi atau fantasi, tetapi menjual keterampilan beryanyi dan menari.
Namun pada satu titik, idola terkadang terlibat dalam penjualan ilusi atau fantasi. Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh seorang mantan trainee yang pernah merasakan debut untuk sementara waktu.
Ia juga mengataka bahwa dia sering mendapatkan pelecehan ketika melakukan fansign dan dia mengabaikan dirinya sendiri.
Mantan trainee tersebut juga mengatakan bahwa pekerjaan terkadang menjadi sangat emosional dan mengharuskan memiliki simpati.
Ia juga mengaku sering mendapatkan banyak makian dari atasannya sehingga ia memutuskan untuk berhenti menjadi idola.
Baca Juga: Kariernya Memuncak, Netizen Sepakat Kemampuan Akting Aktris Ini Telah Meningkat: Adegan Makan...
Pernyataan tersebut kemudian menjari ramai diperbincangkan setelah seorang OP mengunggahnya di sebuah situs diskusi online.
Pro-kontra pun berkembang di situs diskusi online tersebut, netizen ada yang sepakat bahwa menjadi idola sama seperti menjual fantasi namun ada juga yang enggan mengakui hal tersebut.
Sebagian netizen juga mengamini bahwa menjadi seorang idola merupakan pekerjaan yang sangat berat dan harus memiliki hati yang besar.
Menurut netizen tersebut, jika seorang idola tidak memiliki hati yang besar untuk menerima berbagai hal seperti hujatan dan kritikan maka akan sulit bertahan di dunia tersebut.
Netizen lainnya kemudian memberikan semangat kepada orang-orang yang kini sedang berjuang untuk menjadi idola, mereka berharap para trainee lainnya bisa mendapatkan kebahagian seperti yang mereka inginkan.
Berikut beberapa komentar netizen:
"Memang benar sampai batas tertentu, tetapi jika Anda tidak menjual fantasi, idola bukanlah bos"
"Namun, ada sangat sedikit idola yang benar-benar pandai menyanyi dan menari, dan kebanyakan dari mereka hanya menari dan tampil"
"Tampaknya idola adalah pekerjaan yang menjual ilusi. Terlepas dari tujuan awal atau titik awal, itu benar pada akhirnya. Jika tidak, terlepas dari wajah aslinya, kamu harus menjadi populer dalam urutan keahlian."
"Hari-hari ini, fantasi yang dituntut dari para idola terlalu banyak. Pekerjaan yang emosional"
"Menjual fantasi, kerja emosional. Rasanya sama seperti meminta calon penyanyi untuk berakting sebagai parasit, tapi tidak masuk akal untuk melekatkan sesuatu seperti itu. Ini adalah pekerjaan yang menjual fantasi sambil memaksakan khayalannya sendiri"
"Lagipula, idol adalah pekerjaan tatap muka, bukan? Pekerjaan pelayanan... Tentu saja, itu tidak berarti bahwa melakukan pekerjaan emosional itu wajar"
"Budaya idola sendiri sepertinya memiliki sisi gelap"
"Memang benar sampai batas tertentu, tetapi kata idola itu sendiri berarti idola, tetapi ketika Anda berbicara tentang idola, bagaimana Anda mengecualikan fantasi?"
"Menjual fantasi adalah sikap pemasaran perusahaan, dan Anda harus tahu bahwa penyanyi adalah manusia yang sama. Mari belajar bertanggung jawab atas fantasi kita sendiri"
"Jika Anda ingin menjadi penyanyi tanpa ilusi, Anda bisa melakukannya, tetapi jika keahlian Anda kelas atas, Anda bisa," dan beragam komentar lainnya.
Bagaimana menurutmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.