Grup Populer Seperti NewJeans, Enhypen, FIFTY FIFTY dalam Masalah Jika Agensi Kalah dalam Pembatasan Jam Kerja

Grup populer seperti NewJeans, Enhypen, FIFTY FIFTY, LE SSERAFIM, IVE, BABYMONSTER, ZEROBASEONE akan dalam masalah jika agensi kalah
KPOPCHART.NET - Saat ini agensi K-Pop sedang bertarung dengan para parlemen Korea perihal pembatasan jam kerja, dan ini akan berdampak pada grup populer seperti NewJeans, Enhypen, FIFTY FIFTY.
Tak hanya NewJeans, Enhypen, dan FIFTY FIFTY yang memiliki member di bawah umur, ada LE SSERAFIM, IVE, yang dimana jika agensi kalah maka mereka harus menyesuaikan jam kerja mereka.
Bahkan, bukan hanya grup yang sudah debut seperti NewJeans, Enhypen, dan FIFTY FIFTY tapi grup seperti BABYMONSTER juga akan dalam masalah, dan ZEROBASEONE yang juga belum debut.
Bahkan NewJeans mempunyai member yang semuanya di bawah umur, kecuali Minji akan lolos, dan FIFTY FIFTY hanya Ja Kyung yang tidak akan diberlakukan UU tersebut.
Baca Juga: Merinding! MV OST Dr. Romantic 3 'Thank You for Being a Memory' Berhasil Menyentuh Penggemar!
Grup seperti mereka yang mempunyai member di bawah umur akan memperhitungkan jam kerja mereka yang dihabiskan untuk latihan dan pelajaran.
Korea akan menetapkan batas berapa lama idol atau aktris Korea remaja dapat bekerja, hal itu dilakukan untuk mengatasi kekhawatiran tentang hak asasi manusia, akibat kontroversi yang terus ada untuk anak di bawah umur.
Menurut perwakilan Yoo Jung Ju, yang mengajukan proposal tersebut RUU baru harus ditetapkan untuk merevisi UU Pengembangan Industri Budaya dan Seni Populer.
Hal ini bertujuan untuk membatasi berapa lama idol remaja bekerja dan memastikan mereka mendapatkan hak-haknya.
Baca Juga: 10 Tahun Bersama, Performance Direktur BIGHIT Bicarakan Transformasi dan Usaha Setiap Member BTS!
Itu dilakukan dengan cara membatasi jam kerja di bawah umur menjadi enam jam sehari, atay 25 jam per minggu untuk mereka di bawah 12 tahun.
Tujuh jam sehari atau 30 jam per minggu untuk mereka yang berusia di bawah 15 tahun, tujuh jam sehari atau 35 jam per minggu untuk di bawah 19 tahun hingga usia legal di Korea.
Jika RUU disahkan maka girl atau boy group memiliki lebih sedikit jam untuk berlatih koreo mereka, bahkan mereka akan kesusahan mengambil pelajaran vokal atau menerima riasan makeup di panggung.
RUU tersebut disahkan oleh Komite Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Majelis Nasional pada 21 April dan sekarang menunggu persetujuan dari sidang paripurna untuk pengesahannya.
Baca Juga: Jelang Comeback, Hueningkai TXT Ganti Warna Rambut ke Pengaturan Awal, MOA Bereaksi!
Di sisi lain RUU tersebut disambut baik secara umum berhasil menerima pujian sebagai upaya memberantas perlakuan buruk kepada selebritas dengan kontrak tidak adil.
Jika RUU tersebut disahkan, agensi akan diminta mengungkapkan rincian penyelesaian gaji para artis, hal itu juga akan memungkinkan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk memeriksa agensi K-pop atas perilaku tidak adil.
Seperti baru-baru ini kasus Chen, Baekhyun, dan Xiumin EXO yang mengajukan keluhan kepada SM Entertainment ke Fair Trade Commission pada (5/6).
Mereka diduga dipaksa menandatanggani kontrak yang tidak adil.
Baca Juga: Punya Vibes Sama-sama Cantik, Karina aespa dan Taeyong NCT Disorot Bak Adik Kakak Karena ini!
Juga, mantan LOONA, Chuu yang melakukan perlawanan hukum terhadap agensinya BlockBerry Creative dan mengakhiri kontrak pada 2021 dengan tuntutan distribusi keuntunggan tidak adil.
Diikuti 11 anggota LOONA yang mengajukan perintah di bulan Februari serta pemutusan kontrak, dan belum lama ini 12 anggota LOONA berhasil menang di pengadilan dari BlockBerry Creative.
Dengan disahkan RUU bertujuan untuk mengamankan akses para idola muda ke pendidikan dan melindungi mereka dari pelecehan verbal dan fisik.
Dan juga mencegah mereka tunduk pada standar kecantikan yang berlebih karena agensi.
Seorang kritikus, Seo Jeong Min Gap menganggap perubahan itu perlu.
Baca Juga: Mirip Tzuyu TWICE dan Sullyoon NMIXX, Peserta 'R U Next' Mendapatkan Perhatian!
Kegelisahan tentang pemotongan itu benar-benar masuk akal, kata kritikus, menambahkan menumpahkan keringat dan darah seseorang tidak selalu berarti kesuksesan, juga kesuksesan tidak hanya berasal dari upaya semacam itu.
"Kita berada dalam masa transisi; ini kesempatan bagus bagi kita untuk berpikir tentang perubahan paradigma."






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.