Harga Saham YG Anjlok dan Kehilangan Investasi Hingga Triliunan Pasca Diumumkan Kontrak G-Dragon Habis!

Setelah berita kontrak eksklusif G-Dragon BIGBANG dengan YG Entertainment berakhir dan diumumkan kepada publik, saham YG turun drastis
KPOPCHART.NET - Beberapa saat setelah berita kontrak eksklusif G-Dragon BIGBANG dengan YG Entertainment telah berakhir dan diumumkan kepada publik, saham perusahaan tersebut mengalami penurunan.
Kabar keluarnya G-Dragon BIGBANG dari daftar penyanyi YG Entertainment, sudah tersebar luas pada tanggal 5 Juni lalu.
Menutip heraldcorp.com, dalam hitungan dua hari setelah laporan kontrak G-Dragon, saham perusahaan turun 6.600 Won (5,09 USD) dari 91.200 Won (70,36 USD) menjadi 84.600 Won (65,27 USD) , turun 7,14 persen dari hari perdagangan sebelumnya.
Hari berikutnya terus jatuh ke 81.300 Won (62,72 USD), turun 3,19 persen, selama dua hari saham turun 10,33 persen.
Penurunan ini mengakibatkan kerugian sebesar 170 miliar Won (sekitar 130 juta USD) atau hampir mencapai Rp 2 Triliyun dari kapitalisasi pasar YG Entertainment yang saat ini mencapai 1,53 triliun Won (1,18 Miliar USD).
Kekhawatiran pemegang saham terus meningkat karena mereka memandang G-Dragon sebagai artis penting di YG Entertainment, yang bertanggung jawab untuk mengangkat perusahaan ke dalam 'Big 3' Korea Selatan.
Kekhawatiran yang meningkat ini menggemakan kegelisahan yang mereka alami setahun sebelumnya ketika BIGBANG merilis lagu mereka "Still Life."
Banyak yang mengartikannya sebagai perpisahan dari grup, menyebabkan penurunan signifikan dalam saham YG Entertainment.
Sebagai tanggapan, perusahaan merilis pernyataan mendesak dan panjang yang memastikan bahwa ini bukan lagu perpisahan.
"ini adalah era baru BIGBANG dan bukan lagu perpisahan," katanya.
Namun, kurang dari setahun kemudian, anggota BIGBANG TOP dan Daesung mengakhiri kontrak mereka dengan YG Entertainment, dan Taeyang beralih ke The Black Label.
Keputusan G-Dragon baru-baru ini untuk mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan YG Entertainment tampaknya telah menentukan nasib kisah BIGBANG dengan perusahaan tersebut, yang semakin memicu kekhawatiran para pemegang saham.
Menurut industri hiburan pada tanggal 7, YG Entertainment mengumumkan pada hari sebelumnya, "Kontrak eksklusif dengan G-Dragon telah berakhir."
Diketahui, G-Dragon memulai debutnya sebagai anggota grup BIGBANG pada tahun 2006 dan menjadi sangat populer dengan berbagai lagu hit seperti "Lie", "Day by Day", dan "Last Farewell".
Bahkan sebagai artis solo, ia meraih kesuksesan musik dan populer dengan hits seperti "Heartbreaker", "Coup", dan "Crayon", yang ia tulis dan buat sendiri.
G-Dragon terdaftar sebagai penyanyi dalam laporan bisnis YG Entertainment pada akhir tahun lalu, tetapi dihilangkan dari laporan triwulanan pada 31 Maret tahun ini.
Baca Juga: Pasca Hengkangnya TOP, Akankah BIGBANG Aktif Sebagai Trio Bersama G-Dragon, Taeyang, dan Daesung?
YG Entertainment menekankan, “G-Dragon berencana untuk membahas kontrak tambahan ketika dia melanjutkan aktivitas musik,” dan, “perusahaan tidak akan memberikan dukungan untuk ini.”
Sebelumnya, anggota BIGBANG T.O.P dan Daesung juga mengakhiri kontrak mereka dengan YG Entertainment,
dan Taeyang pindah ke The Black Label yang dipimpin oleh produser Teddy. Akibatnya, aktivitas BIGBANG di masa depan secara keseluruhan masih jauh.
Awal tahun ini, G-Dragon berkontribusi pada kenaikan harga saham YG Entertainment dengan mengumumkan dalam video YouTube bahwa ia akan comeback,
"Mempersiapkan album tahun ini dan berencana untuk kembali dengan berbagai kegiatan," pungkas G-Dragon






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.