Trainee K-Pop Lebih Didominasi Oleh Pria Asing, Apakah Industri Musik Korea Terancam Krisis?

Trainee K-Pop lebih banyak diminati pria asing ketimbang pria, meski ada jumlahnya terbatas dan sangat sedikit.
KPOPCHART.NET - Menjadi seorang Idola K-Pop selalu banyak didambakan oleh sebagian orang dibelahan dunia ini dengan harapan mendapatkan popularitas dan profit yang setimpal.
Berbagai program audisi dilakukan untuk menjaring calon-calon Idola K-Pop baru, mereka yang memiliki bakat dan kemampuan dipersilakan untuk melamar.
Namun, meski program audisi terus meningkat, diketahui bahwa jumlah trainee K-Pop pria justru menurun dan menyebabkan lebih didominasi oleh orang asing.
Seorang manajer mengungkapkan secara terang-terangan bahwa bahkan jika audisi publik dilakukan, jumlah pelamar laki-laki terlalu sedikit.
Dilansir dari KBIZoom, rasio jenis kelamin untuk lamaran calon idol K-Pop memiliki ketimpangan, digambarkan bahwa setiap ada 10 lamaran yang masuk, 9 di antaranya adalah perempuan dan 1 lagi sisanya adalah pria.
Baru-baru ini yang menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Korea adalah ketika seorang trainee Fantasy Boys Santa yang berasal dari Thailand.
Meski memiliki kemampuan bahasa Korea yang buruk, Santa justru mengungguli peserta pelatihan lainnya dalam pemungutan suara "setengah semester".
Selain Fantasy Boys, program serupa yang digelar Mnet Boys Planet yang telah menyelesaikan programnya dan sedang bersiap mendebutkan para pemenang, ketika proses seleksi menampilkan 98 trainee pria, dengan setengah dari mereka adalah orang Korea dan setengah lainnya orang asing.
Meski demikian banyak audisi boy group yang dilakukan, ternyata bukanlah tugas yang mudah untuk menemukan individu-individu berbakat Korea.
Selain itu, beberapa program audisi juga tidak hanya mengandalkan kemampuan dan bakat dari peserta tapi melibatkan fandom luar negeri meski hanya sampai batas tertentu.
Mengenai fenomena tersebut, Kim Jak Ga, seorang kritikus budaya pop menjelaskan bahwa sama seperti bagaimana industri besar dan anak perusahaan Korea digantikan oleh pekerja asing, K-Pop juga sedang menuju ke arah sana.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pemuda Korea semakin tidak tertarik untuk memiliki karier menjadi idola sementara orang-orang asia lainnya masih mengejar impian K-Pop.
Kim Jak Ga juga menambahkan, "Tentu saja, tren K-Pop ini mungkin sejalan dengan globalisasi."
"Tidak hanya di Asia tetapi di Amerika Utara dan Eropa, semakin banyak orang yang tertarik dengan K-Pop, yang menyebabkan peningkatan alami dalam jumlah trainee asing."
Ia kemudian menyimpulkan bahwa secara keseluruhan hal tersebut menunjukkan bahwa K-Pop telah menjadi sesuatu yang tidak hanya dicintai oleh orang korea, tapi juga secara global.
Sementara itu, meski demikian, tampaknya perusahaan harus tetap mendebutkan boy group karena boy group menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dan lebih stabil daripada girl group.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.