Jimin BTS dan ARMY Dituduh Melakukan Hal Curang Untuk Menempatkan 'Like Crazy' di Puncak Billboard Hot 100

Jimin BTS dan ARMY telah dituduh melakukan tindakan curang untuk menempatkan Like Crazy berada pada posisi 1 Billboard Hot 100
KPOPCHART.NET - Jimin BTS diumumkan sebagai penyanyi solo K-Pop pertama yang berhasil menduduki puncak rangking Billboard Hot 100 beberapa waktu lalu.
Hal tersebut digadang-gadang sebagai prestasi yang luar biasa, karena setelah penantian panjang untuk peringkat tersebut, salah satu artis asal Korea, Jimin BTS berhasil meraihnya melalui salah satu lagu dari album solo pertamanya.
Setelah pengumuman tersebut, Jimin BTS tampak berbagi perasaanya dengan penggemar melalui akun Weverese, ia melakukan siaran langsung pada dini hari.
Seperti yang diketahui sebelumnya, BTS secara resmi menghentikan aktivitas grup mereka dan anggota mulai menjalankan karir musik mereka secara individu untuk sementara waktu.
Jin, RM dan J-Hope telah merilis karya solo mereka, tetapi Jimin adalah yang pertama mendapatkan posisi puncak.
Namun, dibalik ingar bingar kebahagian atas prestasi tersebut lantas tak membuat Jimin berhenti mendapatkan kritikan.
Baru-baru ini, sebuah artikel di IZM yang berjudul "Debut Teratas Billboard Jimin, Makna Tersembunyinya" muncul dan memberikan kritikan terhadap hasil itung-itungan penilaian Billboard tersebut.
Mulanya jumlah pemutaran "Like Crazy" dibandingkan dengan jumlah pemutaran lagu lain yang banyak berubah seiringi waktu dan jauh lebih rendah dibandingkan Miley Cyrus, Morgan Wallen, dan Caesars (SZA).
Selain itu, menurut artikel tersebut, di Apple Music yang juga merupakan salah satu platform musik besar, "Like Crazy" bahkan tidak masuk 100 besar dan Jimin hanya mendapatkan 10 juta penayangan.
Alasan mengapa "Like Crazy" milik Jimin debut di nomor satu di tangga lagu single menurutnya hanya ada pada unduhan digital yang mencapai 3 persen dan catatan fisik yang mencapai 11 persen.
Sebagai informasi, pada saat ini ada tiga faktor yang mempengaruhi chart Hot 100, yakni streaming, siaran radio, dan yang ketiga adalah pembelian musik dan album.
"Like Crazy" mencatat 254.000 unduhan dalam seminggu setelah dirilis. Ini sangat kontras dengan "Flowers" Miley Cyrus dan "Last Night" Morgan Wallen, yang terjual sekitar 10.000 unit selama periode yang sama.
Menurut artikel tersebut angka di atas adalah hasil dari pembelian penggemar yang terorganisir, yang disebut 'gun gun'.
Baca Juga: Jimin BTS Kalahkan Miley Cyrus, Statusnya Semakin Menggucang Billboard!
Budaya gun gun ini bisa diartikan sebagai pembelian secara masal dan terkoordinasi untuk memengaruhi performa lagu di chart.
Sehubungan dengan hal itu "Like Crazy" yang menduduki peringkat 1 itu telah dituduh bermasalah.
Alasan mengapa "Like Crazy" menjadi masalah adalah karena sarana "gun gun" dilakukan melalui penggalangan dana di luar pembelian murni yang dilakukan oleh penggemar.
Artikel tersebut mengatakan bahwa ARMY berdasarkan pantauannya di twitter, platform media sosial tempat sebagian besar fandom K-Pop berkumpul, dapat dilihat bahwa ARMY, fandom BTS di seluruh dunia, mensponsori biaya pengunduhan musik untuk direfleksikan pada grafik.
Selain membahas "Like Crazy" lagu lain milik BTS yang juga sempat menempati posisi serupa juga turut di seret.
Ia menyebutkan bahwa Momen paling memalukan terjadi pada Juni 2021. "Butter", yang berada di posisi pertama selama 7 minggu karena serangan musik digital terus menerus, dengan cepat jatuh ke posisi 7 dan "Permission to dance" memulai debutnya di nomor 1 juga mengalami hal serupa.
Berdasarkan hal tersebut, penulis mengaitkan dengan teori krisis K-Pop yang disampaikan oleh Bang Si Hyuk dengan mengutip statistik yang menunjukkan nilai penjualan K-pop lebih rendah daripada Universal Music, Sony Music, dan Warner Music, tiga label rekaman besar dunia.
Sementara itu, BTS yang juga mengalami tuduhan serupa pada tahun lu memberikan respon bahwa mereka menolak tuduhan tersebut.
BTS mengatakan hal yang wajar jika orang-orang memiliki pandangan demikian dan mengkritik BTS dan ARMY secara membabi buta, karena menurut mereka keduanya sama-sama memiliki loyalitas yang tinggi satu sama lain, baik BTS maupun ARMY.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.