Banyak Idol Tersandung Kasus Bulllying, Agensi Hiburan Ungkap Lebih Selektif Memilih Trainee: Kami Menemui...

Setelah banyak idol yang terlibat kasus bullying dan merugikan perusahaan, agensi hiburan Korea kini menjadi lebih selektif memilih trainee.
KPOPCHART.NET - Kasus bullying saat ini banyak menimpa selebriti di industri hiburan Korea. Banyak korban yang mulai menyuarakan penderitaannya akibat bullying yang dilakukan oleh selebriti.
Tentunya, reaksi publik mengenai selebriti yang terlibat kasus bullying sangat sensitif. Mereka tidak bisa memaafkan selebriti mana pun yang telah melakukan bullying di masa lalu.
Ada banyak selebriti yang menjadi contoh betapa kejamnya sanksi bagi mereka yang tersandung kasus bullying. Salah satunya adalah Kim Garam eks LE SSERAFIM.
Baru beberapa bulan debut, Kim Garam telah dikeluarkan dari grupnya pada Juli 2022 karena kasus bullying yang menyeret namanya.
Kim Garam dituduh melakukan bullying pada temannya dan mengejek beberapa idol terkenal seperti V BTS, Sakura LE SSERAFIM hingga IVE.
Selain Kim Garam, Soojin GIDLE juga terpaksa meninggalkan grupnya setelah dituduh melakukan bullying pada aktris Seo Shin Ae.
Baca Juga: Netizen Bela Sutradara The Glory Setelah Akui Jadi Pelaku Bullying, Netizen: Ini Bukan Pembullyan
Soojin membantah tuduhan yang ditujukan padanya dan melalui pertarungan hukum yang sangat panjang.
Pada Agustus 2021, Soojin memutuskan untuk keluar dari GIDLE, tetapi tetap berada di bawah naungan CUBE Entertainment.
Namun, pada akhirnya, Soojin mengakhiri kontrak eksklusifnya dengan CUBE Entertainment.
Ini hanyalah contoh kecil dari banyaknya cerita serupa di industri hiburan Korea. Kasus bullying yang sangat berbahaya membuat agensi kini menjadi lebih selektif dalam memilih trainee.
Baca Juga: Drama Terbarunya Baru Tayang, Sutradara The Glory Dituduh Lakukan Bullying di Sekolah
Agensi bersedia melakukan apa saja untuk memastikan bahwa trainee-nya tidak memiliki riwayat bullying apa pun.
Agensi melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap kehidupan sekolah trainee dengan memeriksa laporan sekolah dan dokumentasi mereka.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda mereka pernah melakukan bullying di masa sekolah.
Seorang pejabat agensi Korea mengatakan bahwa perusahaan bahkan berbicara dengan guru trainee sebelumnya untuk menanyakan kelakuannya di sekolah.
Baca Juga: Kontestan Peak Time JTBC Diduga Melakukan Bullying Saat Remaja, Korban Patah di Bagian Ini!
"Dalam kasus trainee yang berada dalam line up debut, kami pergi ke sekolah setelah mendapatkan izin dari orang tua mereka.
Kami menemui wali kelas mereka dan bertanya tentang catatan sekolah mereka. Setalah memverifikasi tidak ada masalah apa pun, baru kami akan meneken kontrak," ucap pejabat tersebut.
Dia melanjutkan bahwa tujuannya adalah memverifikasi trainee tidak memiliki catatan sekolah yang buruk, tidak memiliki orang tua yang berutang dan hal-hal lain yang dapat menghambat karir mereka.
Agensi juga mendidik orang tua artisnya dan memberi tahu mereka hal-hal yang harus diwaspadai.
Pemeriksaan latar belakang trainee secara menyeluruh kini menjadi hal yang diprioritaskan oleh agensi.





Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.