Wanita Tinggi Mantan Pengikut JMS Ini Ungkap Kejadian yang Menimpanya Usai In The Name of God Tayang

Perempuan dengan tinggi 175 cm ini ungkap kejadian yang menimpa dirinya setelah serial dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal tayang
KPOPCHART.NET - Pengikut dari kultus JMS milik Jeong Myeong Seok yang ditampilkan pada empat episode In The Name of God A Holy Betrayal satu per satu terungkap.
Tayangnya serial dokumenter In The Name of God membuat para pengikut JMS muncul di berbagai media.
Ada yang mengaku tidak sadar sampai ada yang menawarkan diri untuk menceritakan perlakukan buruk JMS yang belum terungkap di In The Name of God A Holy Betrayal.
Salah satunya adalah seorang wanita dengan tinggi 175 cm yang tiba-tiba muncul ke media Korea Selatan pada hari Senin (13/03) untuk membongkar kejahatan JMS yang belum terungkap.
Wanita tinggi tersebut merupakan salah satu mantan pengikut aliran agama sesat yang dipimpin oleh JMS.
Kemunculannya di media dilandasi oleh keinginan untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang saat ini masih menjadi pengikut JMS.
“Alasan mengapa aku ingin ini menjadi topik panas karena aku mau informasi ini sampai ke pengikut JMS yang tidak menonton tayangan Netflix itu sampai sekarang,” ungkap perempuan tersebut yang dikutip dari Koreaboo pada hari Rabu (15/03).
“Aku juga berharap untuk mereka yang bukan pengikut JMS bisa belajar betapa manipulator dan kotornya sebuah sekte dan jangan sampai menjadi korban mereka,’ lanjutnya.
“Yang paling penting, aku mau pemimpin sekte tersebut dan wakilnya tidak bisa kabur dan segera diinvestigasi dan diberi hukuman,” tutur perempuan tersebut.
Perempuan tersebut mengatakan bahwa dia menjadi pengikut JMS sejak kuliah. Tingginya yang mencapai 175 cm membuat para pengikut JMS menghampirinya dan menawarkannya untuk ikut beribadah di gereja yang dipimpin JMS.
Baca Juga: Buntut Series In the Name of God: A Holy Betrayal, Gadis ini Ungkap Hampir Terjebak Sekte JMS!
Dia menjadi anggota gereja tersebut sampai 7 tahun lamanya, dan kemudian dia menjadi korban kekerasan seksual dari Jeong Myeong Seok.
Ternyata, perempuan tinggi tersebut baru memutuskan keluar dari JMS setelah menonton serial Netflix In The Name of God A Holy Betrayal.
Perempuan tersebut juga diberi peringatan dari JMS untuk tidak menonton serial dokumenter tersebut yang dimana sangat populer saat ini.
“Mereka memintaku untuk tidak menontonnya, tetapi temanku yang bukan pengikut JMS tahu aku bagian dari sekte tersebut. Jadi ketika kami sedang bicara, mereka menyebut In The Name of God A Holy Betrayal karena itu super populer dan tiba-tiba dia bertanya, ‘apakah kamu menonton itu? Itu sangat mengejutkan’,” ungkapnya.
“Mereka selalu berbicara tentang itu dan lama-lama aku penasaran, kemudian aku melihat sebuah artikel di situs theqoo dan menjadi seseorang yang 100% bukan pengikut Jeong Myeong Seok, aku tidak tahan dengan rasa penasaranku,” lanjutnya lagi.
Kemudian perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut menceritakan apa yang terjadi pada sekte JMS setelah In The Name of God A Holy Betrayal tayang di Netflix.
Seorang perwakilan dari media yang mempublikasikan hal ini bertanya, “jika kamu mencoba meninggalkan sekte tersebut, apakah kamu mendapat ancaman?”
“Jika terungkap bahwa seseorang akan meninggalkan sekte, ada wawancara empat mata dengan seorang pendeta yang bertanggung jawab mengurus hal tersebut dan mereka tiba-tiba bisa muncul di depan pintu rumah,” jawab perempuan yang merupakan korban JMS tersebut.
Baca Juga: Cetak Kesuksesan Besar, In The Name of God A Holy Betrayal Akan Lanjutkan Kisah Ke Musim Kedua
“Para anggota yang muncul di depan rumah saya waktu itu hanya mahasiswa seperti saya. Mereka akan mendesak untuk tetap pergi ke gereja dan ketika saya berkata kasar, mereka akan pergi begitu saja,” terusnya lagi.
Perempuan tersebut juga mengaku terkejut saat menonton dokumenter bahwa ayah dari Maple (korban kekerasan seksual JMS) dan Profesor Kim Do Hyeong (detektif yang mencoba menangkap JMS) diikuti dan diserang.
Mantan pengikut JMS dengan tinggi 175 cm tersebut juga mengungkap bahwa gereja JMS mengunggah video penjelasan setelah In The Name of God A Holy Betrayal tayang.
Baca Juga: In The Name of God A Holy Betrayal Kembali Seret PD dan Penerjemah KBS yang Diduga Jadi Pengikut JMS
Lalu, perwakilan media bertanya berapa besar dampak dari penayangan dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal tayang.
“Dampaknya sangat besar! Itu menjadi kekacauan terbesar semanjak aku ikut JMS. Saat ini banyak orang yang meninggalkan sekte tersebut,” ungkapnya.
“Banyak dari pengikut yang percaya bahwa pemimpin sekte tidak berbuat pelecehan seksual karena memang beberapa orang percaya, tetapi sebagian lagi masih buta akan apa yang ditampilkan dalam dokumenter tersebut,” lanjutnya.
“Tentu saja JMS menyuruh kita untuk tidak menonton dokumenter Netflix tersebut, jadi banyak pengikut JMS yang masih tidak menontonnya. Tapi aku tidak menghubungi mereka lagi atau menyuruh mereka menontonnya sendiri, karena pasti nanti akan ada orang yang lebih gila mendatangiku,” ungkap mantan pengikut JMS tersebut lagi.
Baca Juga: In The Name of God A Holy Betrayal Kembali Seret PD dan Penerjemah KBS yang Diduga Jadi Pengikut JMS
Kemudian wanita tinggi tersebut mengungkap di mana JMS sekarang setelah dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal tayang.
“Dia sedang ditahan untuk penyelidikan. Beruntung dia hanya masuk penjara, dia seharusnya dicabik-cabik sampai mati,” tutupnya.
Wanita tersebut mengaku menyesal telah ikut ke dalam sekte JMS yang ternyata merupakan aliran agama sesat.
Dia juga mempercayai keseluruhan isi dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal dan menurutnya tidak ada orang lain yang bicara sebodoh JMS.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.