Diwawancarai Dispatch Terkait Kultus JMS, Kyoungyoon DKZ Menangis: Bahkan Sejak Aku Dalam Kandungan...

Kyoungyoon DKZ menitikkan air mata selama menjalani wawancara dengan Dispatch untuk bahas keterlibatannya dengan JMS.
KPOPCHART.NET - Senin(13/3) Hari ini Dispatch baru saja merilis hasil wawancara mereka dengan salah satu member DKZ, Kyungyoon secara ekslusif.
Dalam wawancara ini Kyungyoon menjelaskan jika ia masuk dalam kultus JMS ini karena keterkaitan orangtuanya dengan gereja.
Dispacth melakukan serangkaian wawancara bersama Kyungyoon dan kedua orangtuanya, pada 8 dan 10 Maret mereka mewawancarai Kyungyoo, sedangkan pada 9 Maret mereka mewawancarai orangtuanya.
Tujuan Dispatch melakukan ini yaitu memberikan mereka kesempatan untuk mengakui serta menjelaskan keterkaitan mereka dengan gereja yang sekarang menajadi kontrovesi, merefleksikan masa lalu mereka, dan minta maaf, tidak hanya untuk menjelaskan apa yang terjadi di masa lalu.
Dispatch langsung bertanya pada Kyungyoon, gereja mana yang ia dan keluarganya berafiliasi, Kyoungyoon mengonfirmasi bahwa itu adalah Gereja Providence JMS.
"ya. Gereja providence... yang itu. Aku sudah menjadi bagian dari gereja itu semenjak aku didalam rahim ibuku. Saat masih kecil, aku kesana sembari memegang tangan ibuku.
Aku tau saat mengetahui kebenarannya, walaupun terlambat. Tapi aku khawatir tentang orangtuaku, khusunya ibuku.
Dia sudah menjadi pengikut dari gereja itu lebih dari 20 tahun. Aku harap dia bisa mengatasinya" Ucap Kyungyoon dalam wawancaranya bersama Dispatch itu
Ibu Kyoungyoon menghadiri gereja Presbiterian di masa lalu. Tetapi pada tahun 1994, dia diperkenalkan ke Gereja Providence JMS.
'Bibi' Kyoungyoon bertemu dengan JMS dalam perjalanannya untuk bekerja, menghadiri gereja kultus, lalu memberi tahu ibu Kyoungyoon tentang hal itu, menjelaskan bahwa gereja itu mengajarkan Alkitab dengan baik.
"Aku pergi kemana ibuku pergi. Ketika aku masih kecil, kami akan pergi ke rumah bibi. Keluargaku dan beberapa tetua di lingkungan itu akan berkumpul di sana untuk makan dan berbicara, kemudian kami semua pulang. Akhir pekan biasanya begitu.
Baca Juga: Terlibat Dengan Sekte Sesat JMS, Kyoungyoon DKZ Mengaku Otaknya Dicuci
Ini adalah bibi pendeta yang disebutkan dalam wawancara sebelumnya. Aku mendengar dia belajar teologi dan menjadi seorang pendeta.
Awalnya, dia menginjili dari rumah. Aku ingat dia meninggalkan rumah kami saat Aku masih di taman kanak-kanak dan mendirikan gereja di lantai tiga sebuah bangunan kecil," tambah Kyungyoon
Bibi Kyungyoon membuka gerejanya sendiri pada febuari 2020, berdekatan dengan cafe milik ibunya.
Ada kecurigaan yang muncul secara online terkait hubungan antara kafe ibunya dan gereja bibinya.
Kyoungyoon menjelaskan bagaimana dia akhirnya bergabung dengan gereja serta mengapa dia keluar.
"Aku mendengarkan khutbahnya melalui video. Bibiku bilang Jung Myung Seok (JMS) ada orang yang menyampaikan perkataan Tuhan.
Bibi mengatakan JMS adalah lelaki baik yang membaca Alkitab lebih dari 2000 kali.
Aku, juga menonton In The Name of God: A Holy Betrayal. Ada bagian dimana JMS berkata 'Aku adalah Messiah.'
Saat aku melihat itu, aku pikir dia gila. Kamu mungkin tidak percaya padaku, tapi aku benar-benar tidak sadar dulu. Itu terlihat menyedihkan... tapi memang begitu.
Aku ingat saat menonton videonya. Sebelum dia bilang dirinya Messiah, ia akan mengatakan beberapa baris ayat...kemudian membicarakannya untuk dua sampai tiga jam.
Jadi saat ia akhirnya mengklaim dirinya Messiah, jumlah pengikut yang tak terhitung jumlahnya akan mengaum sebagai tanggapan. Begitulah cara kamu terseret di dalamnya, seperti terkena lampu gas.
Aku tidak percaya dia Messiah. Bahkan bibiku terus mengatakan dia adalah orang yang baik dalam menyampaikan perkataan Tuhan.
Baca Juga: Idol Ini Akui Jadi Bagian Kultus JMS: Dari Kecil Aku Diberitahu...
Tapi benar, sedikit demi sedikit aku tercuci otak. Sampai dimana, aku berpikir, 'Jika kita harus membandingkan JMS dengan seseorang, bukankah itu Messiah?' " Jelas Kyungyoon panjang lebar.
Saat Dispatch terus menanyakan lebih banyak hal mengenai teknik pencucian otak JMS, percakapan kemudian beralih ke bagaimana aliran sesat itu tertanam sangat kuat pada ibu Kyungyoon.
Kyungyoon kembali menjelaskan tentang hal itu, "Aku juga tidak mengerti bagaimana pencucian otak itu bekerja padaku. Jika seseorang datang padamu dan berkata 'Aku adalah Messiah. Jika kamu memberi Aku bantuan seksual, Aku akan mengirim Anda ke surga',
kamu tidak akan percaya itu. iyakan? JMS tidak melakukan pendekatan dengan cara ini. Dia memberikannya kepadamu, sedikit demi sedikit.
Misalnya, ada cerita terus menerus tentang betapa menakjubkannya JMS. Ada kesaksian dan cerita dari berbagai orang di sekitar JMS.
Bahkan ada orang yang mencetak surat keterangan sakit dan menunjukkan kepada Aku, mengatakan bahwa dia diberitahu bahwa dia perlu dioperasi, tetapi menjadi lebih baik setelah JMS mendoakannya.
Ada kesaksian konstan yang mengatakan bahwa JMS memperbaiki masalah mereka.
Kamu mungkin bertanya, 'bagaimana orang-orang bisa mempercayai itu?' tapi sungguh, aku tidak bisa memilih agamaku sendiri.
Keluargaku sudah mempercayai itu.. jadi aku tidak punya agama lain untuk dijadikan perbandingan. Tapi Aku pikir ibuku mungkin lebih terlibat karena aku. Sesuatu terjadi padaku di sekolah dasar.
Ketika aku kelas 2, kepalaku membengkak. aku tidak bisa makan apapun dan terus muntah. Dulu, beberapa pastor , yang mana itu kenalan bibiku, mereka datang menjengukku dan berdoa untukku.
Ibuku bilang itu sebagai hasil kerja Tuhan dan mulai menunjukkan kepercayaan lebih besar di gereja JMS sejak itu...berbicara tentang bagaimana cerita penyembuhan itu benar-benar nyata.
Tetapi Aku harus berasumsi bahwa itu adalah kondisi yang akan diselesaikan oleh waktu.
Waktunya kebetulan berjalan seperti itu… Namun, hal itu menyebabkan kepercayaan buta pada agama. Sama halnya dengan COVID-19.
Anda menjadi lebih baik setelah beberapa hari dengan obat. Bukan Tuhan yang membuat Anda menjadi lebih baik hanya karena beberapa pendeta berdoa untuk Anda. Sekarang aku memikirkannya, itu sangat bodoh" tutup Kyungyoon
Kyoungyoon dan Dispatch kemudian beralih ke topik Wolmyeong-dong. Wolmyeong-dong adalah 'kantor pusat' Providence Church, di mana anggota JMS melakukan perjalanan jauh untuk mengalami apa yang ditawarkan JMS.
Kyoungyoon juga berbicara tentang gambar yang dia gambar, yang sebelumnya dia tampilkan dalam sebuah acara dan menimbulkan kecurigaan netizen.
Baca Juga: Buntut Series In the Name of God: A Holy Betrayal, Gadis ini Ungkap Hampir Terjebak Sekte JMS!
Ketika Aku di sekolah dasar, Aku pergi ke Wolmyeong-dong tiga atau empat kali. Orang tua Aku membawa Aku ke sana dan menyuruh kami membuat kenangan indah. Aku ingat makan dengan baik, berenang, bermain sepak bola, bola voli, dan bola basket.
pelecehan seksual? Aku tidak tahu itu akan terjadi. Kami yang datang ke Wolmyeong-dong dari pedesaan tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Aku melihat JMS di Wolmyeong-dong. Ada lapangan basket. JMS berdoa di ujung lain lapangan dan kemudian menembak bola, semua tembakannya masuk ke keranjang.
Aku pikir 'apa ini? Bagaimana itu bisa terjadi? Wow, dia benar-benar sesuatu yang lain.
Juga akan ada selusin kiper di depannya, tapi dia tetap mencetak gol. Nyatanya, para kiper tidak benar-benar menghalangi JMS.
Tetapi ketika Aku masih muda, Aku melihat bagaimana dia melewati semuanya, dan Aku terpikat. Aku ingat memberi tahu teman-teman Aku, 'Ada seseorang yang luar biasa di luar sana.'
Ada juga tebing yang mengarah ke Wolmyeong-dong. Sebuah sungai mengalir di bawah batu. Ibu Aku membawa Aku ke sana sekali untuk menunjukkan kepada Aku dan ingin menunjukkan sesuatu yang lain kepadaku. Ada pohon di atas batu.
Itu adalah pemandangan yang tak terlupakan. Aku bahkan tahu nama batu di sana. Gereja bertanya kepada orang-orang apakah mereka tahu nama itu.
Ngomong-ngomong, yang Aku gambar itu sebenarnya adalah burung camar, bukan elang. Di dalam gereja tentunya elang memiliki makna simbolis.
Ada kemeja tim dengan elang di atasnya. Tetapi Aku sudah mengaku (menjadi bagian dari Gereja Providence). Apa bedanya Aku berbohong tentang jenis burung itu?"
Setelahnya Dispatch menanyakan pertanyaan yang lebih tegas, apakah Kyungyoon sendiri aktif dalam gereja providence itu?
Kyungyoon menjelaskan jika ada banyak penyanyi dari berbagai genre di gereja. Ia ingin ikut les vokal dari orang yang bisa bernyanyi dengan baik
Akan tetapi kondisi keuangan keluarganya tidak mendukung, saat itulah ia mendaftar untuk masuk ke klub nyayi JMS
Kyungyoon mengikuti klub itu sejak kelas sembilan hingga kelas sepuluh. Sekali atau dua kali dalam setahun, akan ada pertemuan secara personal dengan JMS.
Kyungyoon mengetahui itu hanya sebuah pertemuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada Alkitab.
Kyungyoon lahir di Youngdeok, sebuah desa yang terletak di utara Provinsi Gyeosang dekat pantai timur Korea.
Saat masih menjadi trainee, iya akan melakukan perjalanan dari Seoul dan Kampung halamannya. Hingga masa traineenya, ia masih mendatangi gereja bibinya.
Dispatch bertanya mengapa Kyungyoon tetap menghadiri gereja yang berafiliasi dengan JMS pada tahun 2008 (saat itu ia 8 tahun), padahal pada saat itu JMS telah ditangkap dan akan keluar pada tahun 2018(ketika ia 18 tahun).
Kyungyoon mengatakan kalau ia tidak pernah menyebut JMS ke publik maupun agensi.
Kembali ia jelaskan, "Sejak Aku masih muda, Aku diajari bahwa JMS dituduh secara salah atas kejahatannya.
Mereka mengajari Anda banyak alasan mengapa dia sebenarnya tidak bersalah. Mereka pada dasarnya menjejalkan kita untuk memercayai alasan-alasan itu.
Jadi, akhirnya, kami semua dicuci otak untuk berpikir, 'Oh, JMS dianiaya sama seperti Yesus.'
JMS yang Aku lihat di Wolmyeong-dong tidak terlihat seperti pelanggar seks. Itu kesalahanku untuk menilai dia hanya dengan melihatnya.
Aku hanya mengikuti apa yang dikatakan orang lain: Untuk 'tidak terpengaruh oleh kejahatan di sekitarnya.' Aku tidak berpikir dia akan menjadi seseorang yang mampu melakukan hal seperti itu. Aku sangat malu pada diriku sendiri.
Ketika Aku masih muda, Aku diintimidasi karena percaya pada agama semu. Aku menjadi orang yang defensif tanpa menyadarinya.
Jadi ketika seseorang bertanya tentang agamaku, Aku menjawab Aku Kristen. Bagaimanapun, kami semua percaya pada Tuhan. Aku tidak pernah menyebutkan JMS kepada agensiku, anggota, atau orang lain.
Aku bersumpah, Aku tidak pernah mencoba untuk mengkhotbahkan keyakinanku saat berpromosi sebagai idola.
Orang yang paling dekat denganku adalah para member dan fans kami. Dan Aku tidak pernah menyebutkan JMS kepada salah satu dari mereka sebelumnya, tidak sekali pun.
Jika aku melakukannya, aku tidak memiliki alasan untuk tetap menjadi bagian dari DKZ. Aku tidak akan bisa menghadapi para penggemar."
Setelah itu, Dispatch bertanya mengapa Kyoungyoon tidak pernah meninggalkan gereja begitu saja.
Sementara Kyoungyoon menjelaskan keputusannya hingga saat ini, dia mengakhiri wawancaranya dengan Dispatch dengan menjelaskan satu hal: Dia tidak lagi berkaitan dengan JMS.
"Di gereja kami di Youngdeok, ada kurang dari 10 orang anggota. Mereka seperti keluarga untukku.
Pengikut JMS yang ku temui juga orang baik. Mereka pergi ke sekolah yang bagus, punya pekerjaan yang baik, dan juga berkata hal baik.
Tidak ada orang-orang aneh seperti yang ditunjukkan dalam In The Name of God: A Holy Betrayal.
Dan aku merasa mereka semua mungkin menanyakan hal yang sama. ‘Kami memiliki keyakinan yang begitu dalam kepada Tuhan, jadi apa masalahnya?’ Memiliki keyakinan bukanlah dosa…
JMS dan mereka yang berkontribusi atas kejahatannya dengan mengatasnamakan Tuhan yang harus dihukum. Merekalah pelakunya.
Aku melihat komentar yang menyuruhku keluar dari DKZ dan kembali ke JMS. Bukannya aku tidak mengerti bagaimana perasaan orang tentangku ketika mereka menyalahkanku seperti ini.
Tapi aku harap semua orang membantu para pengikut JMS untuk sadar dan bangun. Itu permintaan yang tidak tahu malu, tapi aku akan sangat menghargai jika Anda memberi kami kesempatan.
Mengapa aku tidak bisa meninggalkan gereja saat itu? Ketika aku sadar, aku menyadari bahwa ajaran (JMS) tidak berbeda dengan ajaran agama semu lainnya.
Tetapi ketika JMS mengatakan bahwa dia adalah Mesias, aku meyakinkan diri sendiri bahwa dia hanya membandingkan dirinya dengan Mesias. Itu benar-benar pengecut.
Ketika kontroversi pertama kali pecah, aku menjadi sangat takut. Aku mencoba untuk membenarkan diriku sendiri, mengatakan bahwa aku ‘tidak tahu.’
Apakah aku benar-benar tidak tahu? Aku tidak ingin imanku dianggap tidak benar, jadi aku menutup mata terhadap berbagai hal. Aku menutup telinga dan mataku. Tapi sekarang, aku merasa tidak enak dengan rasa sakit para korban.
Bukankah ini hal baik aku tidak sepopuler itu? Mungkin jika aku lebih terkenal, maka aku bisa digunakan sebagai misionaris untuk JMS juga.
Semuanya mengerikan. Jadi… Ini semua sudah terlambat, tapi aku memutuskan hubungan dengan gereja sekarang.
Tidak ada lagi JMS," ujarnya menyudahi wawancaranya bersama Dispatch
Orangtua Kyungyoon juga menjelaskan bahwa mereka tidak menonton dokumenter itu, terlebih ibunya.
Ibunya sudah hidup bersama khotbah JMS lebih dari 20 tahun, ia takut hal yang ia percayai akan menghancurkannya.
Orangtuanya juga telah meninggalkan gereja. Mereka ingat hari dimana Kyungyoon menelpon mereka sambil menangis dan berkata kalau mereka semua telah dibodohi.
Meski awalnya bingung, orangtua Kyungyoon tetap memprioritaskan dia. Hal yang mudah bagi mereka untuk meninggalkan gereja.
Mereka juga berjanji tidak akan terikat dengan gereja manapun, juga mengikuti agama apapun.
Mengenai kafe yang mereka miliki, banyak rumor mengatakan kalau pengunjung akan mendengar hymne dan juga khotbah JMS didalamnya.
Terkait hal itu sudah dikonfirmasi oleh orangtua Kyungyoon sendiri, meskipun kafe mereka berada di gedung yang sama, tapi pintu masuknya berbeda serta tidak ada pintu yang terkoneksi dengan gereja di dalamnya.
Mereka menambahkan sekali atau dua kali seminggu, penggemar DKZ akan datang. Orangtua Kyungyoon berpikir anak mereka sudah menjadi populer, mereka bersyukur akan hal itu.
Mereka juga tidak pernah memutar hymne ataupun khotbah saat ada pengunjung, mereka menyebutkan bukannkah itu hal yang tidak jelas untuk dilakukan. Mereka bingung mengapa orang-orang harus berkata hal bohong seperti itu.
Orangtua Kyungyoon sangat merasa malu untuk menghadapi anak mereka. Mereka sebut ini bukan kesalahan Kyungyoon.
Mereka harap Kyungyoon dapat menjalani hidup dengan normal setelah ini. Orangtua Kyungyoon juga telah meminta maaf dengan tulus kepada khalayak umum.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.