Cetak Kesuksesan Besar, In The Name of God A Holy Betrayal Akan Lanjutkan Kisah Ke Musim Kedua

Lahirkan dampak yang besar, sutradara serial dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal akan siap lanjutkan kisah ke musim dua.
KPOPCHART.NET – In The Name of God A Holy Betrayal raih kesuksesan besar sejak penayangan perdana pada Jumat (3/3) lalu.
Berhasil bongkar kisah kelam tentang kisah empat pemimpin kultus di Korea Selatan, serial ini berhasil duduki peringkat satu terpopuler Netflix dibeberapa negara.
Secara khusus, In The Name of God A Holy Betrayal mengangkat kisah Jeong Myeong Seok, Park Soon Ja, Kim Ki Soon, dan Lee Jae Rok.
Baca Juga: In The Name of God A Holy Betrayal Kembali Seret PD dan Penerjemah KBS yang Diduga Jadi Pengikut JMS
Sama-sama menganggap diri sebagai Tuhan atau Nabi, kisah keempatnya ramai jadi perbincangan publik usai penayangan In The Name of God A Holy Betrayal.
Dalam konferensi pers yang diadakan pada (10/3), Sutrada Cho Sung Hyun muncul dihadapan publik menceritakan motivasi dan jatuh bangun yang ia hadapi saat proses produksi.
Dengan penjagaan yang ketat, ia mengaku memiliki kekhawatiran saat perlahan wajahnya mulai dipublikasi dan muncul di publik sebagai sutradara In The Name of God A Holy Betrayal.
Adanya ancaman yang terus datang mengancam keberadaannya membuat keluarga Cho Sung Hyun mempunyai kekhawatiran yang mendalam.
Ia bahkan mengungkapkan kekhawatiran kepada anaknya yang masih kecil dan mengaku ingin selalu bersama keluarganya dimana mereka berada.
Namun saat berkaca dari kasus penyerangan ayah dari Kim Do Hyun yang jadi korban penyerangan anggota JMS, Cho Sung Hyun yakin bahwa hal tersebut tidak akan terjadi karena masyarakat telah berubah.
"Profesor Kim menderita akibat serangan itu 20 tahun lalu. Saya ingin percaya bahwa masyarakat kita telah berubah dari Kemudian,” ungkap Cho Sung Hyun dikutip dari Allkpop.
Baca Juga: Merembet ke Industri Musik, In The Name of God Buat Fandom K-Pop Korea Selatan Boikot Synnara Record
Besarnya dampak yang ia hadapi saat berusaha untuk membongkar kekejian para pemimpin kultus, tidak membuatnya berhenti menyadarkan masyarakat hanya karena takut.
Ia secara khusus memiliki harapan yang besar dengan adanya serial dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal.
Cho Sung Hyun berharap banyak masyarakat yang masih tergabung dalam kultus dapat menonton serial ini dan segera meninggalkannya.
Walau tak menyebut secara signifikan kultus mana yang ia maksud, namun sebagian besar hal ini tertuju kepada para pengikut JMS atau Jeong Myeong Seok yang sampai saat ini masih aktif beroperasi.
Pihak Cho Sung Hyun bahkan menerima banyak hambatan dari pengikut JMS yang ingin menghalangi adanya serial In The Name of God A Holy Betrayal.
Terlepas dari banyak rintangan yang ia hadapi, keinginan Cho Sung Hyun untuk menyadarkan masyarakat lebih besar.
Tak ingin hanya berhenti sampai disini, Cho Sung Hyun mengungkapkan niatnya untuk mulai mengerjakan musim kedua dari In The Name of God A Holy Betrayal.
Hal ini didorong saat ia mendengar banyak korban kultus perlahan mulai tinggalkan aliran-aliran setelah menonton In The Name of God: A Holy Betrayal.
“Menurut aktivitas di komunitas online, banyak korban telah meninggalkan kultus ini setelah mendengar tentang film dokumenter tersebut,” ungkap Cho Sung Hyun.
Tidak hanya berimbas pada keanggotaan para pengikut saja, serial In The Name of God A Holy Betrayal juga ikut picu publik untuk boikot salah satu usaha yang diduga milik salah satu dari empat anggota kultus yang dibahas dalam serial tersebut.
Synnara Records merupakan sebuah perusahaan penjualan album K-Pop yang sangat terkenal tak hanya pasar nasional bahkan internasional.
Adanya serial In The Name of God A Holy Betrayal ini, buat banyak penggemar music Korea Selatan mulai tinggalkan Synnara Records yang diduga milik Kim Ki Soon.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.