Buntut Rumor Bullying Peserta Peak Time, JTBC Berikan Tanggapan!

JTBC memberikan tanggapan mengenai rumor bullying yang pernah dilakukan Kim Hyun Jae yang merupakan peserta Peak Time.
KPOPCHART.NET - Belum lama ini telah beredar rumor mengenai kasus perundungan yang dilakukan peserta Peak Time, Kim Hyun Jae.
Menanggapi kabar tersebut, JTBC selaku stasiun televisi yang menayangkan survival group Peak Time memberikan pernyataan resmi pada Kamis (9/3).
Pada pembukaan pernyataannya, JTBC mengucapkan terima kasih terhadap penggemar dan menyatakan tidak akan berpihak ke pelaku bullying.
Namun dalam menanggapi rumor tersebut, JTBC harus berhati-hati dalam melakukan investigasi.
Baca Juga: Kontestan Peak Time JTBC Diduga Melakukan Bullying Saat Remaja, Korban Patah di Bagian Ini!
"Staf produksi ingin menekankan bahwa kami tidak berniat berpihak pada pengganggu sekolah, namun, kami berhati-hati untuk memastikan bahwa tidak ada yang menjadi korban niat baik, dan oleh karena itu perlu waktu untuk mengonfirmasi fakta," ungkap JTBC.
Cerita yang tidak cocok dari kedua belah pihak membuat JTBC harus menyelidiki kasus ini secara mendalam.
Bukan hanya pengakuan dari kedua sisi, JTBC mengungkapkan akan mengambil kesaksian dari banyak pihak seperti mantan guru, mantan teman sekelas dan petugas polisi dari lingkungan sekitar.
Menyatakan transparansinya, JTBC akan menyelidiki kasus ini dengan jelas dan akan terus mengabarkan perkembangannya.
Baca Juga: 'Collaboration Battle' Jadi Misi Ke-2 Untuk Acara Peak Time di Episode 4, Intip Keseruannya!
Sebagai penutup, JTBC berjanji akan melakukan yang terbaik dan mempersembahkan program yang bagus.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat program yang bagus," tutup JTBC di pernyataan resminya.
Kasus bullying ini berawal dari pernyataan seseorang yang mengaku sebagai korban bully Kim Hyun Jae.
Pada pengakuannya, korban mengaku telah dirundung sejak Sekolah Dasar (SD) hinga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pada pernyataannya juga, korban mengaku mendapat kekerasan hingga mengalami patah di jarinya dan pelaku tidak pernah meminta maaf dengan benar.
Dalam memperkuat pengakuannya, korban mengunggah album kelulusan sebagai bukti pernyataannya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.