Ramai Jadi Perbincangan, Intip Sinopsis dan Fakta-fakta Serial Dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal!

Serial dokumenter In The Name of God: A Holy Betrayal ramai diperbincangkan publik usai bongkar kasus mengerikan para pemimpin kultus.
KPOPCHART.NET – Serial Netflix In The Name of God: A Holy Betrayal jadi topik yang ramai diperbincangan sejak penayangan perdananya pada 3 Maret lalu.
In The Name of God: A Holy Betrayal merupakan serial dokumenter yang mengisahkan tentang empat pemimpin kultus di Korea Selatan.
Serial dokumenter yang digarap oleh Cho Sung Hyun ini berhasil bongkar kisah kelam para pemimpin kultus, yakni Jeong Myeong Seok, Lee Jae Rok, Kim Ki Son, dan Park Soo Ja.
Kisah kelam Jeong Myeong Seok pemimpin Jesus Morning Star atau JMS yang lakukan pemerkosaan terhadap ratusan bahkan ribuan jemaat perempuannya.
Baca Juga: Merembet ke Industri Musik, In The Name of God Buat Fandom K-Pop Korea Selatan Boikot Synnara Record
Lalu ada kisah dari Park Soon Ja dari Gereja Odaeyang yang meninggal secara misterius di plafon pabriknya bersama 30 anggotanya.
Sama-sama seorang perempuan, selanjutnya ada Kim Ki Soon dari Baby Garden yang lakukan kerja paksa kepada para pengikutnya dan tega pukuli pengikutnya hingga mati, tidak hanya orang dewasa namun anak-anak juga.
Terakhir, ada Lee Jae Rok dari gereja Manmin yang mengaku bisa sembuhkan segala jenis penyakit mematikan atau masalah lain dalam hitungan detik.
Keempat pemimpin ini juga mengakui dirinya sebagai Tuhan dan lakukan tindakan mengerikan mengatasnamakan Tuhan.
Berikut 5 fakta-fakta menarik imbas penayangan serial In The Name of God: A Holy Betrayal:
1. Anggota JMS lakukan teror
Para pengikut Jeong Myeong Seok atau anggota JMS lakukan teror terhadap tim produksi dan korban-korban yang memilih untuk mengungkapkan sisi kelam Jeong Myeong Seok.
Dilansir dari Koreaboo, sutradara Cho Sung Hyun akui bahwa tim produksinya dan para korban Jeong Myeong Seok diikuti oleh beberapa anggota JMS.
2. Kebocoran Informasi
Dalam serial In The Name of God: A Holy Betrayal dihadirkan sosok Maple Yip, korban Jeong Myeong Seok yang berasal dari Hongkong.
Kedatangan Maple Yip ke Korea Selatan untuk bongkar kasus pelecehan Jeong Myeong Seok ini sempat dihalangi oleh para anggota JMS yang tersebar di Hongkong maupun Korea.
Sutradara Cho Sung Hyun bahkan mengaku bahwa ia menaruh curiga kepada tim produksinya sendiri dan mengganti tiga kali tiket pesawat Maple Yip guna hindari anggota JMS yang mengincar sang narasumber.
3. Dituntut oleh JMS
Jelang penayangan In The Name of God: A Holy Betrayal, pihak Jeong Myeong Seok mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk tolak adanya serial ini.
Namun, tuntutan dari pihak Jeong Myeong Seok ini tampaknya tak diindahkan oleh pengadilan karena menganggap bahwa serial ini dibuat berdasakan fakta dan bukti yang objektif.
4. Synnara Records
Diketahui salah seorang pemimpin kultus dalam serial In The Name of God: A Holy Betrayal, Kim Ki Soon merupakan ketua Synnara Records.
Synnara Records jelas sudah tak asing lagi bagi para pendengar setia music KPOP, hal ini dikarenakan Synnara Records merupakan took penjualan album yang cukup terkenal dan sering cetak rekor penjualan album terbanyak.
Usai penayangan In The Name of God: A Holy Betrayal, para penggemar KPOP perlahan mulai lakukan pemboikotan besar-besaran terhadap Synnara Records.
5. Bocornya lokasi gereja JMS
Seorang warganet bagikan foto salah satu bangunan yang diduga merupakan satu dari ratusan gereja JMS di Korea Selatan.
Pembocoran ini dilakukan oleh warganet sebagai upaya agar tidak ada lagi orang yang mau untuk gabung ke dalam kultus ini.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.