Dijual hingga 4 Kali Lipat Harga Asli, Praktik Calo Tiket Makin Marak Jelang Konser World Tour BTS

Tiket konser BTS dijual hingga 4x lipat, praktik calo dan pelanggaran aturan makin meresahkan penggemar global
KPOPCHART.NET - Praktik calo tiket terus menjadi masalah serius di industri konser global K-Pop, dan grup besar seperti BTS pun tidak luput dari hal ini.
Menjelang konser BTS di Stadion Goyang, tanda-tanda perdagangan tiket ilegal mulai terdeteksi di berbagai negara, terutama di China.
Laporan menyebutkan bahwa tiket konser BTS dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi dari harga resmi sehingga memicu kekhawatiran di kalangan para penggemar, khususnya ARMY.
Baca Juga: Ketujuh Kalinya di Puncak! BTS Kuasai Billboard 200 Lewat Comeback Terbaru ARIRANG!
Berdasarkan beberapa laporan lainnya, tiket konser BTS untuk tanggal 9 April yang awalnya seharga 198.000 KRW (sekitar 2,2 juta Rupiah) dijual kembali dengan harga fantastis.
Di platform media sosial China, tiket tersebut ditawarkan dengan harga 1,06 juta KRW (sekitar 11,8 juta Rupiah) atau hampir empat kali lipat harga aslinya.
Bahkan di platform penjualan global, harga tiket tersebut melonjak lebih tinggi hingga mencapai sekitar 2,94 juta KRW (sekitar 32,9 juta Rupiah).
Selain penjualan ulang, berbagai cara untuk mengakali sistem verifikasi identitas juga dilaporkan beredar luas secara online.
Baca Juga: Lagu Comeback yang Berani Beda, Member BTS Ungkap Pendapat Internal Mereka Soal Lagu SWIM
Metode tersebut diantaranya termasuk membatalkan tiket untuk dibeli ulang pihak lain hingga memindahkan gelang akses kepada orang berbeda.
Praktik ini jelas melanggar aturan resmi yang telah ditetapkan oleh BigHit Music dan HYBE terkait distribusi tiket.
Meski sudah ada peringatan tegas, penjualan ilegal dan pembelian melalui jalur tidak resmi masih terus terjadi.
Baca Juga: Dominasi Global BTS: ARIRANG Puncaki Tangga Lagu di 115 Negara
Konser BTS di Goyang yang membuka tur dunia ARIRANG pada tanggal 9 hingga 12 April kini dibayangi kekhawatiran soal calo tiket yang semakin merajalela.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.