Polisi Telah Meluncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Pemberian Resep Pil Tidur oleh MC Mong. Apa yang Terjadi?

Polisi telah meluncurkan penyelidikan mengenai laporan penyalahgunaan resep pil tidur terhadap MC Mong. Bagaimana kronologinya?
KPOPCHART.NET - Polisi telah meluncurkan prosedur penyelidikan terhadap penyanyi dan mantan produser eksekutif Big Planet Made Entertainment (BPM), MC Mong.
Penyelidikan diduga atas penerimaan resep obat tidur yang diatasnamakan orang lain, bukan dirinya.
Menurut Yonhap News, pada tanggal 27 Februari hari ini, Kantor Polisi Gangnam Seoul dilaporkan sedang menyelidiki kasus yang diajukan oleh mantan Ketua Asosiasi Dokter Korea.
Baca Juga: BLACKPINK Comeback dengan Formasi Lengkap, Kolaborasi Spektakuler hingga Melonjaknya Saham YG
Sang mantan ketua, yakni Lim Hyun Taek, mengajukan kasus terhadap MC Mong pada tanggal 25 Februari karena melanggar Undang-Undang Pengendalian Narkotika dan Undang-Undang Kedokteran.
Dirinya mengajukan pengaduan ke Kejaksaan melalui Pusat Pengaduan Warga bulan lalu.
Pengaduan tersebut berisi tuduhan bahwa MC Mong menerima resep obat psikotropika Zolpidem atas nama mantan manajernya.
Baca Juga: Mencoba Hal Baru, Onew SHINee Mengambil Langkah Pertamanya Menjadi Produser untuk Album Tough Love
Zolpidem adalah psikotropika yang harus dikontrol ketat, biasanya dipakai untuk obat gangguan tidur seperti insomnia dan diresepkan penggunaan jangka pendek, serta memerlukan resep dari lembaga medis untuk diberikan dan didistribusikan.
Lim Hyun Taek sebagai penuduh akan dipanggil untuk diinterogasi dan kemudian baru melanjutkan kasus tersebut ke Kantor Polisi Gangnam, yang memiliki yurisdiksi atas kediaman MC Mong.
Menurut informasi terakhir, belum ada konfirmasi mengenai kelanjutan akan tuduhan yang diberikan tersebut, dan belum ada klarifikasi dari MC Mong.
Sebelumnya, kasus penyalahgunaan resep juga pernah terjadi pada PSY, dimana dirinya menerima obat atas nama manajernya pada Desember 2025.
Hal ini berujung pada penggeledahan kantor agensi miliknya, yakni P Nation.
PSY menerima obat tidur/psikotropika (seperti Xanax dan Stilnox) tanpa melakukan konsultasi tatap muka langsung dengan dokter.
Pihak PSY kemudian mengakui kelalaian dalam prosedur pengambilan obat oleh manajernya dan meminta maaf.
Mereka juga memberi bantahan terkait adanya penyalahgunaan dan menyatakan bahwa obat tersebut digunakan untuk mengatasi gangguan tidur kronis yang sudah didiagnosis dokter.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.