BLACKPINK Kembali Bikin Sejarah Lewat Kolaborasi Album DEADLINE Bersama Museum Nasional Korea yang Menyatukan K-Pop dan Warisan Budaya

BLACKPINK berkolaborasi dengan Museum Nasional Korea lewat proyek DEADLINE, menghadirkan pengalaman unik yang memadukan musik dan budaya
KPOPCHART.NET - Kolaborasi BLACKPINK kali ini benar-benar bikin fans angkat alis, karena girl group global ini kembali menunjukkan bahwa pengaruh mereka sudah melampaui batas musik semata.
Lewat proyek terbaru bertajuk "DEADLINE", BLACKPINK resmi menggandeng Museum Nasional Korea dalam sebuah kerja sama budaya yang terbilang bersejarah.
YG Entertainment mengumumkan bahwa proyek National Museum of Korea X BLACKPINK akan berlangsung mulai tanggal 26 Februari hingga 8 Maret. Kolaborasi ini menjadi pertemuan unik antara ikon K-Pop dunia, institusi budaya nasional Korea, dan Spotify sebagai mitra resmi global.
Baca Juga: Jelang Comeback BLACKPINK, Jennie BLACKPINK Beli Gedung Miliaran Won Secara Tunai di Kawasan Ini!
Bagi BLINK, sebutan bagi para penggemar BLACKPINK, proyek ini bukan sekadar promosi album biasa, melainkan pengalaman yang menyentuh sisi budaya dan sejarah Korea.
BLACKPINK seolah ingin mengajak penggemar melihat bahwa musik dan warisan budaya bisa berjalan beriringan.
Selama periode proyek, bagian luar Museum Nasional Korea akan disinari cahaya pink yang langsung mengingatkan pada identitas BLACKPINK. Efek visual ini diprediksi akan menjadi spot foto favorit pengunjung sekaligus simbol kuat dari kolaborasi tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, keempat member BLACKPINK juga akan berperan sebagai pemandu audio untuk delapan artefak penting. Lewat suara mereka, pengunjung akan diajak mengenal sejarah dan nilai budaya Korea dengan cara yang lebih personal.
Salah satu titik paling menarik dalam proyek ini adalah sesi mendengarkan album penuh "DEADLINE" yang digelar di area Prasasti Gwanggaeto. Lokasi ini berada di jalur “Path of History” di lobi utama museum, menambah kesan sakral sekaligus eksklusif.
Baca Juga: Rose BLACKPINK Jadi Sorotan Usai Berfoto dengan YouTuber Ratusan Juta Followers, Siapakah Dia?
Beberapa sesi listening akan dibatasi khusus untuk pengguna Spotify Premium. Hal ini tentu membuat banyak penggemar berlomba-lomba mendaftar demi mendapatkan pengalaman yang lebih spesial.
Acara pre-listening akan dimulai sehari sebelum perilisan resmi album. Pendaftaran dilakukan melalui reservasi Naver yang dibuka pada tanggal 19 Februari pukul 20.00 waktu Korea.
Setelah album resmi dirilis pada 27 Februari pukul 14.00 KST, sesi mendengarkan akan dibuka untuk umum. Pengunjung museum bisa menikmati album "DEADLINE" selama jam operasional tanpa syarat khusus.
BLACKPINK sendiri mencatat sejarah sebagai artis K-Pop pertama yang melakukan kolaborasi resmi berskala besar dengan Museum Nasional Korea. Fakta ini kembali menegaskan posisi mereka sebagai representasi global K-Pop.
Banyak penggemar memuji langkah ini sebagai upaya cerdas memperkenalkan budaya Korea ke dunia internasional. Musik yang digabungkan dengan ruang sejarah dianggap memberikan pengalaman yang lebih bermakna.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Gugup Hadapi Perang Psikologis dan Picu Ketegangan di Manitto Club!
Tak hanya fandom, kalangan budaya dan masyarakat umum juga diperkirakan akan tertarik dengan proyek ini. Pendekatan lintas bidang seperti ini dinilai jarang dilakukan oleh idol group.
Mini album ketiga BLACKPINK bertajuk "DEADLINE" sendiri menjadi pusat dari keseluruhan proyek ini. Album tersebut menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musik mereka.
Album "DEADLINE" akan berisi lima lagu dengan warna musik yang beragam. Lagu utama “GO” dan lagu pra-rilis “JUMP” sudah lebih dulu menarik perhatian publik.
Selain itu, terdapat lagu “Me and My”, “Champion”, dan “Fxxxboy” yang melengkapi tracklist album. Kombinasi judul lagu ini membuat fans makin penasaran dengan konsep keseluruhan album.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Cari Cinta Lewat Boyfriend on Demand Saat Realita Hidup Terasa Melelahkan!
Dengan proyek ini, BLACKPINK sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan hanya trendsetter di industri musik. Mereka juga mampu membuka jalur baru dalam kolaborasi antara K-Pop dan budaya nasional.
Buat BLINK dan pencinta K-pop, kolaborasi ini jelas bukan sesuatu yang ingin dilewatkan begitu saja. Dari musik, visual, hingga nilai budaya, "DEADLINE" terasa seperti proyek yang wajib disimak sampai akhir.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.