Cha Eun Woo Tersandung Kasus Dugaan Penggelapan Pajak, Deretan Brand Ini Mulai Menghapus Wajah sang Idol dari Iklannya

Brand mulai hapus wajah Cha Eun Woo dari iklannya buntut skandal dugaan penggelapan pajak yang ditujukan pada sang artis.
KPOPCHART.NET - Cha Eun Woo kini menghadapi skandal kasus dugaan penggelapan pajak.
Dicurigai ia melakukan penggelapan pajak senilai 20 miliar Won atau sekitar 200 miliar Rupiah.
Hal ini membuat brand-brand yang sempat menjadikannya salah satu model iklan memberikan reaksi.
Brand kecantikan, keuangan, mode, pendidikan hingga afiliasi perusahaan besar memutuskan hubungan mereka setelah kabar ini mulai menyebar.
Brand perawatan kulit Abib membuat video dan unggahan iklannya yang menampilkan Cha Eun Woo menjadi privat.
Hal ini juga dilakukan oleh Shinhan Bank, Marithé François Girbaud, Daesung MyMac dan beberapa brand di bidang keuangan, mode dan pendidikan.
Meski agensi Cha Eun Woo, Fantagio telah menyampaikan pernyataan, namun SSG.com masih membuat iklannya menjadi privat.
Bahkan Kementerian Pertahanan Nasional juga telah menghapus konten yang menampilkan Cha Eun Woo sebagai narator di saluran YouTube "KFN Plus" dan membuatnya menjadi privat.
Sebelumnya, Cha Eun Woo sempat angkat bicara terkait dengan masalah yang menimpanya pada 26 Januari.
"Saya dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi banyak orang karena isu-isu baru-baru ini yang berkaitan dengan saya.
Ini telah menjadi kesempatan bagi saya untuk merenungkan secara mendalam apakah saya telah cukup ketat dalam memenuhi kewajiban saya untuk membayar pajak sebagai warga negara Republik Korea," tulis Cha Eun Woo melalui media sosialnya.
Fantagio juga memberikan keterangan lebih lanjut pada 27 Januari 2026.
"Masalah saat ini sedang diselidiki oleh otoritas pajak untuk mengkonfirmasi fakta. Baik agensi maupun artis sepenuhnya bekerja sama dalam lingkup yang diperlukan.
Jika keputusan hukum atau administratif menjadi jelas, kami akan bertanggung jawab mengambil tindakan yang diperlukan berdasarkan hasilnya.
Kami dengan sungguh-sungguh meminta untuk menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar, menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi, dan interpretasi yang berlebihan mengenai klaim dan kecurigaan yang muncul," ujar agensi.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.