Dilaporkan Ada Lebih dari 90 Pengaduan Diajukan Setelah Pengumuman Konser World Tour BTS di Busan, Apa yang Terjadi?

Pemerintah Kota Busan telah menerima lebih dari 90 pengaduan setelah pengumuman konser world tour BTS diumumkan. Apa yang terjadi?
KPOPCHART.NET - Pemerintah kota Busan mengkonfirmasi bahwa pihak mereka telah menerima lebih dari 90 keluhan melalui sistem pelaporan QR Organisasi Pariwisata Korea.
Penyebab membludaknya pelaporan adalah karena pembatalan mendadak dan kenaikan harga secara drastis pada hotel-hotel dan penginapan di kota tersebut, dengan pihak penyedia yang berupaya membuat konsumen memesan ulang kamar dengan harga lebih mahal.
Hal ini bermula dari seorang penggemar boy group BTS dari Daegu yang memposting di media sosial mengenai sebuah hotel yang meminta mereka untuk membatalkan reservasi yang sudah dikonfirmasi.
Baca Juga: FIFTY FIFTY Nyanyikan OST Drama Spring Fever, Ini Lirik Romanisasi dan Terjemahan Lagu Still In Me!
Fans BTS tersebut menambahkan bahwa adanya dugaan pihak hotel yang mencoba menjual kembali kamar tersebut dengan harga lebih tinggi, sehingga dia melaporkan kejadian tersebut kepada tim pelayanan pelanggan di platform pemesanan.
Bahkan seorang fans lain mengatakan bahwa jika pengaduan yang diajukan tidak membuahkan hasil, maka dirinya memutuskan untuk tidur di dalam mobil.
Laporan lain juga menggambarkan perilaku serupa, dengan operator mendesak tamu untuk membatalkan kamar yang telah dipesan sebelumnya atau menaikkan harga hingga 10 kali lipat dari harga biasanya.
Baca Juga: Rayakan 2000 Hari Debut, TREASURE Hadiahkan Special Film Better Than Me untuk Penggemar
Setelah ditelusuri, seorang pejabat pemerintah kota Busan memperkirakan bahwa permasalahan ini bermula setelah tanggal dan tempat konser BTS diumumkan pada 13 Januari kemarin.
Tinjauan terhadap platform pemesanan menunjukkan bahwa kamar-kamar hotel atau penginapan di Busan selama periode konser BTS yang berlangsung dari tanggal 12 - 13 Juni, terdaftar dengan harga mulai dari 600.000 hingga 700.000 Won (sekitar 7,2 juta hingga 8,4 juta Rupiah) per malam.
Tidak sampai di situ saja, sebuah wisma yang biasanya mengenakan biaya 70.000 Won (sekitar 840 ribu Rupiah) per malam pada bulan Februari, ditemukan mencantumkan kamar yang sama dengan harga 600.000 Won (sekitar 7,2 juta Rupiah) untuk bulan Juni mendatang.
Baca Juga: Siapa Sebenarnya Sarah Kim? Shin Hye Sun X Lee Jun Hyuk Hadirkan Misteri Elegan di The Art of Sarah!
Hotel-hotel di pusat Seoul sudah penuh dipesan menjelang konser BTS di bulan Maret, dengan permintaan yang meluas hingga ke Myeongdong dan Euljiro yang ada di dekatnya.
Kemudian di Kota Goyang, Gyeonggi, tempat konser yang dijadwalkan pada bulan April, sebanyak 1200 kamar di dekat Kompleks Olahraga Goyang juga telah dipesan.
Platform penginapan mencantumkan tarif kamar per malam antara 600.000 hingga 730.000 Won (sekitar 7,2 juta hingga 8,76 juta Rupiah).
Menanggapi kontroversi serta pelaporan yang terus meningkat ini, pemerintah kota Busan mengadakan pertemuan bersama pada hari Jumat kemarin dengan beberapa pihak seperti pemerintah daerah, kelompok konsumen, dan bisnis perhotelan dari 7 daerah.
Usulan yang sedang dipertimbangkan termasuk memperluas akses ke fasilitas penginapan umum, menawarkan intensif kepada bisnis yang "ramah harga", dan membuka sementara asrama universitas dan pusat pelatihan umum selama acara berskala besar.
Presiden Korea Selatan saat ini, yaitu Lee Jae Myung juga ikut membahas masalah harga penginapan yang berlebihan di Busan dalam sebuah unggahan sosial media, menyebut praktik tersebut sebagai penyalahgunaan dan merupakan sebuah kejahatan.
Jika tidak diatasi, maka akan berdampak menghancurkan tatanan pasar dan membuat kerugian serius untuk semua orang, sehingga hal ini harus diberantas oleh pihak berwenang.
Pemerintah Korea Selatan berencana untuk mengumumkan serangkaian langkah komprehensif untuk mengatasi praktik penetapan harga yang berlebihan secepatnya awal tahun ini.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.