Ningning Dikonfirmasi Tidak Akan Hadir Pada Event di Jepang, Apakah Efek Konflik Jepang dan China?

Ningning dikonfirmasi tidak akan menghadiri Kōhaku Uta Gassen di Jepang. Apakah karena Influenza atau efek dari konflik Jepang dan China?
KPOPCHART.NET - Pada tanggal 29 Desember kemarin, SM Entertainment mengumumkan bahwa Ningning tidak bisa berpartisipasi pada salah satu kegiatan akhir tahun aespa.
Kegiatan tersebut merupakan event Kōhaku Uta Gassen yang diadakan di Jepang pada tanggal 31 Desember mendatang.
Kōhaku Uta Gassen adalah program musik akhir tahun unggulan Jepang yang ditayangkan di NHK.
Baca Juga: Penyanyi CHUU Ungkap Spoiler Album Penuh Pertamanya Lewat Teaser Lirik Bertema Realitas dan Virtual
Pada web resmi Jepang milik SM Entertainment, diberitahukan bahwa Ningning didiagnosis menderita influenza (flu).
Sebab hal itulah, dirinya harus menerima perawatan di rumah sakit karena kesehatannya yang terus memburuk.
Sehingga event akhir tahun ini hanya akan dihadiri oleh tiga anggota aespa lainnya, yaitu Karina, Giselle dan Winter untuk mengisi acara program musik tersebut.
Baca Juga: Terlalu Dekat dengan Sang Sahabat, Gong Yoo Sempat Dikira Penyuka Sesama Jenis oleh Orang Luar
Banyak yang menyangkut pautkan bahwa ketidakhadiran idol asal Tiongkok tersebut dengan konflik politik antara Jepang dan China yang masih memanas hingga saat ini.
Mengingat 3 anggota Jepang boy group TREASURE sebelumnya, juga harus absen pada salah satu event di Shanghai beberapa waktu lalu.
Serta menjadikan penyakit flu sebagai penyebab ketidakhadiran Ningning, hanyalah sebagai alasan aman untuk sang artis demi mencegah panasnya konflik politik kedua negara tersebut.
Selain itu, Ningning juga sempat terlibat kontroversi ketika foto lampu yang diunggahnya di media sosial pada tahun 2022 dikatakan menyerupai awan jamur yang muncul setelah ledakan bom atom.
Sebuah petisi pun diajukan untuk membatalkan penampilan Ningning, namun SM menjelaskan bahwa unggahan sang idol tidak memiliki tujuan khusus, meskipun menimbulkan beberapa kekhawatiran.
Secara khusus, konflik antara China dan Jepang semakin intensif karena pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, tentang "intervensi jika terjadi keadaan darurat di Taiwan."






Comments
Sign in with your Weblu commenter account to leave a comment.