← Kembali ke Blog
NHKKohaku Uta Gassenaespapetisi

Petisi Terhadap aespa Terus Meningkat hingga Ditandangani 120.000 Orang, NHK Berikan Pernyataan Tegas!

Siti Hajar Kpop Chart · December 4, 2025
Petisi Terhadap aespa Terus Meningkat hingga Ditandangani 120.000 Orang, NHK Berikan Pernyataan Tegas!

Petisi online di Jepang yang meminta aespa tidak tampil di Kōhaku Uta Gassen ke 76 telah ditandatangani 120.000 orang, pihak NHK merespon


KPOPCHART.NET – Rabu (3/12), media Jepang melaporkan terkait respon yang diberikan oleh Yamana Hiroo, Direktur Eksekutif NHK, mengenai penampilan aespa di Kōhaku Uta Gassen ke-76. 

Rapat Komite Urusan Umum Majelis Tinggi digelar pada Selasa (2/12), dengan membahas terkait postingan Ningning aespa yang memunculkan petisi online di Jepang.

Dalam rapat tersebut, anggota parlemen Ishii Naeko menyoroti petisi online yang telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan untuk membatalkan penampilan aespa.

Baca Juga: Satu Drama Lagi! Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Masuk Line Up Drama Thriller Psikologis MBC

Menanggapi hal tersebut, NHK menyatakan telah mengonfirmasi kepada agensi bahwa Ningning tidak memiliki niat meremehkan korban bom atom.

Sehingga, sudah dipastikan bahwa aespa tetap tampil di Kōhaku Uta Gassen ke-76 pada 31 Desember 2025 tanpa perubahan jadwal.

Petisi yang menuntut pembatalan penampilan aespa kini telah ditandatangani lebih dari 120.000 orang.

Baca Juga: Jungkook BTS Cetak Sejarah: Jadi Artis Solo Kpop Pertama yang Tampil di Cover Rolling Stone UK!

Kontroversi ini berawal dari unggahan Ningning yang pernah memotret lampu meja berbentuk seperti 'awan jamur' ledakan bom atom dan menyebutnya “cute.”

Banyak penggemar K-pop menilai bahwa Ningning tidak memiliki maksud politik dan kontroversi tersebut dinilai terlalu dilebih-lebihkan.

Situasi ini dianggap sensitif karena ketegangan antara Tiongkok dan Jepang sedang meningkat serta dapat berdampak pada industri hiburan, khususnya grup K-pop multinasional.

Baca Juga: Setelah 13 Tahun Debut, Seo Eunkwang BTOB Hadir dengan Album UNFOLD yang Menguak Pertanyaan Tentang Jati Diri

Pembatalan fanmeeting JO1 dan serangkaian konser artis Jepang di Tiongkok memperkuat kekhawatiran munculnya pembatasan budaya Jepang mirip kebijakan 'Hallyu ban' yang dulu merugikan K-pop.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan