← Kembali ke Blog
JepangChinaPolitikAespaKohaku Uta Gassen

Terjebak Badai Konflik China dan Jepang: Petisi Jepang Makin Memanas, aespa Didesak Coret Ningning dari Kohaku Uta Gassen

Axel Felix Jeremia · November 20, 2025
Terjebak Badai Konflik China dan Jepang: Petisi Jepang Makin Memanas, aespa Didesak Coret Ningning dari Kohaku Uta Gassen

Ketegangan China dan Jepang makin meluas ke dunia hiburan saat petisi besar menolak kehadiran Ningning aespa di Kohaku Uta Gassen


KPOPCHART.NET - Di tengah hubungan politik China dan Jepang yang kembali memanas, dunia K-Pop mendadak ikut terseret. Bahkan aespa yang seharusnya sibuk menyambut panggung akhir tahun justru berada di pusat badai kontroversi baru.

Semua bermula dari satu pengumuman sederhana: aespa masuk lineup Kohaku Uta Gassen. Setelah itu, situasi berubah menjadi panas dalam hitungan jam.

Ketegangan politik antara China dan Jepang kembali meningkat setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae soal kemungkinan intervensi di konflik Taiwan. Pernyataan tersebut memicu respons keras dari Beijing.

Baca Juga: Lineup Semakin Memanas! Jennie BLACKPINK dan aespa Dikonfirmasi Tampil di Melon Music Awards 2025

Tak hanya berdampak pada ranah diplomatik, situasi panas ini juga merembet ke industri hiburan, dan aespa tanpa diduga menjadi pusat perhatian negatif.

Menurut laporan Sing Tao Daily dan China News, platform musik Tiongkok QQ Music tiba-tiba membatalkan fan event JO1 di Guangzhou pada tanggal 17 November. Keputusan itu disebut sebagai force majeure.

Pembatalan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ketegangan politik sedang memengaruhi aktivitas budaya kedua negara. Banyak pengamat menilainya sebagai bentuk penolakan Tiongkok terhadap kegiatan hiburan Jepang.

Dalam waktu bersamaan, reaksi juga muncul di Jepang. Bukan dari pemerintah, melainkan dari masyarakat yang menaruh perhatian pada keikutsertaan aespa di acara Kohaku Uta Gassen.

Segera setelah lineup diumumkan, sebuah petisi di situs Change.org diluncurkan dengan tujuan khusus: melarang Ningning tampil di acara legendaris tersebut.

Baca Juga: Begini Respon Publik Usai Karina aespa Resmi Jadi Brand Ambassador CHANEL Beauty!

Petisi itu membawa kembali kontroversi lama dari tahun 2012, ketika Ningning mengunggah foto dengan efek cahaya yang dianggap menyerupai awan jamur. Unggahan itu dulu memicu reaksi negatif di Jepang.

Kini dengan hubungan kedua negara yang sedang rapuh, peristiwa lama itu kembali diangkat sebagai alasan untuk menolak kehadiran Ningning.

Petisi tersebut berkembang dengan sangat cepat, melampaui 50.000 tanda tangan hanya dalam waktu sehari.

Pada tanggal 20 November hari ini, jumlah tanda tangan telah mendekati angka 80.000.

Para pengaju petisi menegaskan bahwa Kohaku Uta Gassen adalah simbol budaya Jepang, sehingga mereka menilai kehadiran Ningning sebagai sesuatu yang tidak pantas.

Media Hong Kong bahkan menyebut aespa sebagai “korban budaya terbesar” dalam konflik China dan Jepang kali ini, karena mereka terkena dampak meskipun bukan pihak yang terlibat langsung.

Baca Juga: SM Entertainment Umumkan Winter aespa Tidak Hadir di Konser Karena Gejala Influenza

Reaksi netizen Jepang pun beragam, dengan sebagian besar mempertanyakan apakah NHK benar-benar mempertimbangkan sensitivitas sejarah sebelum mengundang aespa.

Sementara itu, fans aespa di berbagai negara menyuarakan dukungan untuk Ningning. Mereka menilai kontroversi tersebut tidak relevan dengan kegiatan aespa di panggung musik.

Banyak penggemar yang menekankan bahwa serangan terhadap Ningning seharusnya tidak terjadi, terlebih karena unggahan lama yang dipermasalahkan pun tidak memiliki konteks politik.

Di tengah memuncaknya situasi, SM Entertainment belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan perubahan jadwal atau keputusan NHK ke depannya.

Dengan ketegangan politik yang diperkirakan akan berlangsung lama, banyak pihak mulai bertanya-tanya apakah kasus ini akan berdampak pada hubungan budaya antara Korea, China, dan Jepang.

Baca Juga: aespa Akan Rilis 4 Lagu Solo yang Dibawakan Member di konser SYNK: aeXIS LINE, Ini Detailnya!

Para penggemar kini hanya bisa berharap konflik ini tidak mengganggu persiapan aespa menjelang akhir tahun, terutama karena panggung Kohaku Uta Gassen biasanya menjadi salah satu acara paling prestisius untuk grup K-Pop.

Di tengah kontroversi yang terus membesar, masa depan penampilan aespa di Kohaku Uta Gassen kini berada di zona abu-abu.

Apakah Ningning tetap akan tampil, atau tekanan publik Jepang akan memengaruhi keputusan NHK? Satu hal yang pasti: aespa kembali membuktikan bahwa ketenaran global juga berarti siap menghadapi badai di luar panggung.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan