Kabar Duka: Baek Se Hee, Penulis I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki Meninggal Dunia dan Donorkan Organ untuk 5 Pasien

Baek Se Hee, penulis I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki, meninggal di usia 35 tahun dan donorkan organ untuk 5 pasien
KPOPCHART.NET - Kabar duka datang dari dunia sastra Korea Selatan.
Baek Se Hee, penulis buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki yang menjadi fenomena global, dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama para pembaca yang menemukan penghiburan dan kekuatan lewat tulisannya.
Baca Juga: Buku Baru Ungkap Dampak Kesehatan Pelatihan Kpop, Sebut 80 Persen Trainee Alami Amenore
Buku tersebut dikenal luas karena kejujurannya dalam membahas perjuangan hidup dengan depresi dan keinginan untuk tetap bertahan.
Menurut laporan dari Korea Organ Donation Agency, Baek Se Hee dinyatakan mati otak di Rumah Sakit Layanan Asuransi Kesehatan Nasional Ilsan, Goyang, Provinsi Gyeonggi.
Meski begitu, ia memberikan kehidupan baru bagi orang lain dengan menyumbangkan jantung, paru-paru, hati, dan kedua ginjalnya.
Baca Juga: Yes24 Lumpuh Lagi Akibat Serangan Ransomware, Ganggu Penjualan Tiket Konser Hingga Pengiriman Buku
Donasi organ tersebut berhasil menyelamatkan lima pasien yang tengah menunggu transplantasi, menjadikan kepergian Baek penuh makna dan kebaikan hingga akhir hayatnya.
Penyebab pasti kematian Baek Se Hee belum diungkapkan kepada publik.
Namun banyak penggemar mengenangnya sebagai sosok yang tulus dan berani membicarakan isu kesehatan mental yang sering dianggap tabu.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Menang Gugatan atas Pria yang Mengaku Ayahnya, Buku Diperintahkan Dimusnahkan
Melalui bukunya, Baek membuka ruang bagi banyak orang untuk berbicara tentang perasaan tertekan, kesepian, dan perjuangan menemukan makna hidup di tengah depresi.
Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki pertama kali diterbitkan pada tahun 2018 dan berisi percakapan nyata antara Baek dengan psikiaternya setelah ia didiagnosis menderita "distimia", sebuah bentuk penyakit depresi kronis.
Karya ini mendapat sambutan hangat dan direkomendasikan oleh banyak selebriti, termasuk RM BTS.
Baca Juga: QWER Bagikan Poster untuk Comeback Mini Album Terbarunya, Tampilkan Nuansa Hujan dan Buku Harian
Buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan terjual lebih dari satu juta kopi di seluruh dunia.
Adik Baek Se Hee menyampaikan pesan haru melalui lembaga donor organ yang menanganinya.
“Mimpi kakakku adalah untuk terhubung dengan orang lain dan berbagi mimpi melalui tulisannya. Mengetahui hatinya yang begitu lembut dan tidak menyimpan kebencian, kami berharap ia kini beristirahat dengan damai di surga,” ucapnya.
Kepergian Baek Se Hee meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan penuh kasih yang terus menginspirasi banyak orang di seluruh dunia.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.