DominATE Tour Pecahkan Rekor, Stray Kids Tetap Rendah Hati: Kami Belum Bisa Disebut Sukses

Dengan tur dunia dan album yang memecahkan rekor, Stray Kids tetap rendah hati di balik semua pencapaian yang telah diraih
KPOPCHART.NET - Bagi kebanyakan grup, akhir dari tur dunia yang melelahkan biasanya berarti rehat panjang, namun tidak demikian dengan Stray Kids.
Hanya beberapa minggu setelah menutup rangkaian DominATE World Tour yang berhasil memecahkan rekor, delapan member boy group asal JYP Entertainment ini langsung merilis album baru bertajuk Karma.
Album ini bahkan menjadi rilisan kedua mereka dalam kurun waktu kurang dari setahun, di luar sebuah EP dan proyek khusus "Hop" yang menampilkan lagu solo masing-masing anggota.
Bukan hanya produktif di musik, Stray Kids juga menembus layar lebar lewat lagu "Slash" yang masuk soundtrack film "Deadpool & Wolverine".
Ryan Reynolds dan Hugh Jackman pun membalas dengan tampil sebagai cameo dalam video musik "Chk Chk Boom".
Semua pencapaian itu menempatkan Stray Kids sebagai artis dengan penjualan tertinggi kelima di dunia tahun lalu, hanya satu tingkat di bawah Taylor Swift dan Drake.
Berbeda dengan banyak grup K-pop lainnya, Stray Kids menulis dan memproduksi sendiri karya mereka.
Han menjelaskan rahasianya bahwa mereka membagi tugas sebanyak mungkin dan saling berbagi pekerjaan.
Kalau ada sedikit waktu luang, mereka masuk studio bersama-sama dan menyelesaikan demo sebagai tim.
Sejak debut pada tahun 2018, Stray Kids memang dikenal haus eksperimen.
Karma menegaskan hal itu, dari sentuhan funk Brasil di "Ceremony" hingga nuansa pop-punk "In My Head" yang terinspirasi "Good Charlotte" dan Avril Lavigne.
Lagu yang paling banyak dibicarakan adalah "Bleep", sebuah sindiran tajam pada para pembenci dengan lirik berisi repetisi kata "bunyi sensor (삐처리)".
Hyunjin menyebut lagu itu sebagai favorit pribadinya karena pesannya terasa berani dan menyegarkan.
Makna lagu "Bleep" makin kuat jika dihubungkan dengan perjuangan Felix.
Vokalis bariton asal Australia itu menggugat seorang pengguna anonim di Seoul setelah dituduh memperlakukan staf “seperti pelayan” dan bersikap “seolah pangeran”.
Dokumen pengadilan di California menyebut tuduhan itu menyebabkan Felix mengalami tekanan mental dan fisik serius.
Kasus seperti ini memang banyak di dunia K-pop yang kompetitif, namun Stray Kids menolak terjebak dalam energi negatif.
Lee Know menjelaskan bahwa judul Karma dipilih untuk merefleksikan energi baik yang mereka bangun bersama penggemar selama tujuh tahun terakhir.
Changbin menambahkan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menceritakan kisah itu, karena mereka benar-benar merasakan karma positif dari kerja keras mereka.
Di balik koreografi presisi dan efek kembang api, konser Stray Kids dikenal karena kedekatan dengan penggemar mereka, STAY.
Dari dance challenge, karaoke dadakan, sampai nama-nama penggemar yang ditayangkan di layar saat lagu "Cinema", semuanya membuat stadion raksasa terasa intim.
“Selama tur, saya sadar betapa banyaknya STAY di seluruh dunia yang selalu ada mendukung kami. Itu meninggalkan kesan mendalam,” kata Han.
DominATE World Tour sendiri mencatat 1,2 juta tiket terjual dan pendapatan lebih dari 182 juta Dollar atau sekitar 3 triliun Rupiah dan menjadi rekor baru bagi grup K-pop.
Meskipun pencapaian mereka monumental, Stray Kids tetap menolak menyebut diri “sukses”.
Bang Chan dengan rendah hati berkata, “Successful itu kata yang terlalu kuat. Saya bahkan tidak punya kepercayaan diri untuk menilai apakah kami sudah sukses atau belum. Yang bisa saya katakan, kami sudah melangkah jauh, tapi masih lapar untuk meraih lebih banyak.”
Ke depan, mereka ingin lebih banyak berinteraksi dengan skena musik Inggris.
Unsur grime sempat mereka coba di 3Racha (2022), dan mereka menyebut Coldplay serta The 1975 sebagai artis yang ingin diajak kolaborasi.
Seungmin menambahkan, “Musikalitas mereka dan cara mereka total di panggung selalu bikin saya terinspirasi.”
Alih-alih mengejar panggung tertentu seperti Super Bowl atau Glastonbury, Stray Kids lebih memikirkan visi jangka panjang.
Seungmin menegaskan bahwa tujuan terbesar mereka adalah menjadi grup yang bertahan lama dan tercatat dalam sejarah.
Pesan itu mereka tuangkan dalam lagu "Half Time", yang sekaligus menyinggung perpanjangan kontrak dengan JYP Entertainment.
“Permainan ini belum selesai, masih terlalu luas,” ucap Felix dalam rap lagu tersebut.
“Mereka belum tahu apa yang akan datang," lanjutnya.
Dengan kata lain, di balik semua pencapaian dan kerendahan hati mereka, Stray Kids baru saja memulai babak berikutnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.