Karyawan Perempuan Dominasi Big 4 K-Pop, Tapi Jabatan Tinggi dan Gaji Didominasi Laki-Laki

Karyawan perempuan dominasi Big 4 K-Pop, tapi kesenjangan gaji dan jabatan tinggi masih dikuasai laki-laki
KPOPCHART.NET - Industri K-Pop dikenal sebagai salah satu sektor hiburan paling sukses di dunia.
Namun di balik kesuksesan tersebut, muncul sorotan terhadap kondisi para pekerja perempuan di balik layar.
Meski jumlah mereka mendominasi di agensi besar seperti HYBE, SM, JYP, dan YG, realitanya gaji rata-rata dan posisi tinggi masih banyak dikuasai laki-laki.
Big 4Baca Juga: Idol Asal Big 4 Ini Jadi Sorotan Netizen Usai Skip Salah Satu Part dari Lagu NCT! Kenapa?
Laporan setengah tahunan 2025 dari keempat agensi raksasa itu menunjukkan adanya ketimpangan yang jelas.
HYBE, misalnya, memiliki 68 persen karyawan perempuan, namun rata-rata gaji mereka hanya 47 juta Won, jauh di bawah karyawan laki-laki yang mencapai 70 juta Won.
Hal serupa juga terjadi di YG, JYP, dan SM, di mana selisih gaji antara laki-laki dan perempuan berkisar antara 10 juta hingga 23 juta Won per tahun.
Tidak hanya soal gaji, struktur jabatan tinggi pun memperlihatkan ketidakseimbangan.
Meski perempuan banyak mengisi bidang komunikasi, pemasaran, hingga styling yang menjadi ujung tombak operasional K-Pop, posisi eksekutif senior tetap mayoritas diisi laki-laki.
Kontradiksi ini menimbulkan kritik, karena industri yang tampak didominasi pekerja perempuan nyatanya masih berpihak pada laki-laki dalam hal pengambilan keputusan.
Sejumlah pekerja industri mengakui adanya ketidakadilan terselubung.
Walau diskriminasi langsung mungkin jarang dirasakan, pola perekrutan hingga promosi menunjukkan kecenderungan yang tidak seimbang.
Level staf baru dan junior kebanyakan perempuan, sementara posisi senior dan manajemen strategis lebih sering ditempati laki-laki.
Kondisi ini mencerminkan kesenjangan gender yang juga menjadi isu luas di Korea Selatan, negara yang tercatat memiliki gap upah gender terbesar di antara anggota OECD.
Baca Juga: Teaser KISS OF LIFE Disebut Miliki Kemiripan dengan Konsep Comeback Grup Populer Asal BIG 4 Ini!
Pengamat menilai, jika ketimpangan ini dibiarkan, industri K-Pop bisa menghadapi masalah dalam jangka panjang.
Minimnya kesempatan dan apresiasi bagi pekerja perempuan berpotensi mengurangi masuknya talenta baru, yang dapat mengancam keberlanjutan industri.
Meski perubahan tidak bisa terjadi dalam semalam, langkah-langkah progresif dinilai perlu segera dilakukan agar K-Pop mampu mempertahankan daya saingnya di panggung global.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.