Menanggapi Kasus Psikotropika PSY, Korean Medical Association Tuntut Penyelidikan Menyeluruh

Korean Medical Association menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap kasus pelanggaran obat psikotropika oleh PSY
KPOPCHART.NET- Penyanyi PSY baru-baru ini tengah menghadapi kasus penggunaan obat psikotropika.
PSY diduga mendapat obat-obatan jenis xanax dan stilnox dan mewakilkan sang manajer untuk mengambilnya dari sebuah rumah sakit.
Melalui agensinya P Nation, PSY memberikan pernyataan bahwa ia sedang menjalani pengobatan untuk mengatasi gangguan tidur kronis.
Baca Juga: Pendapatannya Tembus 110 Miliar Won, Rose BLACKPINK Sabet Celebrity YouTube 2025
Mereka berdalih bahwa resep obat obatan tersebut sudah melalui pengawasan dokter.
Baru-baru ini pihak Korean Medical Association (KMA) menuntut penyelidikan secara menyeluruh mengenai kasus pelanggaran yang menimpa sang artis.
Pada Kamis, 28 Agustus 2025 KMA menyebut, "Tuduhan baru-baru ini bahwa seorang selebritas terkenal menerima obat-obatan psikotropika melalui pihak ketiga bukan sekadar masalah pribadi, tetapi masalah serius yang dapat memengaruhi keselamatan publik. Kasus ini harus ditangani secara tuntas."
"Kami berencana untuk melakukan pemeriksaan fakta secara mendetail melalui komite evaluasi ahli kami dan sangat mendesak pihak berwenang untuk melakukan investigasi menyeluruh dan penegakan hukum yang tegas." jelas mereka.
Selanjutnya KMA menyebut, "Dengan meluasnya telemedis, diskusi kelembagaan yang cermat diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan obat resep, termasuk obat psikotropika."
Mereka juga memaparkan tujuan dan upaya kerja sama mereka dengan berbagai pihak untuk mencegah kasus tersebut terulang kembali.
"KMA akan memperkuat sistem pengaturan mandiri dan bekerja sama dengan pemerintah dan Majelis Nasional untuk mencegah terulangnya pelanggaran semacam itu.” jelas mereka.
Berdasarkan hukum medis Korea Selatan saat ini, hanya dokter yang telah memeriksa pasien secara langsung yang dapat mengeluarkan resep, dan resep tidak dapat diambil oleh siapa pun selain pasien yang telah menerima konsultasi langsung.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.