Kekacauan di Stadion! Fandom Idol Serbu Lapangan, Staf Terluka, Kursi Penonton Direbut, dan Masuk Ilegal

Pertunjukan Boys II Planet di stadion LG Twins berubah kacau: staf terluka, penonton ngamuk, dan area rusak parah.
KPOPCHART.NET - “Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya... Ini sungguh mengganggu,” ujar seorang perwakilan resmi LG Twins, menggambarkan situasi kacau yang terjadi pada 6 Agustus lalu.
Untuk pertama kalinya, pemain baseball profesional, penggemar olahraga, hingga staf stadion mengalami kekacauan massal yang dipicu oleh invasi fandom idol ke stadion tanpa izin resmi.
Sekitar 80 kontestan dari acara survival Boys II Planet hadir di Jamsil Baseball Stadium dan tampil dalam pertunjukan khusus saat pertandingan antara LG Twins dan Doosan Bears.
Mereka membawakan lagu “Hola Solar” pada jeda pembersihan di inning kelima. Namun, momen yang seharusnya menjadi hiburan berubah menjadi kekacauan total.
Sorakan khas stadion berubah menjadi teriakan histeris dan makian. Penonton fandom idol mendekati lapangan, menerobos pembatas, dan mengabaikan aturan keselamatan. Beberapa bahkan melakukan kekerasan terhadap staf stadion.
Baca Juga: Dua Kontestan BOYS II PLANET ini Dikabarkan akan Debut di Boy Group Baru MODHAUS, idntt
Salah satu kejadian paling mencengangkan adalah ketika seorang staf digigit oleh penggemar yang mencoba masuk secara paksa.
Pegawai lain, seorang perempuan, bahkan terdorong hingga jatuh ke tanah. “Kondisinya serius. Untungnya, luka yang diderita staf tidak parah, hanya goresan,” ungkap LG Twins.
Pada pukul 12:18 siang, beredar di media sosial foto para kontestan sedang latihan koreografi di lapangan.
Padahal, pada hari kerja, penonton hanya diperbolehkan masuk stadion mulai pukul 5 sore. Diduga, mereka menyusup masuk sekitar enam jam lebih awal sebelum pertandingan dimulai.
Pihak LG mengaku tidak mengetahui dari mana mereka masuk dan langsung mengusir mereka setelah ditemukan.
Baca Juga: Sangwon dan Leo, Duo Ikonis di BOYS II PLANET yang Hangatkan Hati Star Creators!
Barikade yang dipasang di pintu masuk utama dan pintu pemain base pertama juga dilanggar.
Penggemar acara melanggar larangan dan menerobos meskipun staf mencoba menghentikan mereka.
Sekitar 40 orang masuk dengan paksa, membuat area parkir macet dan pemain baseball terpaksa menunggu di dalam mobil karena alasan keamanan.
Di tengah penampilan gabungan kontestan asal Korea dan Tiongkok di inning kelima, beberapa penonton terlihat menyusup hingga ke dekat pagar outfield base pertama, menyamar sebagai petugas lapangan demi merekam lebih dekat.
Diduga mereka masuk melalui jalur ambulans atau jalur khusus relay equipment.
Zona exciting zone, tempat penonton bisa duduk dekat lapangan, harusnya memiliki pemeriksaan tiket ketat dan kewajiban memakai helm.
Namun hari itu, pengecekan tidak bisa dilakukan. Beberapa penggemar dengan kamera besar menerobos masuk, satu orang menggigit staf, yang lain mendorong staf perempuan hingga jatuh.
Biasanya setiap zona dijaga 2–3 staf untuk mencegah bahaya bola liar. Namun, jumlah itu tak cukup menghadapi kerumunan fandom yang tak terkendali. Beberapa pintu masuk dipenuhi massa, menyulitkan pergerakan dan membuat pertandingan sulit disaksikan.
Banyak penggemar baseball mengeluh di media sosial karena tempat duduk mereka diambil paksa oleh fandom idol.
Suasana ricuh menyebabkan banyak orang berdiri dan tidak bisa menonton dengan nyaman. Mereka mendorong-dorong penonton asli untuk mendapatkan posisi terbaik merekam idola.
Setelah penampilan selesai, para penggemar langsung meninggalkan stadion, meninggalkan tumpukan sampah di mana-mana.
Petugas kebersihan mengaku kewalahan. “Saya membersihkan terus, tapi tidak habis-habis. Kini saya takut setiap dengar akan ada acara seperti ini,” ungkap seorang staf.
Perdebatan pun terjadi antara penggemar idol dan penggemar baseball di dalam stadion. Teriakan, makian, dan adu mulut tak terelakkan. Beberapa pihak bahkan meminta agar penampilan idola dan upacara lemparan bola pertama ditiadakan ke depannya.
Meskipun kolaborasi antara pertunjukan dan olahraga bisa membawa keuntungan, seperti menarik penonton baru dan menciptakan pengalaman unik, tetap dibutuhkan budaya menonton yang dewasa dan tertib.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.