Dalam video tersebut, lagu berjudul “Soda Pop” diubah dengan menambahkan kata-kata kasar dan konten seksual eksplisit, yang jelas tidak sesuai dengan target penontonnya yaitu anak-anak dan remaja.
Yang membuat situasi makin genting, video itu disebarkan menggunakan tagar-tagar resmi yang berkaitan dengan Kpop Demon Hunters, sehingga berisiko besar dilihat oleh penonton muda tanpa filter.
Kekhawatiran pun muncul dari banyak pihak, mengingat potensi dampak negatif yang bisa ditimbulkan terhadap anak-anak yang mengakses video tersebut secara tidak sengaja.
Baca Juga: Netflix Bakal Kembangkan K-Pop Demon Hunters Jadi Franchise Besar dengan Sekuel, Live Action, dan Produk Merchandise Resmi
Merespons hal ini, direktur artistik Kpop Demon Hunters angkat bicara melalui media sosial pada 1 Agustus.
Ia menyatakan rasa kecewanya terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan konten anak-anak dengan cara yang tidak pantas.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh tautan dan bukti terkait video bermasalah tersebut telah ia kirimkan langsung ke pihak Netflix, dan saat ini video tersebut sudah dalam status privat alias tidak dapat diakses publik.
Namun ia menegaskan bahwa langkah hukum akan diambil jika kejadian serupa terulang. “Jika ada salinan video itu yang muncul lagi, mohon segera beri tahu saya. Akan langsung saya laporkan kembali ke tim hukum Netflix,” ujarnya tegas.
Baca Juga: Ini dia Para Penyanyi yang di Pilih oleh Andrew Choi Pengisi Suara Kpop Demon Hunters jika Dibuat Versi Nyatanya
Sementara itu, kreator video AI yang pertama kali mengunggah konten tersebut diketahui telah menutup kanal YouTube-nya setelah menuai kecaman.
Sayangnya, video tersebut sempat direplikasi oleh kanal YouTube lain yang berhasil memulihkannya dan mengunggah ulang. Usai mendapat tekanan publik, kanal tersebut akhirnya mengunggah permintaan maaf.
Kontroversi ini menjadi sorotan karena melibatkan penyalahgunaan teknologi AI dalam ranah konten yang seharusnya aman untuk anak-anak.
Netflix maupun tim produksi Kpop Demon Hunters menunjukkan sikap tegas dalam menangani situasi ini, demi menjaga integritas karya mereka dan melindungi penonton muda dari paparan konten yang tidak sesuai.
Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.