Fans Global Protes, Mengapa Member BLACKPINK Tak Bisa Masuk Nominasi Grammy Best New Artist?

Fans pertanyakan kenapa BLACKPINK tak bisa masuk nominasi Grammy Best New Artist padahal artis lain dengan rekam jejak serupa bisa.
KPOPCHART.NET - Perdebatan sengit tengah berlangsung di kalangan penggemar musik global mengenai para member BLACKPINK Jennie, Rosé, Lisa, dan Jisoo tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam nominasi Best New Artist Grammy Awards 2026.
Isu ini pertama kali mencuat melalui akun X @ThePopTingz pada 28 Juli lalu, memicu diskusi panas di kalangan fans K-pop dan komunitas pecinta musik internasional.
Akun tersebut mengutip media industri musik Hits Daily Double (HDD) yang menyatakan bahwa anggota BLACKPINK tidak dapat dinominasikan sebagai artis solo dalam kategori pendatang baru Grammy.
Alasannya? Grammy memiliki peraturan bahwa artis yang telah memperoleh ketenaran sebagai bagian dari grup musik ternama tidak lagi memenuhi syarat sebagai new artist.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Ditunjuk sebagai Duta Kehormatan Pariwisata Seoul Tahun 2025
Konten ini kemudian menyebar luas melalui berbagai akun X yang berfokus pada K-pop serta forum-forum pop global seperti GagaDaily.com, yang semakin memperluas diskursus publik.
Para fans segera merespons dengan membandingkan kasus BLACKPINK dengan artis lain.
Salah satu perbandingan yang paling sering disebut adalah Sabrina Carpenter. "Bagaimana mungkin Sabrina yang punya karier 10 tahun dan 5 album bisa masuk nominasi Best New Artist, tapi para perempuan berbakat ini tidak?" tulis pengguna X @sunraesandirie.
Hal serupa juga diutarakan oleh @LIVIEPRINT, yang menunjuk fakta bahwa Carpenter punya enam album dan rekam jejak hits yang signifikan sebelum masuk nominasi Grammy 2025.
Penggemar juga mengingat kembali sejarah 1999 ketika Lauryn Hill memenangkan Grammy untuk kategori Best New Artist, meskipun sebelumnya sudah terkenal secara global bersama grup Fugees yang telah menjual 16 juta kopi album sebelum bubar.
Aturan resmi Grammy memang menyebutkan bahwa grup yang telah memiliki ketenaran yang signifikan akan membuat anggotanya kehilangan hak untuk dinominasikan dalam kategori pendatang baru.
Meski begitu, istilah seperti pengaruh revolusioner dan tingkat ketenaran yang jelas tidak dijabarkan secara kuantitatif, sehingga sangat bergantung pada interpretasi subjektif para juri.
BLACKPINK sendiri sudah tampil sebagai headliner di Coachella, sukses menjalani tur dunia, dan meraih pencapaian besar di Billboard.
Dengan rekam jejak semacam itu, banyak yang menilai Grammy akan menganggap grup tersebut sudah terlalu ternama, yang secara teknis mendiskualifikasi para anggotanya dari kategori pendatang baru.
Di sisi lain, para fans menegaskan bahwa pencapaian individu sebagai solois seharusnya dinilai terpisah dari popularitas grup.
"Rosé layak disebut artis pendatang baru karena ia membuat gebrakan sebagai solois. Popularitas grup dan solo tidak sama," ujar akun @RoseannTheAce.
Namun, ada pula fans yang mengingatkan bahwa masing-masing anggota BLACKPINK telah lebih dulu merilis lagu solo sejak beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Serunya! BLACKPINK Beri Kejutan Untuk BLINK Toronto, Nyanyikan APT Pada Encore DEADLINE Hari Ini
Jennie merilis “SOLO” pada 2018, Rosé dengan “On The Ground” pada 2021, Lisa lewat “LALISA” juga pada 2021, dan Jisoo melalui “Flower” pada 2023.
Ini bisa jadi kendala tambahan karena aturan Grammy hanya memperbolehkan seorang artis mengajukan diri dalam kategori tersebut maksimal tiga kali, baik secara grup maupun solo.
Sebagian penggemar mencoba meredam kegaduhan dengan menyatakan bahwa fokus tidak perlu hanya tertuju pada kategori pendatang baru.
“Lebih baik kita berharap mereka masuk nominasi Song of the Year atau Album of the Year saja,” kata salah satu pengguna.
Lagu seperti "APT." milik Rosé atau rilisan Jennie lainnya dianggap pantas masuk nominasi besar itu.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.