Film Omniscient Reader: The Prophet Kuasai Box Office, Tapi Picu Pro-Kontra di Kalangan Penggemar

Film Omniscient Reader: The Prophet ungguli box office debutnya, tapi tuai respons beragam dari penonton dan penggemar novel.
KPOPCHART.NET - Film "Omniscient Reader: The Prophet" berhasil merebut posisi puncak box office Korea Selatan pada akhir pekan perdananya.
Menurut data dari jaringan tiket terintegrasi Dewan Perfilman Korea, film ini mencatat 427.362 penonton dalam periode 25 hingga 27 Juli.
Sejak dirilis pada 23 Juli, film ini konsisten menempati peringkat pertama selama lima hari berturut-turut, dengan akumulasi penonton mencapai 627.890 orang.
Film bergenre fantasi-aksi ini mengisahkan dunia dari sebuah novel yang tiba-tiba menjadi nyata.
Baca Juga: Menuai Kritik, Jisoo BLACKPINK Tetap Dianggap Casting Ideal untuk Omniscient Readers Viewpoint
Cerita berfokus pada Kim Dok Ja (diperankan oleh Ahn Hyo Seop), satu-satunya pembaca setia novel tersebut, yang kini harus bertahan hidup di tengah dunia yang berubah drastis.
Deretan pemeran lainnya juga tak kalah mencuri perhatian, termasuk Lee Min Ho, Chae Soo Bin, Shin Seung Ho, Nana, dan Jisoo BLACKPINK.
"Omniscient Reader: The Prophet" diangkat dari web novel laris karya Sing Shong, yang telah mencetak lebih dari 200 juta pembaca global.
Tak heran jika film ini sudah mendapat antusiasme tinggi dari para penggemar jauh sebelum tayang perdana.
Meski begitu, sambutan penonton pasca-perilisan terbilang beragam. Banyak yang mengapresiasi efek visual berskala besar dan adegan pertempuran makhluk di tengah reruntuhan kota Seoul yang penuh ketegangan.
Aksi laga dan akting dari Ahn Hyo Seop serta Lee Min Ho juga menjadi sorotan positif dalam ulasan awal.
Namun, sebagian penonton menyayangkan alur cerita yang kurang mendalam, sehingga sulit untuk sepenuhnya terhubung dengan karakter.
Kritik juga diarahkan pada kecenderungan film yang lebih mengedepankan visual spektakuler dibandingkan kedalaman naratif.
Beberapa penggemar setia novel bahkan menyatakan kekecewaan, karena film ini dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi mereka terhadap adaptasi yang sudah lama dinanti.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.