← Kembali ke Blog
Smoking GunYang So RaYang So Jung

Kisah Tragis Dua Kakak-Adik Figuran: Pemerkosaan, Polisi Abai, hingga Kematian yang Menghancurkan Keluarga

Michelle Dewi Oktaviona · July 23, 2025
Kisah Tragis Dua Kakak-Adik Figuran: Pemerkosaan, Polisi Abai, hingga Kematian yang Menghancurkan Keluarga

Kakak-adik figuran tewas tragis usai pemerkosaan berulang di lokasi syuting, polisi abai, keluarga hancur satu per satu.


KPOPCHART.NET - Program investigasi KBS2, Smoking Gun, pada 22 Juli mengupas kasus memilukan kematian dua kakak-adik figuran Korea yang terjerat lingkaran kekerasan seksual dan kelalaian polisi.

Pada 2004, Yang So Jung, masih berusia dua puluhan, berlari tanpa alas kaki menuju kantor polisi, mengaku bahwa ia dan ibunya telah dipukuli oleh kakak kandungnya sendiri, Yang Sora.

Sang ibu mengingat bagaimana Sora mengancam akan membunuh adiknya, bahkan mengatakan ingin merobek hidung sang adik.

Saat sang ibu berusaha melerai, ia pun ikut dipukuli bersama putri bungsunya, hingga akhirnya membuka pintu rumah dan meminta anaknya melapor ke polisi karena putus asa.

Ibunya menceritakan betapa mengerikannya perilaku Sora, yang kala itu berjalan keliling rumah tanpa sehelai benang pun, sambil menusuk-nusuk baki dengan pisau dapur sembari berteriak akan membunuh mereka.

Baca Juga: Cerita Gelap di Balik Festival Waterbomb 2025, dari Pelecehan Seksual, Penyemprotan Alkohol, hingga Tindak Kekerasan Pengunjung

Padahal sebelumnya, Sora dikenal sebagai anak yang rajin, pendiam, dan baik hati, bahkan tengah menjalani kuliah pascasarjana sebelum kepribadiannya berubah total musim panas itu.

Perubahan tersebut terjadi setelah Sora dan So Jung bekerja sebagai figuran drama di Hadong, Gyeongsangnam-do, demi mengejar mimpi menjadi aktris.

Saat dirawat di bangsal psikiatri, Sora akhirnya mengungkap bahwa pelecehan itu bermula di lokasi syuting, ketika asisten sutradara berulang kali memperkosanya, menggunakan alkohol dan isolasi untuk menundukkannya, bahkan pernah mengancam dengan pisau saat Sora melawan.

Selama dua bulan, Sora mengaku telah diperkosa enam kali oleh asisten sutradara, ditambah pelecehan lain saat istirahat syuting dan di dalam bus.

Namun, setelah tiga tahun menarik kembali laporan pengaduannya, Sora akhirnya mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai 18 gedung apartemen.

Baca Juga: Artis Ini Dapatkan Pelecehan Seksual Usai Penampilan di Waterbomb, Netizen Tuntut Agensi Bertindak dan Lindungi Artis dari Pelecehan

Ibunya mengaku awalnya tidak bisa menangis, tapi kemudian kemarahannya meledak. Ia percaya putrinya bukan meninggal karena pemerkosaan semata, tapi karena polisi yang gagal melindungi.

Saat pertama kali membawa catatan dan rekaman milik Sora ke polisi, mereka justru meremehkan kasus ini dan menyuruh Sora melupakan segalanya untuk kembali hidup normal.

Bahkan, seorang penyidik sempat memaksa Sora menggambar alat kelamin pelaku, membuatnya mengalami luka psikologis mendalam. Komentator Lee Ji Hye dalam acara tersebut menyebut tindakan polisi ini keterlaluan dan tidak manusiawi.

Enam hari setelah kematian Sora, So Jung juga meninggal dunia. Sang ibu menceritakan bahwa So Jung merasa bersalah karena telah memperkenalkan pekerjaan figuran kepada kakaknya, berhenti makan, dan akhirnya meninggal dalam kondisi kurus kering.

Ayah mereka pun meninggal akibat pendarahan otak setelah terpukul oleh kematian kedua putrinya.

Baca Juga: Pelaku Pelecehan Seksual dan Pembuat Deepfake ILLIT Dikirim ke Kejaksaan, Ada yang Dijatuhi Hukuman Penjara

Sora sempat mengungkap bahwa bukan hanya satu, tetapi tiga asisten sutradara yang memperkosanya secara bergiliran, bahkan ada yang menyita ponselnya dan menahannya selama tiga hari. Ibunya akhirnya membujuk Sora untuk melaporkan para pelaku.

Sora melaporkan total 12 orang, empat atas pemerkosaan dan delapan atas pelecehan seksual, semuanya staf dan koordinator figuran, dengan pengakuan telah diperkosa dan dilecehkan sekitar 40 kali dalam tiga bulan.

Namun para terlapor membantah tuduhan dan bahkan mengancam Sora.

Setelah dua tahun proses hukum yang melelahkan, Sora menarik kembali semua laporan karena trauma yang muncul setiap kali dipanggil untuk pemeriksaan.

Ia sempat kembali stabil bersama keluarga sebelum akhirnya bunuh diri tiga tahun kemudian.

Baca Juga: 3 Aksi Idol Ini Menjadi Bukti Bahwa Selebriti Korea Mulai Berani Bersuara Terhadap Pelecehan dan Fitnah Online

Sang ibu menegaskan bahwa polisi telah melakukan kekerasan kedua dengan mengabaikan bukti yang ia bawa. Hingga kini, amarahnya tetap membara, percaya bahwa kematian anak-anaknya bukan semata karena pemerkosa, tapi juga sistem hukum yang gagal melindungi mereka.

Acara Smoking Gun menyingkap kegagalan sistem peradilan yang menambah luka keluarga ini, menyisakan kisah memilukan tentang keluarga yang hancur karena kekerasan, kelalaian, dan ketidakadilan.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan