Pengisi Suara Utama K-Pop Demon Hunters Ternyata Eks Trainee SM, Ini Kisah di Baliknya

Eks trainee SM EJAE kini jadi sorotan sebagai pengisi suara utama dan komposer lagu hits di animasi K-Pop Demon Hunters
KPOPCHART.NET - Film animasi Netflix terbaru “KPop Demon Hunters” sedang jadi perbincangan, tak hanya karena ceritanya yang menggabungkan Kpop dan elemen fantasi, tetapi juga karena pengisi suara utamanya, EJAE, yang ternyata adalah mantan trainee SM Entertainment.
Sosok bernama asli Kim Eun Jae itu kini mencuri perhatian dunia dengan vokal kuatnya sebagai Rumi, pemimpin girl group fiksi Huntress dalam film tersebut.
EJAE, yang kini berusia 34 tahun, memiliki kisah yang panjang dan penuh liku sebelum akhirnya bersinar.
Baca Juga: Bikin Bangga! OST K-Pop Demon Hunters, Golden Masuk Top 50 Spotify, Berikut Lirik dan Terjemahannya
Ia pernah menjadi trainee di SM Entertainment sejak remaja dan menjalani masa pelatihan lebih dari 10 tahun.
Meski sempat hampir debut beberapa kali, mimpi menjadi idol tak pernah benar-benar terwujud.
Meski kecewa, ia tidak meninggalkan dunia musik. EJAE memilih menempuh pendidikan musik industri di New York University dan mulai mengasah kemampuannya sebagai penulis lagu.
Karir EJAE sebagai komposer Kpop dimulai pada 2019 ketika lagunya “Psycho” dipilih menjadi title track Red Velvet.
Saat itu, ia baru memiliki kurang dari 10 lagu ciptaan. Namun sejak saat itu, karirnya mulai menanjak.
Ia kemudian bergabung dalam proyek “KPop Demon Hunters” sejak akhir 2020, dan pada tahun 2023 ditunjuk menjadi pengisi suara sekaligus penyanyi utama karakter Rumi, karena vokalnya yang dinilai paling cocok dengan karakter tersebut.
Tak hanya menyanyikan lagu-lagu utama seperti “Golden” dan “Your Idol” yang kini viral di Spotify dan Billboard, EJAE juga mengisi chorus di beberapa bagian serta menciptakan “Hunter’s Mantra,” lagu latar yang terinspirasi dari musik tradisional Korea dan nuansa spiritual.
Proses kreatifnya melibatkan riset tentang budaya Korea, musik pop, dan elemen religius, termasuk pengaruh dari musik gereja dan referensi lagu Kpop seperti “MAMA” milik EXO.
EJAE mengungkap bahwa lagu “Golden” sangat personal baginya karena mencerminkan perjuangan dan rasa tidak percaya diri yang pernah ia rasakan selama menjadi trainee.
Ia sempat merasa gagal karena tidak bisa debut, dan merasa tertutupi oleh nama-nama besar di industri Kpop.
Namun melalui karya ini, ia merasa bisa sembuh dan menyampaikan pesan kepada semua orang untuk tidak menyerah dan berani bersinar.
Kini, meski tidak lagi bercita-cita menjadi idol, EJAE berharap bisa terus berkarya dan bahkan suatu hari meraih penghargaan Grammy sebagai komposer.
Ia ingin membuktikan bahwa orang Asia, terutama perempuan, bisa sukses di industri musik internasional.
“Aku tidak ingin bersembunyi lagi. Aku ingin bersinar dan semoga laguku bisa memberi harapan bagi orang lain,” tutupnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.