Hearts2Hearts Mendapat Kecaman karena Anggotanya Diduga Putus Sekolah dan Mengabaikan Pendidikan Wajib

Netizen Menyoroti akan Pendidikan yang ditempuh Oleh Anggota H2H yang Diduga Tidak Menyelesaikan Pendidikan Wajib Sesuai Hukum Korea
KPOPCHART.NET - Hearts2Hearts, girl group baru SM Entertaiment, dikecam oleh netizen dikarenakan adanya dugaan tidak menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama di Korea Selatan.
Pasalnya, pendidikan sekolah menengah pertama, atau biasa kita kenal dengan SMP, merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh seluruh penduduk Korea Selatan.
Hal ini menjadi perbincangan hangat setelah sebuah postingan viral di forum Korea, theqoo, yang menuduh bahwa enam dari delapan anggota tidak menyelesaikan pendidikan wajib.
Baca Juga: Ini Beberapa Penghargaan Yang Diraih Jimin BTS Selama Menjalani Wajib Militernya!
Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang pendekatan agensi tersebut terhadap kepedulian pendidikan artis maupun trainee-nya dan manajemen idola.
Berdasarkan profil di Namuwiki, hanya Carmen yang lulus dari SMA, dan Stella lulus dari SMP. Sedangkan Juun, dilaporkan telah lulus ujian kesetaraan SMP di Korea.
Sementara, anggota lainnya diduga putus sekolah sebelum menyelesaikan jenjang pendidikan wajib yang diamanatkan secara hukum di Korea Selatan, SMP.
Baca Juga: Penuh Intrik! Film Korea yang Diadaptasi dari Novel Asing yang Mungkin Belum Kamu Ketahui
Posting-an tersebut juga menunjukkan bahwa banyak idol muda yang bersekolah di sekolah yang berfokus pada seni, dengan jadwal yang fleksibel untuk mendukung karir hiburan idol tersebut.
Namun, netizen berpendapat, bahwa tuntutan agensi dan jadwal trainee yang padat membuat pendidikan anggota Hearts2Hearts tampaknya telah terganggu sepenuhnya.
Netizen juga memahami tantangan anggota dari Indonesia dalam bentuk adaptasi dengan sistem Sekolah Korea yang berbeda. Namun, anggota dari Kanada dilaporkan kembali ke Korea selama sekolah menengah, sayangnya tetap berujung pada terputusnya pendidikan setelah bersekolah di sekolah internasional.
Banyak yang mengomentari bahwasanya para anggota atau pun agensi nampaknya tidak peduli dengan masa depan artis mereka.
Kontroversi ini pun menjadi topik diskusi yang luas, dimana netizen menyuarakan kekhawatiran tentang etika debut anak di bawah umur, tanpa menyelesaikan pendidikan dasar.
Mereka berpendapat bahwa mendorong remaja memasuki dunia industri terlalu dini, dapat membahayakan pertumbuhan pribadi dan profesional jangka panjang mereka.
Di sisi lain, ketika nantinya trainee mereka gagal debut atau idol mereka telah habis masa kejayaan, para idol tersebut nantinya hanya akan menjadi orang biasa, dan mencari pekerjaan lain untuk bertahan hidup.
Netizen berharap bahwa agensi bisa melonggarkan para artisnya untuk mengenyam bangku pendidikan di sela-sela kesibukan jadwal kegiatan, karena hal ini menjadi salah satu hal yang harus diprioritaskan agensi untuk menunjang kehidupan mereka di masa depan.
Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.