Somasi dari Mecima Kepada Salah Satu Myday Berdampak pada Fandom, Apa yang Sedang Terjadi?

Media Sosial Diramaikan dengan Klarifikasi Atas Somasi Mecimapro hingga Berpengaruh pada Fandom. Apa yang Sedang Terjadi?
KPOPCHART.NET - Beberapa waktu lalu, media sosial dihebohkan dengan tweet salah satu Myday, fans Day6, yang memberi jawaban atas somasi dari salah satu promotor, Mecimapro.
Berdasarkan pada jawaban surat terbuka salah satu Myday yang disebarkan di media sosial, tertulis bahwa dirinya tidak memiliki niat atas tuduhan yang ditujukan Mecimapro kepadanya.
Tuduhan yang diberikan oleh Mecimapro adalah mencemarkan nama baik dan merusak reputasi dari promotor tersebut, setelah dirinya melontarkan protes di media sosial.
Protes tersebut berasal dari molornya janji Mecimapro untuk melakukan refund kepada seluruh penonton konser yang tidak jadi menghadiri konser Day6 3rd World Tour <Forever Young> in Jakarta 2025.
Karena itu, sang penggemar akhirnya melontarkan protes di media sosial melalui setiap posting-an Mecimapro sekedar untuk protes dan meminta haknya kembali.
Namun, bukannya mendapat respon yang dibutuhkan, fans tersebut justru mendapat email berisi somasi sebanyak 3x dari pihak promotor.
Hal yang sama terjadi pada fans yang merupakan salah satu membership Mecimapro. Akun tersebut juga menuliskan permintaan maaf terbuka atas somasi yang dilayangkan mecima untuk dirinya.
Hal tersebut tentunya semakin meninggalkan protes keras dari seluruh fans yang merasa bahwa promotor tersebut dinilai lamban dalam menangani masalah refund dan penuntasan tanggung jawab namun justru sigap ketika protes keras dari fans membership dikarenakan memegang data pribadi customer.
Syukurnya, somasi tersebut kemudian dikoreksi oleh akun x @hrdbacot, bahwasanya berdasarkan keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) mengenai Pasal Penyerangan Kehormatan dalam UU ITE, tidak berlaku untuk Pemerintah dan Badan Usaha.
Kritik yang ditujukan untuk lembaga atau instansi adalah bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi.
Sehingga, somasi yang dilayangkan oleh promotor tersebut justru bersifat menekan dan fans yang disomasi harus segera didampingi untuk mendapatkan keadilan.
Fans menjadi prihatin karena orang-orang yang membantu sesama Myday untuk mendapatkan refund, justru mendapatkan somasi dari sang promotor melalui email pribadi mereka.
Baca Juga: Park Bo Gum Ungkap Bakat Tersembunyi Miliknya, Akui Punya Sertifikat Keahlian Ini?
Permasalahan yang semakin menjadi-jadi ini, semakin membuat beberapa fans geram atas pihak promotor yang semena-mena dan menekan fans yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan.
Ditambah dengan statement dari Kjay, selaku tour manager untuk konser Day6, yang memberi kesan gaslighting terhadap Myday Indonesia, membuat fans semakin jenuh dengan permasalahan yang awalnya berfokus memperjuangkan hak mereka, malah menjadi kemana-mana.
Bahkan beberapa pendapat mengatakan bahwa tidak masalah jika Day6 tidak mampir ke Indonesia kembali, karena trauma yang timbul, bisa menyebabkan fans mungkin tidak akan datang atau membeli tiket konser mereka nanti.
Beberapa konflik dan statement beragam di media sosial, kemudian memecah internal fandom menjadi 2 bagian, tim untuk tetap dalam fandom Myday, dan tim yang menjadi casual listener.
Fans juga mengangkat akan respon idola mereka yang dinilai tidak peka dengan masalah yang besar ini. Beberapa menilai bahwa tidak mungkin jika idola mereka tidak tahu sama sekali, bahkan hingga di hari konser berlangsung.
Tidak ada speak up dari idola mereka, dan tidak ada tanggapan atau fancam dari Day6, membuat beberapa fans memutuskan untuk keluar dari fandom namun tetap mencintai Day6 dengan secukupnya.
Meskipun statement unstan Myday sudah dikeluarkan oleh beberapa Myday, tetap ada beberapa fans yang memilih untuk menunggu idola mereka kembali ke Indonesia, sebagai penghilang trauma atas kejadian sebelumnya.
Efek domino ketidakpuasan dari promotor hingga berujung pada fans yang akhirnya meninggalkan idola mereka merupakan suatu hal yang justru menjadi pemacu untuk segera memperbaiki kesalahan.
Karena kekecewaan, tidak bisa dikembalikan hanya dengan kata ‘maaf’, melainkan dengan aksi nyata dan tulus yang menjadi bukti sebuah ‘maaf’ sebenarnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.