Sasaeng Seakan Pelanggan Prioritas, Sejarah dan Sistem yang Buat Fans Prihatin dan Kritik SM Entertainment

SM Protect Your Artists sudah jadi tagline yang sering dipakai setiap fandom grup SM Entertainment. Bagaimana sasaeng culture dalam K-pop?
KPOPCHART.NET - SM Entertainment memang dikenal sebagai rumah bagi artis-artis bertalenta dengan star power luar biasa, namun fans terus menyoroti bagaimana sasaeng culture di dalamnya bukan hanya tak diberantas, tapi seolah dibiarkan tumbuh subur sebagai bagian dari “ekonomi fanatik” yang tak tersentuh.
Dari sistem keamanan yang longgar, pembiaran kebocoran informasi pribadi, hingga ringannya hukuman untuk pelaku yang sudah jelas bersalah, SM Entertainment menunjukkan pola yang membuat banyak fans muak dan geram selama bertahun-tahun.
Banyak fans menyebut bahwa pengamanan fisik terhadap idol SM kerap terlihat hanya sekadar formalitas, karena berapa banyak kasus sasaeng yang bisa mendekati idol secara langsung, bahkan menyelinap ke kamar hotel atau rumah pribadi seperti kasus Jaehyun dan Haechan NCT?
Alamat dorm, nomor pribadi, hingga tempat-tempat yang sering dikunjungi para artis (seperti gym langganan Kai EXO) bocor begitu cepat dan konsisten sehingga fans mencurigai adanya orang dalam agensi yang menjual informasi demi uang, “Yang seharusnya melindungi, justru jadi sumber masalah.”
Baca Juga: Berkali-kali Terima Gangguan dari Sasaeng, Leeteuk Super Junior Ancam Sebar Identitas Pelaku
Sejarah SM Entertainment terkait sasaeng yang ekstrem sudah tercatat sejak Taeyeon SNSD hampir diculik langsung dari panggung, Yunho TVXQ yang diberi super glue di minumannya hingga jatuh sakit parah, dan member NCT yang diintip sasaeng dari ventilasi udara saat mereka sedang syuting konten!
Ketika fans berharap agensi bersuara tegas, yang muncul justru idol yang harus menenangkan publik sambil berkata mereka sudah “terbiasa” seperti Xiaojun WayV yang belum lama ini bercerita via Weibo Live.
Belum lagi sistem “beli seribu album supaya lebih dekat dengan idol” yang dikhawatirkan fans! Acara fansign dimana fans bisa membeli satu album dan di raffle untuk menang undian bertemu idol tidaklah salah dan malah menyenangkan.
Namun, ketika adanya kategori top spender, maka tak bisa dipungkiri bahwa bisa saja seorang atau sekumpulan sasaeng-lah yang menjadi pelanggan prioritas, seperti kata fans, “Fans yang menang itu-itu saja, apakah idol tahu mereka fansnya bukan hanya 6 orang yang sama?”
Baca Juga: Udah Biasa? Xiaojun WayV Buka Hati Soal Sasaeng dan Normalisasi Pelanggaran Privasi Idol
Para sasaeng idol SM Entertainment pun dikenal paling berani dan kebal hukum, bahkan ketika Seunghan RIIZE jadi korban penyebaran informasi pribadi, Yangyang WayV harus duduk dekat sasaeng yang membeli kursi pesawat sebelahnya, dan Haechan NCT harus berfoto dengan pose hati dekat salah satu sasaeng ternama.
Menurut fans, SM Entertainment seakan memfasilitasi para sasaeng yang rela menghabiskan begitu banyak uang untuk album, lalu seolah diberi “hadiah” berupa kesempatan menguntit, membuntuti, bahkan menerobos ruang pribadi sang idol tanpa konsekuensi.
Fans setuju bahwa setiap fandom sudah muak dengan janji kosong dan pengalihan isu, jadi SM Entertainment perlu melakukan lebih dari sekadar klarifikasi dan pernyataan PR. SM Protect Your Artists!
Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!





Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.