Dokumenter Konser JHope BTS akan Tayang di Israel, HYBE Picu Kemarahan Karena Diduga Menipu ARMY

Tuduhan Penipuan Membanjiri HYBE Setelah Terungkapnya Pemutaran Konser J Hope di Israel, Meski Awalnya Tidak Tercantum
KPOPCHART.NET - Agensi hiburan raksasa Korea Selatan, HYBE, kembali menghadapi badai kritik pedas dari sebagian besar penggemar BTS (ARMY) terkait penayangan dokumenter konser solo JHope BTS, HOPE ON THE STREET.
Kontroversi ini bermula dari dugaan upaya HYBE untuk menyembunyikan informasi mengenai pemutaran film tersebut di Israel, yang kemudian terungkap dan memicu kemarahan besar di kalangan penggemar.
Pada tanggal 9 Mei, melalui kanal media sosial resmi BTS, HYBE mengumumkan jadwal penayangan langsung konser JHope di bioskop-bioskop terpilih di berbagai negara pada tanggal 31 Mei mendatang. Pengumuman tersebut disertai tautan ke situs web pemesanan tiket yang memuat daftar lengkap negara dan kota yang akan menayangkan acara spesial ini.
Awalnya, banyak ARMY menyambut gembira pengumuman ini, karena Israel tidak termasuk dalam daftar negara yang tertera di situs web pemesanan tiket resmi.
Hal ini disambut positif oleh sebagian besar ARMY, terutama mereka yang aktif dalam kampanye lintas fandom yang mendesak HYBE untuk memutuskan segala bentuk hubungan dengan entitas yang dianggap mendukung Zionisme. Keputusan awal ini dianggap sebagai langkah maju yang signifikan, terutama setelah sebelumnya dokumenter solo RM BTS juga tidak ditayangkan di Israel.
Namun, harapan dan rasa lega para penggemar dengan cepat berubah menjadi kekecewaan dan amarah. Beberapa ARMY yang memiliki ketelitian tinggi memutuskan untuk melakukan pengecekan lebih lanjut melalui situs web jaringan bioskop terkemuka di Israel.
Hasilnya sangat mengejutkan dan mengecewakan, dokumenter konser JHope ternyata terjadwal untuk ditayangkan di bioskop-bioskop di Israel.
Penemuan ini bagai petir di siang bolong bagi sebagian besar ARMY. Mereka merasa dikhianati dan ditipu oleh HYBE. Upaya yang diduga sebagai penyembunyian informasi ini dianggap jauh lebih buruk daripada jika HYBE secara transparan mencantumkan Israel sejak awal. Para penggemar merasa bahwa agensi tidak menghargai sentimen dan keprihatinan mereka terkait isu geopolitik yang sensitif ini.
Baca Juga: AOEN Boy Group JPop Asuhan HYBE, Siap Debut pada Juni Mendatang dengan Single Perdana The Blue Sun
Reaksi keras dan komentar-komentar bernada kekecewaan membanjiri berbagai platform media sosial. Para penggemar tidak hanya merasa marah karena konser tersebut tetap ditayangkan di Israel, tetapi juga karena dugaan upaya HYBE untuk menyembunyikan informasi ini dari mereka.
"Para pembunuh itu membanggakan diri tentang konser JHope yang ditayangkan di negara apartheid mereka. Kami juga akan sombong, HYBE tidak menghargai kami jika mereka tidak keberatan membiayai genosida."
"Jadwal palsu! Film tersebut tampaknya akan ditayangkan di sana meskipun HYBE mencoba menyembunyikannya di situs web untuk menghindari reaksi keras sungguh menyedihkan."
"Ini lebih buruk daripada sekadar mencantumkannya secara terang-terangan!"
"Jadi kritikan itu jelas berdampak pada mereka, tapi karena enggan mengubah kebijakan dan khawatir mengecewakan pihak yang berkepentingan, mereka justru memilih untuk MENYEMBUNYIKAN informasi penting dari penggemar?"
Baca Juga: BigHit Gak Kasih Kendor! JHope Bakal Rilis Hope On The Stage Di CGV, Catat Tanggalnya!
Terungkapnya informasi ini semakin memperkuat seruan bagi HYBE untuk memutuskan hubungan dengan entitas yang dianggap mendukung Zionisme, sejalan dengan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) yang aktif di kalangan ARMY yang pro-Palestina.
Para penggemar ini merasa bahwa tindakan HYBE menunjukkan ketidakpedulian terhadap isu kemanusiaan dan memilih keuntungan di atas prinsip moral.
Mereka berpendapat bahwa transparansi dan akuntabilitas seharusnya menjadi prioritas HYBE dalam berinteraksi dengan penggemar global mereka yang memiliki beragam latar belakang dan pandangan. Dugaan upaya penipuan ini justru semakin mengikis kepercayaan penggemar terhadap agensi.
Hingga saat ini, HYBE belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi yang semakin memanas ini. Para penggemar, khususnya mereka yang merasa dikecewakan, menantikan respons dan klarifikasi dari agensi. Langkah-langkah yang akan diambil HYBE dalam menanggapi kemarahan ARMY ini akan sangat menentukan bagaimana krisis kepercayaan ini akan diselesaikan.
Kontroversi ini menjadi pengingat penting bagi HYBE dan agensi hiburan lainnya tentang pentingnya mendengarkan suara penggemar, terutama terkait isu-isu sosial dan politik yang sensitif. Ketidaktransparanan dan upaya menyembunyikan informasi dapat berakibat fatal bagi citra dan loyalitas penggemar.
Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.