← Kembali ke Blog
Day6DAY6 3RD WORLD TOUR FOREVER YOUNG in JAKARTAMyDay

Terjadi Perbedaan Tafsir Antara Myday Korea dan Indonesia, Kendala Bahasa atau Perbedaan Budaya?

Wisye Ananda Patma Ariani · May 6, 2025
Terjadi Perbedaan Tafsir Antara Myday Korea dan Indonesia, Kendala Bahasa atau Perbedaan Budaya?

Adanya Perbedaan Pendapat Antara Fans Dua Negara Ini Mengenai Cara Menyampaikan Protes pada Konser Day6, Apakah penyebabnya?


KPOPCHART.NET - Konser Day6 di Indonesia sudah selesai diselenggarakan pada 3 Mei 2025 di Gelora Bung Karno Madya Stadium dengan tajuk DAY6 3RD WORLD TOUR in JAKARTA

Konser kali ini tidak hanya menyita waktu untuk para fans, namun juga merugikan mental dan juga fisik bagi yang mengikutinya. Dimulai dari ticketing yang bermasalah hingga hari H konser dilaksanakan. 

Segala cara telah Myday ungkapkan untuk bentuk protes dan evaluasi, namun tidak ada tanggapan serius dari pihak promotor. Hingga mengharuskan Myday meminta bantuan kepada pihak pemerintah dan agensi sang artis. 

Baca Juga: Formasi Lengkap Kembali! MONSTA X Rayakan 10 Tahun Debut dengan Album Spesial NOW PROJECT vol.1

Namun, sepertinya hal ini pun tidak menjadi jalan keluar terbaik yang bisa memuaskan fans, kemudian dipilihlah cara terakhir dengan harapan bahwa keadaan konser dalam keadaan tidak baik-baik saja, yaitu melalui Day6, artis kesayangan mereka. 

Hari dimana konser seharusnya bisa menciptakan kebahagiaan, justru menjadi tempat fans mencurahkan kekecewaan mereka kepada promotor. Tidak sedikit fans meneriakkan “Ganti Promotornya’ untuk meluapkan kemarahan mereka. 

Awalnya, Day6 berpikir bahwa karena delay waktu akibat hujanlah yang menyebabkan fans ramai. Namun, banyaknya beberapa hal janggal selama acara mereka, akhirnya Day6 mengetahui masalah yang dihadapi oleh Myday. 

Fansnya tidak meneriakkan Day6 untuk mundur, namun meneriakkan promotornya untuk mundur. 

Baca Juga: JinJin ASTRO Curi Perhatian Lewat Musikal Dream High, Tampil Total Perankan Song Sam Dong

Kekecewaan fans mulai dirasakan anggota Day6 dan sebagai bentuk penyesalan, seluruh anggota membungkuk meminta maaf atas ketidaknyamanan fans yang hadir di konser. 

Fans tidak meminta artis mereka yang melakukannya, melainkan promotor yang melakukannya. Fans tidak meminta artis mereka memahami permasalahan mereka, jikalau promotor berhasil menyelesaikan tuntutan Myday. 

Namun, tuntutan dan sorakan Myday Indonesia, yang bertujuan untuk memberitahu Day6, nampaknya mendapatkan respon yang berbeda dari Myday Korea dan Knetz

Menurut mereka, Myday Indonesia menjadikan Day6 sebagai pelampiasan amarah terhadap promotor yang membawa sang artis. Banyak yang menyayangkan cara protes tidak wajar yang dilakukan oleh penonton. 

Baca Juga: Like a Boss! S.Coups SEVENTEEN Tampil Percaya Diri di Met Gala 2025 dengan Outfit Eksklusif dari BOSS yang Dirancang Khusus Hanya Untuknya

Padahal, jika diruntut, Myday Indonesia telah melakukan segala cara sesuai prosedurnya, namun hasilnya tetap tidak memuaskan. 

  • Mecimapro (selaku promotor)
  • Lembaga Bantuan Konsumen Indonesia (YLKI)
  • Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN)
  • Pihak yang menangani konser Day6 di SEA (BNJ)
  • Agensi sang artis melalui mass email dan protest truck (JYP Entertainment)
  • Kedutaan Korea (fans K-Myday)

Menurut salah satu pendapat warga X, sebenarnya cara yang dilakukan oleh Myday Indonesia, merupakan cara yang asing oleh warga Korea sendiri. 

Pasalnya, sistem di Korea bersifat Hirarki. Melaporkan langsung kepada sang artis atau saat di lokasi kejadian, bukanlah budaya warga Korea Selatan. 

Bahkan hanya untuk sekedar berpindah kursi yang tidak sesuai di teater musikal, sang penonton harus melaporkan kepada manajemen melalui customer service tempat membeli tiket untuk mendapatkan kompensasinya. 

Bila tidak mendapatkan respon dari manajemen artis tersebut, fans bisa melaporkan ke perlindungan konsumen atas keluhannya dan diproses dengan jelas serta berjenjang. 

Baca Juga: Waktunya IDIT Bersinar! K.Will Yakin Grup Baru Starship Ini Punya Potensi Saingi MONSTA X

Disinilah adanya perbedaan hukum serta budaya kedua negara tersebut. Indonesia sendiri belum memiliki prosedur yang jelas, hukum yang bergerak apabila sudah ramai, dan gerakan boikot dengan kekuatan berbeda. 

Di Korea, apabila ada salah satu pihak acara di boikot, maka seluruh fans kompak melakukan boikot, meskipun artis yang dibawakannya adalah artis terkenal. Gerakan boikot mereka terbilang sangat kuat, dan berbeda dengan Indonesia. 

Selain itu, fans dominan menyuarakan protes dengan Bahasa Inggris dengan tujuan seluruh dunia bisa mengetahui apa yang terjadi sejak awal penjualan tiket. 

Sedangkan di Korea, tidak semua warganya mampu memahami Bahasa Inggris, sehingga kendala bahasa menjadi kesenjangan komunikasi antara fans dua negara ini. 

Baca Juga: Hadiahnya Gak Kaleng-Kaleng! HyunA Pamer Hadiah Spesial Pemberian dari Sang Suami Yong Junhyung

Meskipun budaya ini ditolak di Korea, namun beberapa fans internasional memahami perasaan Myday Indo dan alasan seluruh penonton mengutarakan kepada sang artis. 

Melalui akun media sosial weibo, seorang fans china meluruskan bahwasanya seluruh fans berteriak di lokasi konser karena menuntut keadilan pihak promotor karena fans tersebut memang ada di lokasi konser dan paham dengan situasi yang terjadi. 

Sebenarnya, memberi tahu langsung kepada sang artis merupakan cara terakhir untuk memberitahu sang idola mengenai kegelisahan fans karena kegagalan prosedur protes yang tidak memuaskan. 

Namun sayangnya, tidak semua orang paham atas alasan di balik pemilihan cara ini dan justru menjadi peluru kepada fans yang memperjuangkan hak mereka. 

Ingin baca berita Kpop Chart lebih mudah dan nyaman? klik di sini untuk pengguna android dan iOS!

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan