← Kembali ke Blog
PemakzulanRezim kudetaKorean Film ArchiveYoon Suk Yeol

Rezim Kudeta Diduga Tanam Kader di Dunia Perfilman, Insan Film Lontarkan Peringatan

Risma Evrylianti · April 18, 2025
Rezim Kudeta Diduga Tanam Kader di Dunia Perfilman, Insan Film Lontarkan Peringatan

Insan film Korea protes dugaan rezim kudeta tanam kader di lembaga perfilman jelang pergantian pemerintahan


KPOPCHART.NET - Dunia perfilman Korea Selatan tengah bergolak setelah muncul dugaan bahwa rezim yang dianggap sebagai pelaku kudeta berupaya menanamkan kader-kadernya di lembaga-lembaga perfilman nasional.

Isu ini mencuat saat pemerintah mengumumkan pembukaan seleksi untuk posisi Direktur Korean Film Archive (KFA), hanya beberapa minggu sebelum pelantikan pemerintahan baru pasca-pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol. 

Langkah ini dianggap sebagai upaya alih kuasa tersembunyi oleh pihak-pihak yang berafiliasi dengan kekuasaan lama.

Baca Juga: Pemecatan Presiden Yoon Suk Yeol Timbulkan Reaksi dari Para Selebriti di Media Sosial

Aliansi Pekerja Film Korea, sebuah kelompok yang terdiri dari sineas dan profesional film, dengan tegas menolak proses rekrutmen tersebut.

Mereka menilai, di tengah kondisi demokrasi yang belum pulih dan pemerintahan yang sedang transisi, upaya penunjukan pejabat tinggi di lembaga film adalah langkah tidak etis.

Kelompok ini mendesak agar proses seleksi dihentikan hingga pemerintahan baru terbentuk dan sistem demokratis kembali berjalan normal.

Baca Juga: Idol Populer dari Grup Gen 4 Ini Unggah Foto yang Merujuk ke Isu Yoon Suk Yeol! Netizen Langsung Beri Reaksi

Kontroversi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pemerintah juga mengganti beberapa anggota dewan dan komite film, termasuk mereka yang dianggap tidak memiliki latar belakang maupun kredibilitas dalam industri film. 

Banyak pihak menilai penunjukan tersebut lebih bernuansa politis ketimbang profesional, yang dikhawatirkan akan merusak integritas dan independensi lembaga perfilman Korea Selatan.

Situasi makin memanas setelah Menteri Kebudayaan Yu In Chon dikritik karena dianggap terlibat dalam peristiwa darurat nasional 3 Desember yang disebut-sebut sebagai kudeta konstitusional. 

Baca Juga: Resmi Dimakzulkan, Yoon Suk Yeol Minta Maaf: Merupakan Kehormatan Bisa Melayani Negara

Ia juga dituduh melakukan intervensi terhadap institusi pendidikan seni serta menutup kampus atas perintah politik.

Dunia perfilman kini menuntut pengungkapan penuh atas keterlibatan Yu dan pihak-pihak terkait dalam peristiwa tersebut.

Melalui pernyataan resmi, insan film Korea menyerukan agar lembaga perfilman tidak dijadikan alat kekuasaan dan politik.

Baca Juga: Lee Dong Wook Kirim Pesan yang Ditujukan untuk Pelengseran Yoon Suk Yeol? Netizen Beri Tanggapan Ini

Mereka menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga budaya demi kelangsungan ekosistem perfilman yang sehat dan demokratis. 

Tuntutan mereka jelas: hentikan segala bentuk intervensi politik, dan biarkan dunia seni dikelola oleh mereka yang benar-benar memahami dan mencintainya.

Sumber: Kpopchart (Promedia RSS)

Komentar

Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.

Akun komentator

Rekomendasi

Temukan