Dress Jadi Otak di Balik Lagu Mark NCT, Termasuk 1999, Apa yang Bikin Lagu Ini Jadi Sorotan di The First Fruit

Kolaborasi Mark NCT dan Dress di album The First Fruit hadirkan eksplorasi emosional dan warna baru K-pop yang jarang ditemukan penggemar.
KPOPCHART.NET – NCT Mark resmi merilis album solo pertamanya The First Fruit pada Minggu (07/04).Album ini terdiri dari delapan lagu, dan menariknya, seluruh lagu tersebut diproduksi bersama produser kenamaan, Dress.
Lagu utama bertajuk "1999" langsung menarik perhatian karena warna musiknya yang unik dan eksploratif.
Dress dikenal sebagai produser dengan sentuhan eksperimental, yang sering memadukan aransemen tak biasa dalam karya-karyanya.
Baca Juga: Tak Sekadar Rilis Album, MARK NCT Curi Perhatian Lewat Strategi Promosi Unik
Namanya melejit lewat proyek seperti Show Me the Money 5 dan High School Rapper, serta kolaborasi dengan Kid Milli, BIG Naughty, dan Baekhyun.
Penggemar K-Pop menyebutnya sebagai “produser jenius” karena mampu menciptakan ketukan dan melodi yang tak terduga tapi tetap adiktif.
Kini, giliran Mark NCT yang merasakan sentuhan musik khas Dress dalam proyek solonya.
Lagu "1999" menyuguhkan nuansa ceria lewat perpaduan orkestrasi megah, gitar funky, sesi brass, dan peluit yang catchy.
Mark tampil begitu luwes, berpindah antara rap yang tajam dan falsetto lembut yang mengalir mulus.
Kolaborasi ini terasa segar dan tidak mengikuti formula K-Pop mainstream, membuatnya langsung jadi topik pembicaraan.
Tapi “1999” bukan satu-satunya karya yang melibatkan Dress di dalam album ini.Produser ini juga terlibat dalam tujuh lagu lainnya yang tak kalah menarik dari sisi produksi.
Beberapa judul seperti "Righteous", "Fraktsitya (Feat. Lee Young-ji)", dan "Watching TV (Feat. Crush)" memperlihatkan sisi eksperimental yang kuat.
Sementara lagu seperti "Loser", "200", "Journey Mercies", dan "Too Much" menunjukkan keberanian Mark mengeksplorasi emosi personal lewat musik.
Baca Juga: Debut Solo Mark NCT Perjalanan Hip Hop New York dalam Album Pertamanya, The Firstfruit!
Dress bukan hanya bertindak sebagai produser, tapi juga menulis lirik, menggubah, hingga mengaransemen secara penuh.Kehadiran Dress memberikan nuansa konsisten namun tetap dinamis di sepanjang The First Fruit.
Setiap lagu punya warna berbeda, tapi tetap terikat dalam benang merah identitas musikal Mark.The First Fruit menjadi debut solo yang tidak hanya emosional, tapi juga matang secara produksi.
Mark dan Dress membuktikan bahwa chemistry antara penyanyi dan produser bisa melahirkan karya yang jujur dan kuat.
Penggemar pun memberikan respons positif terhadap konsep dan suara yang ditawarkan dalam album ini.Album ini kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
Namun satu hal menarik dari kolaborasi ini apakah lagu seperti "1999" hanya awal dari eksplorasi musik Mark yang lebih dalam?
Atau justru Dress menyimpan warna baru lain yang belum kita dengar?The First Fruit memang sudah dirilis, tapi kemungkinan terbesar justru ada di langkah berikutnya.Dan siapa tahu, lagu berikutnya yang paling mengejutkan belum dirilis.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.