Pemerintah Korea Selatan Siapkan Rencana Restorasi Pasca Tragedi Kebakaran Terbesar dalam Sejarah

Pemerintah Korea Selatan fokus pada restorasi bidang agrikultur hingga pencegahan bencana kebakaran lagi.
KPOPCHART.NET - Pemerintah Korea Selatan mulai berbenah usai kebakaran hebat di Provinsi Gyeongsang padam.
Sejak 21 Maret 2025, Korea Selatan bergelut dengan kebakaran besar yang bermula dari wilayah Uiseong, Gyeongsang.
Melansir Dari Yonhap, hingga Senin (31/3), kebakaran terbesar dalam sejarah Korea Selatan itu telah merenggut hampir 30 nyawa.
Baca Juga: Seruan Pemakzulan Kian Kuat: Lee Seung Hwan Desak Mahkamah Konstitusi Bertindak Tegas
Sementara itu, kerusakan tidak hanya mencakup lebih dari 3.500 hunian penduduk yang menjadi abu tetapi juga bangun bersejarah berusia ratusan tahun.
Kawasan industri perikanan di pantai timur Korea pun tak luput menjadi korban kebakaran.
Pasokan listrik dan air bersih di lebih dari 40 area di Provinsi Gyeongsang pun terputus akibat bencana ini.
Hampir 35 ribu penduduk terdampak kebakaran telah dievakuasi tetapi sekitar 3.000 jiwa tidak bisa kembali ke rumah mereka yang hangus terbakar.
Baca Juga: Pekerja Peringatkan Runtuhnya Tanah Sebulan Sebelum Tragedi Sinkhole Maut di Seoul, Namun Diabaikan
Besarnya dampak kebakaran ini membuat pemerintah Korea Selatan segera mengambil langkah cepat tanggap.
Pusat penanganan bencana setempat telah bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari paramedis hingga petugas pajak untuk menangani program restorasi pasca kebakaran.
Salah satu fokus utama tim restorasi adalah memastikan bahwa musim tanam yang akan segera tiba tidak terganggu karena kurangnya pasokan bibit dan mesin.
Baca Juga: JYP Sumbang 500 Juta Won dan SM Sumbang 300 Juta Won: K-Pop Bantu Pemulihan Dampak Kebakaran Hutan
Begitu juga dengan shelter pengungsian yang akan dibangun dengan lebih layak terutama untuk lansia.
Pemerintah juga akan segera melakukan perbaikan jaringan listrik, air, telepon, dan komunikasi di wilayah terdampak.
Tak lupa, otoritas terkait akan diterjunkan untuk mencegah dan memitigasi terulangnya kebakaran di bulan April nanti.
Terutama terkait festival Hansik yang mana warga mengunjungi makam leluhur di gunung yang terkadang diikuti dengan membakar kertas.
"Kami akan fokus dengan memprioritaskan kebijakan untuk membantu korban bencana agar segera kembali pulih," ujar Lee Han Kyung, perwakilan badan penanganan bencana Korea, dilansir dari Yonhap.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.