Makin banyak Agensi yang Mendebutkan Idol Kpop dari Asia Tenggara, Apa yang Mendorong Tren ini?

Seiring pengaruh kawasan pada industri Korea, semakin banyak idola dari Asia Tenggara yang memasuki kancah Kpop.
KPOPCHART.NET - Seiring pengaruh kawasan pada industri K-pop berkembang, semakin banyak idola dari Asia Tenggara yang memasuki kancah K-pop.
Evolusi K-pop selalu dibentuk oleh penontonnya. Di tahun 2010, agensi Korea berlomba-lomba mendebutkan idola dari China dan Jepang. Saat ini, Asia Tenggara telah menjadi target agensi untuk mencari talenta baru.
Setelah didominasi oleh idola Thailand, kini berkembang ketika agensi memanfaatkan Indonesia, Vietnam, dan Filipina, karena pengaruh yang luar biasa dari wilayah tersebut.
Bukan hanya tentang bakat, tetapi juga angka. Dengan jutaan penggemar yang terlibat, ekosistem digital yang booming dan ekonomi yang meningkat, Asia Tenggara mendorong gelombang ekspansi K-pop berikutnya.
Baca Juga: Selesai Wamil Langsung Pemotretan Majalah, Benarkah Kai EXO Merasa Gugup? Begini Jawabannya
Industri tidak hanya menyambut idola Asia Tenggara, industri ini menyadari bahwa mereka bisa menjadi penting bagi pertumbuhan global K-pop yang berkelanjutan.
Kekuatan media sosial Asia Tenggara
Asia Tenggara mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat, dengan peningkatan stabil dalam produk domestik bruto gabungan sebesar 4 hingga 5 persen per tahunnya.
Seiring konektivitas digital, kekuatan ekonomi telah memposisikan sebagai pendorong utama ekspansi global K-pop.
Keterlibatan dengan K-pop di media sosial Asia Tenggara melampaui rata-rata global. Beberapa platform seperti TikTok khususnya, memainkan peran penting dalam pemicu tren.
Ketika sesuatu viral di platform tersebut di Asia Tenggara, maka itu akan menyebar ke luar Asia.
Seperti contohnya, sebuah band indie Korea Wave to Earth yang awalnya diabaikan di Korea, tetapi setelah viral di Thailand, kini mereka bisa melakukan tur dunia, bahkan memiliki banyak pengikut Spotify.
Agensi K-pop yang bergantung pada analisis data sangat menyadari tren ini.
Laporan tahunan di TikTok, menganalisis lagu dan artis paling dicintai di platform, menunjukkan bahwa pada 2023, 5 dari 10 artis global paling populer di TikTok adalah K-pop (Blackpink, BTS, Enhypen, Le Sserafim, dan NewJeans).
Tren ini menjadi lebih jelas tahun lalu, dengan K-pop meraih 7 dari 10 posisi teratas.
Baca Juga: TR Entertainment Bangkrut Setelah Kepergian Shinsadong Tiger, TRIBE dan Artis Lain Terancam
Sebuah studi oleh TikTok dan perusahaan riset pasar Kantar pada 2024 menemukan bahwa pengguna TikTok di Indonesia, Thailand, dan Vietnam menghabiskan secara signifikan lebih banyak untuk budaya Korea daripada pengguna non-TikTok.
Thailand telah terbukti menghasilkan beberapa idola K-pop, yang dipimpin oleh kesuksesan Lisa Blackpink.
Sejak debutnya di YG Entertainment tahun 2016, Lisa telah menjadi salah satu tokoh berpengaruh di K-pop, bahkan diakui oleh Guinness World Record sebagai artis K-pop yang paling banyak diikuti di Instagram dengan 105 juta pengikut.
Dia juga membuat sejarah sebagai penyanyi K-pop pertama yang tampil di Academy Awards pada 2 Maret, memperkuat statusnya sebagai ikon global.
Kesuksesan Lisa menginspirasi gelombang peserta trainee dari Thailand.
Ini berlanjut dengan adanya dua idola yang debut di agensi yang sama, Chiquita dan Pharita yang debut di Baby Monster.
Ada pula idola K-pop Thailand lainnya, yaitu Natty dari Kiss of Life (S2 Entertainment), Minnie dari (G)I-dle (Cube Entertainment), Ten dari NCT (SM Entertainment).
Indonesia meningkatkan kekuatan K-pop. Pada bulan lalu, SM Entertainment berhasil mendebutkan anggota dari Indonesia, Carmen sebagai member Hearts2Hearts. Trainee pertama dari Indonesia yang debut di salah satu agensi besar Korea.
Beberapa orang berspekulasi masuknya Carmen adalah langkah strategis memasuki pasar Indonesia.
SM Entertainment membantah hal tersebut, mereka bukan menargetkan Indonesia, mereka memilik Carmen karena kemampuan vokal yang cocok dengan suara grup.
Potensi Indonesia sebagai pasar K-pop tidak dapat disangkal. Dengan sekitar 270 juta orang penduduk, sebagai negara terpadat keempat di dunia, dengan sepertiga berusia 10 dan 29, menciptakan permintaan yang kuat untuk konten K-pop.
Jakarta telah menjadi perhentian utama untuk tur dunia K-pop, bersama dengan Bangkok, namun Indonesia menghasilkan idola K-pop yang relatif sedikit dibandingkan Thailand.
Debutnya Carmen mengikuti idola Indonesia Dita dari Secret Number, Kim dari VVUP, Zayyan dari Xodiac, dan Via dari Beauty Box.
Indonesia menempati peringkat ketiga dalam impor musik Korea tahun lalu, setelah Jepang dan Taiwan.
Baca Juga: Termasuk BEBE, STAYC Rayakan Comeback Single Album ke 5 dengan Bawakan 16 Lagu Hits di Killing Voice
Menurut Luminate dalam laporan musik akhir tahun 2024 yang diterbitkan pada Januari, mencerminkan permintaan kuat Indonesia untuk K-pop.
Idola K-pop Vietnam dan Filipina juga menjadi terobosan. Idola dari Vietnam yang paling menonjol adalah Hanni dari NewJeans. Hanbin dari Tempest dan Kien dari ARrC adalah salah satu idola pria K-pop pertama dari Vietnam.
Filipina juga memperoleh perwakilan, dengan grup UNIS yang memulai debutnya Elisia dan Gehlee. Popularitasnya menyebabkan penjualan tiket di Manila dan Cebu terjual habis pada Oktober 2024.***






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.