San ATEEZ x Dolce Gabbana di ELLE Korea: Pesona Tak Terbantahkan dan Kisah Perjalanan Kariernya!

San ATEEZ berbagi pengalaman dari tur Eropa, refleksi karier, dan filosofi hidupnya yang penuh makna.
KPOPCHART.NET - San dari ATEEZ baru aja menyelesaikan tur Eropa TOWARDS THE LIGHT: WILL TO POWER, dan dia berbagi perasaannya tentang pengalaman ini.
“Tur ini luar biasa! Rasanya aku terus berkembang di setiap kesempatan. Aku dan para member selalu menganggap setiap momen di atas panggung bersama ATINY sebagai sesuatu yang berharga,” ungkapnya dengan penuh antusiasme.
Saat ditanya tentang penampilan favoritnya selama promosi mini album ke-11, "GOLDEN HOUR: Part.2", San langsung menyebut "Ice On My Teeth".
Baca Juga: Netizen Tak Sabar! Dokumenter ATEEZ, DAY6, dan G-Dragon Siap Hentak CGV di 2025
“Lewat lagu ini, aku menemukan banyak hal tentang diriku sendiri. Aku jadi tahu apa yang cocok denganku dan apa yang bisa aku lakukan dengan baik. Konsep lagu ini benar-benar nyambung sama karakterku. Aku punya sisi yang cukup rasional dan ‘dingin’, jadi aku merasa nyaman banget saat membawakannya,” jelasnya.
Sebagai idol yang sudah berkarier selama delapan tahun, San juga berbicara tentang prinsip yang selalu ia pegang.
“Yang paling penting adalah tetap menjaga semangat awal. Aku mencintai pekerjaanku dan selalu berusaha untuk peduli dengan orang-orang di sekitarku. Untuk tetap berpegang pada prinsip ini, aku harus selalu mengingat kenapa aku memulai perjalanan ini dan terus melakukan yang terbaik,” ujarnya penuh tekad.
San juga kembali menyinggung ucapannya saat menerima penghargaan K-pop Icon Award di ELLE Style Awards tahun lalu, di mana dia mengatakan ingin menjadi seseorang yang ‘beraroma manusiawi’.
“Sempat terpikir untuk menyampaikan sesuatu dengan singkat dan to the point, tapi aku sadar bahwa yang lebih penting adalah berbicara dengan tulus dan menyampaikan rasa terima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukungku,” katanya.
Ketika ditanya tentang tipe pribadi yang ingin ia bentuk, San berbagi makna mendalam di balik namanya.
“Ayahku memberi nama ini dengan harapan aku bisa seperti gunung yang kokoh. Bagi sebagian orang, aku bisa menjadi tempat perlindungan yang nyaman, tapi bagi yang lain, aku bisa menjadi tantangan yang sulit ditaklukkan. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa merangkul semuanya, memberikan tempat istirahat bagi mereka yang terus berjuang,” tutupnya dengan penuh makna.




Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.