Institut Nasional Biologi Honam Hasilkan Penemuan Berbasis AI dalam Ekstraksi Senyawa Alami untuk Pengobatan Infeksi yang Kebal Antibiotik

Anemon laut dari Pulau Jeju menghasilkan peptida antimikroba mampu melawan pertahanan bakteri penyebab infeksi luka dan penyakit paru-paru
KPOPCHART.NET - Dilansir melalui English News 1 dan web Press Release hnibr.re.kr, Honam National Institute of Biological Resources atau Institut Nasional Biologi Honam yang terletak di Mokpo, Korea Selatan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup mengumumkan pada Selasa (4/3) telah mengembangkan sebuah peptida antimikroba yang efetif mengobati luka dan penyakit paru-paru menggunakan anemon laut asli bernama Halcurias carlgreni yang sebagian besar ditemukan di perairan lepas Pulau Jeju.
Peptida antimikroba adalah golongan peptida yang memiliki sifat antibakteri dan berfungsi sebagai efek penghambatan terhadap bakteri, jamur, parasit, dan virus.
Peptida ini dihasilkan melalui zat alami Halcurias carlgreni yang diekstrak sehingga menunjukkan efek antiobiotik yang kuat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa yang menyebabkan penyakit infeksi kulit, pneumonia, dan sepsis.
Baca Juga: Ludes! Day6 Kembali Berhasil Mencetak Prestasi Baru Dan Akan Bersiap Untuk Melakukan Hal Ini!
Halcurias carlgreni yang disebut juga "Marine Glowfish" tumbuh di zona iklim tropis. Anemon langka ini juga tumbuh di perairan dalam dekat terumbu karang subtropis Jepang. Anemon ini bukanlah ikan, anemon ini dapat bercahaya jika di bawah pencahayaan aktinik sehingga bersinar hijau cemerlang dengan sendirinya.
Pseudomanas aerigunosa adalah bakteri gram negatif aerob obligat singkatnya bakteri ini lebih tahan terhadap antiobiotik yang bertahan hidup serta berkembang biak membutuhkan oksigen dan hanya dapat hidup di lingkungan tertentu.
Hasil pengujian ditemukan bahwa peptida tersebut mengurangi area terluka sebanyak 82% dan membantu meregenerasi kolagen dan pembuluh darah. Sedangkan pada pengujian penyakit paru-paru, hasil menunjukkan peptida yang diekstrak tersebut menghambat bacillus pyocyaneus hingga 81% dalam hal mengurangi kerusakan dan melindungi jaringan yang menunjukkan efek serupa ketika menggunakan antibiotik konvensional.
Baca Juga: Konser Ke-7 SHINee Segera Dilaksanakan pada Tahun Ini, Apakah Taemin akan Turut Berpartisipasi?
Dengan melakukan penemuan menggunakan AI, tim peneliti gabungan dari College of Pharmacy Chonnam National University, Korea Food Research Institute, dan Insilicogen
menganalisis sekitar 28.000 sekuens protein dan berkat teknologi AI, para peneliti dengan cepat menemukan 11 kandidat fungsional untuk zat antibakteri.
Pengembangan peptida akan terus dikembangkan melalui percobaan terhadap subjek kandidat penelitian zat antimikroba dan mengajukan paten pada bulan Januari.
Antibiotik peptida ini terdiri dari 23 asam amino sehingga membuatnya sederhana, mudah disintesis dan diproduksi secara ekonomis.
Baca Juga: Bong Joon Ho Menjadi Sutradara Korea Pertama yang Catatkan Prestasi ini Lewat Film Mickey 17
Peptida ini memiliki toksisitas dan risiko efek samping yang lebih rendan jika dibandingkan dengan antibiotik konvensional, membuat hal ini semakin memberikan potensi yang tinggi untuk produksi dan aplikasi komersial sebagai antiobiotik alami atau pengobatan alternatif untuk penyakit yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa yang dianggap sulit diobati.
Direktur Departemen Industrialisasi Biologi dan Pusat Penelitian Lanjutan untuk Biomaterial Satwa Liar Pulau di Institut Honam, Choi Kyung Min mengatakan bahwa para tim peneliti akan terus melakukan penelitian inovatif untuk membantu kesehatan manusia dan lingkungan dengan mencari potensi biologis pulau dan wilayah pesisir.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.