Dituduh Sebarkan Rumor Jahat, YouTuber Lee Jin Ho Terancam Gugatan Hukum dari Ayah Kim Sae Ron

Ayah Kim Sae Ron mengecam Lee Jin Ho atas rumor jahat yang menghancurkan keluarganya dan bertekad menempuh jalur hukum demi keadilan.
KPOPCHART.NET - Pada 16 Februari 2025, dunia hiburan Korea dikejutkan oleh kepergian aktris Kim Sae Ron di usia 25 tahun.
Dua puluh hari setelah tragedi itu, sang ayah dan keluarganya berbicara dengan Daily Sports, mengungkap penderitaan yang mereka alami akibat rumor jahat yang beredar di media dan internet.
Dengan penuh emosi, keluarga menyatakan, “Karena YouTuber Lee Jin Ho, para cyber-wrecker, dan media yang membabi buta meniru kontennya, Sae Ron menderita luar biasa. Keluarga kami juga ikut hancur, dan bahkan hingga kini, rasa sakit itu belum berakhir."
Baca Juga: Grup Baru, Prestasi Baru! BABYMONSTER dan Sentuhan Emas Yang Hyun Suk Buktikan Kehebatannya
Demi melindungi keluarganya dari serangan lebih lanjut, ayah Kim Sae Ron meminta agar anggota keluarga yang ikut dalam wawancara hanya disebut sebagai "keluarga".
Mereka menumpahkan frustrasi atas tuduhan yang menyudutkan mereka, "Orang-orang berbicara seolah-olah tahu penderitaan kami. Haruskah kami mengawasinya 24 jam sehari? Haruskah kami memaksa dia ke rumah sakit jiwa? Saya mendengar kabar buruk itu saat bekerja dan langsung berlari ke Sae Ron, tapi dia mengalami kecelakaan mobil dan langsung dibawa ke sana tanpa sempat mendapat perawatan yang layak."
Baca Juga: Dermawan, Changmin TVXQ Donasikan 50 Juta Won untuk Bantu Pendidikan Anak di Korea Selatan
Dengan kemarahan yang mendalam, ayah Kim Sae Ron mengecam Lee Jin Ho dan media online yang menyebarkan berita miring, "Apa yang mereka lakukan sungguh tak termaafkan. Mereka tidak hanya menghancurkan hidup Sae Ron, tapi juga keluarga kami. Saya tidak akan memaafkan mereka yang memelintir kenyataan demi kepentingan pribadi dengan niat sejahat itu.”
Sang ayah juga mengungkap kekhawatiran bahwa fitnah ini masih terus berlanjut dan berpotensi memberikan dampak buruk lebih besar bagi keluarganya.
Baca Juga: MR Removed Video K-Pop Sering Dijadikan Tolak Ukur Kemampuan Idol, Tapi Apakah Bisa Dipercaya?
Di YouTube Shorts dan platform lain, beredar klaim palsu bahwa Kim Sae Ron mengunjungi tempat penyimpanan abu dan membuka gucinya serta rumor bahwa keluarganya menghamburkan uangnya.
“Karena hal-hal seperti ini, anak-anak saya yang tersisa ikut dicap buruk,” ucap sang ayah.
Dengan penuh keputusasaan, sang ayah bertanya, "Apakah kami harus menjelaskan setiap hari bahwa ini semua berita palsu? Jika saya dan istri masih bisa bertahan, bagaimana dengan adik-adik Sae Ron? Bagaimana saya melindungi mereka? Apakah kami harus menjalani hidup selamanya di bawah tuduhan yang tidak benar?"
Ayah Kim Sae Ron mengaku sempat terpikir untuk menghadapi Lee Jin Ho secara langsung, tetapi mengurungkan niatnya karena takut perkataannya akan diputarbalikkan.
"Saya ingin meneleponnya, memakinya, dan mengatakan bahwa semua yang dia katakan itu bohong. Tapi saya menahan diri, karena saya tahu dia bisa memanipulasi semuanya untuk keuntungannya sendiri. Saya merasa sangat marah, tidak berdaya, dan hancur,” ungkap sang ayah.
Ayah Kim Sae Ron menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang telah merusak kehidupan keluarganya.
Ayah Kim Sae Ron menyatakan, “Saya ingin Lee Jin Ho bertanggung jawab di hadapan hukum. Tidak hanya dia, tetapi juga mereka yang membuat dan menyebarkan konten jahat, serta orang-orang yang meninggalkan komentar kebencian terhadap keluarga kami."
Sang ayah menambahkan bahwa saat ini sudah ada firma hukum yang mengumpulkan bukti untuk membawa kasus ini ke pengadilan.
"Saya yakin begitu banyak video dan artikel tidak masuk akal bermunculan karena kami belum mengambil tindakan hukum. Demi keluarga yang tersisa, saya akan maju dengan proses hukum," ujar ayah Kim Sae Ron dengan tegas.
Baca Juga: Karina aespa Jadi Perbincangan! Transformasi Tubuhnya di World Tour London Buat Netizen Heboh
Namun di balik ketegasannya, terselip kesedihan yang begitu dalam. Setelah wawancara itu, sang ayah mengirim pesan panjang kepada reporter pada tengah malam.
Dalam pesannya, tertulis:
"Aku mengirim pesan ini larut malam karena ada yang ingin kukatakan. Kau tahu, aku merasa seperti pembunuh berantai. Kami sudah mati. Orang tua mana yang bisa terus hidup setelah kehilangan anak yang dicintai? Aku bertahan hanya demi anak-anak yang tersisa, tapi pikiran gelap itu tak pernah pergi.
Istriku terus menyalahkan dirinya sendiri. Aku pun sangat tersiksa. Tolong bantu kami menyampaikan kebenaran, meskipun hanya sekali saja. Maaf, dan terima kasih."




Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.