Dampak Konflik NewJeans, 5 Organisasi Musik Korea Desak Hukum Untuk Menghentikan Tampering

Lima organisasi musik Korea Selatan desak hukum untuk menghentikan tampering, dampak dari konflik NewJeans.
KPOPCHART.NET- 5 Organisasi Musik Korea Selatan mengeluarkan pernyataan resmi karena dampak konflik NewJeans yang belum sepenuhnya selesai.
Pernyataan ini dikeluarkan karena organisasi tersebut menilai bahwa konflik antara HYBE dan Mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, bukan lagi masalah individu, tetapi menjadi ancaman bagi keberlangsungan industri K-pop.
Melansir Atstar1, lima organisasi yang ikut mengeluarkan pernyataan resmi ini, ialah Korea Management Association, Korea Entertainment Producers Association, Korea Music Label Industry Association, Korea Recording Industri Association, dan Korea Music Content Association.
Baca Juga: Resmi Pamit, Min Hee Jin Unfollow Akun Instagram ADOR dan New Jeans Serta Unggah Hal Ini!
Mereka akan mengadakan konferensi pers bertajuk "Apakah krisis K-pop dibiarkan begitu saja? usulan dari 2.200 perusahaan rekaman: tanpa produser, tidak ada K-pop!" Acara konferensi ini akan digelar di JW Marriot Hotel's Salon 1+2+3, pada 27 Februari mendatang pukul 10.30 pagi waktu setempat.
Dari pernyataan mereka, ditegaskan bahwa tampering atau upaya mengambil alih artis sebelum kontrak berakhir, harus segera mendapatkan perlindungan hukum.
Mereka juga mengkritik bagaimana opini publik digunakan sebagai alat dalam konflik ini, yang berpotensi merugikan industri secara keseluruhan.
Salah satu contoh yang disoroti adalah kehadiran Hani (NewJeans) dalam sidang parlemen tahun lalu, yang dianggap memicu regulasi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem K-pop.
Oleh karena itu, 5 organisasi ini menyerukan revisi undang-undang yang lebih komprehensif dan berbasis fakta, bukan sekedar respons terhadap kontroversi sesaat.
Mereka juga mengingatkan bahwa Kpop adalah industri yang bergantung pada popularitas publik, sehingga isu sekecil apa pun bisa berkembang menjadi regulasi yang terlalu ketat.
Baca Juga: Akan Debutkan Boy Group Baru! 3 Eksekutif HYBE Ini Dirikan RETOPIA sALOn
Jadi, jika regulasi dibuat tanpa adanya keseimbangan, makan industri K-pop justru menghadapi sebuah hambatan pertumbuhan yang lebih besar di masa depan.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya menjaga kontrak ekslusif, yang merupakan dasar dari ekosistem Kpop yang sehat.
Tanpa perlindungan hukum terhadap kontrak ini, manajemen artis bisa kehilangan stabilitas, yang berujung pada runtuhnya sistem industri secara keseluruhan.
Lima organisasi musik yang ikut mengusulkan agar tampering ini ditangan seperti kebocoran teknologi di industri semikonduktor, dengan undang-undang khusus yang mengatur dan menindak tegas pelanggarannya.
Konflik NewJeans ini diambil sebagai contoh nyata, dimana grup tersebut tetap beraktivitas dengan identitas baru meskipun kontrak mereka belum secara resmi dibatalkan.
Mereka menganggap jika hal ini terus terjadi, industri Kpop bisa kehilangan kontrol atas artis mereka, dan akhirnya jatuh ke tangan investor asing.
Organisasi musik ini meminta pemerintah dan parlemen untuk segera menyadari bahaya yang mungkin ditimbulkan dimasa depan dan tahun 2025 ini bisa menjadi tahun dimana Kpop bangkit kembali, bukan tahun dimana industri hancur karena perpecahan internal.
Bagaimana menurut pendapatmu?






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.