Air Busan dan Eastar Jet Kebakaran, Apa yang Harus Dilakukan Jika Ada Pengisian Daya Power Bank di Pesawat?

Inilah hal yang harus dilakukan jika adanya kegiatan pengisian daya power bank di pesawat pasca kebakaran pesawat Air Busan dan Eastar Jet!
KPOPCHART.NET - Kebakaran hebat yang dialami pesawat Air Busan dan Eastar Jet cukup jadi bahan pembicaraan pasca kecelakaan pesawat Jeju Air beberapa hari yang lalu.
Meski penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan, tetapi adanya pengisian daya power bank bisa menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran pesawat.
Apalagi kebakaran seperti ini juga pernah terjadi dan penyebabnya adalah karena adanya pengisian daya power bank di dalam pesawat.
Baca Juga: 7 Orang Luka Ringan atas Insiden Kebakaran Pesawat Air Busan: Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Pada bulan Juli 2024, pesawat Eastar Jet alami kebakaran kecil di dalam kabin yang berasal dari pengisian daya power bank saat terbang.
Tentunya hal ini akan jadi berakibat fatal meski penyebabnya berasal dari barang kecil yang tetapi menimbulkan adanya ledakan karena korsleting.
Air Busan sendiri sebelumnya sudah melarang adanya penyimpanan semua jenis baterai di rak penyimpanan atas dan mewajibkan penumpang untuk menyimpan power bank cukup di dalam tas penyimpanan beritsleting di bawah kursi atau di dalam saku kursi.
Baca Juga: Pernyataan Penumpang Terus Diselidiki Ungkap Penyebab Kebakaran Pesawat Air Busan di Bandara Gimhae
Bahkan maskapai penerbangan Korea Selatan biasanya melarang power bank berada di ruang kargo, seperti di bagasi terdaftar.
Para ahli telah menyarankan maskapai penerbangan untuk melacak pengisi daya power bank, misalnya dengan menyimpan daftar penumpang yang memiliki perangkat tersebut.
Seorang profesor ilmu aeronautika di Universitas Katolik Kwandong mengungkap bahwa harus ada prosedur keselamatan seperti menyimpan baterai di dekat sumber air yang dapat digunakan untuk memadamkan api.
Ia mencatat bahwa semua penumpang harus memiliki kesadaran bahwa pengisi daya power bank termasuk ke dalam potensi bahaya keselamatan yang harus dikelola dengan hati-hati.***






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.