Analisa Dokter Terkait Kematian Tragis Barbie Hsu Istri DJ Koo Jun Yeop, Jepang Enggan Rawat Orang Asing?

Komunitas medis menganalisa dua faktor utama yang diduga menjadi penyebab kematian tragis bintang drama hits Meteor Garden, Barbie Hsu.
KPOPCHART.NET – Seorang dokter menganalisa dua faktor utama terkait dengan rumah sakit Jepang yang mungkin menyebabkan kematian tragis bintang drama hits Taiwan Meteor Garden, Barbie Hsu.
Pada Rabu (03/02), Aktris Barbie Hsu meninggal dunia di usia 48 tahun karena komplikasi pneumonia akibat flu saat bepergian di Jepang selama liburan Tahun Baru Imlek bersama sang suami DJ Koo Jun Yeop.
Mengenai hal tersebut, beberapa dokter menganalisis beberapa faktor termasuk berada di luar negeri, memiliki akses terbatas ke sumber daya medis, dan tidak dirawat di rumah sakit pada waktunya dapat mempengaruhi perkembangan penyakit sang aktris.
Baca Juga: DJ KOO Dan Keluarga Mendiang Barbie Hsu Meminta Privasi di Kala Mereka Berduka
Seorang spesialis pernapasan Dr. Xu, yang berpraktik di Jepang, menunjukkan dua faktor utama terkait kejadian ini, yakni sistem tingkatan rumah sakit di Jepang dan keengganan dokter Jepang untuk merawat pasien asing.
Sementara itu, wakil direktur Yafeng Chiku Medical Aesthetics Institute turut berbagi pernyataan Dr.Xu dan mengatakan, meskipun secara spesifik perawatan medis Barbie Hsu masih belum jelas, Jepang memang memiliki sistem tingkatan rumah sakit yang ketat.
Menurutnya, rumah sakit di daerah terpencil seperti Hakone, tempat Barbie Hsu pertama kali dirawat di rumah sakit, atau Hokkaido mungkin tidak memiliki ruang gawat darurat, dokter jaga, atau unit perawatan intensif (ICU).
Kondisi tersebut memaksa pasien untuk berpindah-pindah rumah sakit, berbeda dengan di Taiwan, dimana pusat kesehatan tersedia secara luas.
Ia memberi contoh pengalamannya sendiri saat bekerja shift di rumah sakit Jepang di mana ia menjadi satu-satunya dokter penyakit dalam dan dokter gawat darurat tanpa ICU, dan hal ini biasa terjadi di Jepang, jelas wakil direktur.
Dr. Xu juga menambahkan bahwa dokter Jepang umumnya tidak tertarik untuk merawat pasien asing, selain karena biaya konsultasi medis untuk orang asing bisa mencapai tiga kali lipat, kendala bahasa juga menjadi tantangan.
Baca Juga: Barbie Hsu, Istri Dari DJ KOO Meninggal Dunia! Respon Jerry Yan Buat Pilu
Dia menjelaskan, “Kemampuan bahasa Inggris dokter Jepang umumnya lebih rendah daripada dokter Taiwan, sehingga komunikasi antara dokter dan pasien menjadi sulit.
Mengambil riwayat medis sangat penting, jadi ini bisa menjadi faktor utama dalam menunda pengobatan,” ujarnya.
Namun, ia juga menekankan bahwa kemampuan bahasa bervariasi pada setiap individu, sehingga dokter Jepang tak dapat sepenuhnya disalahkan.
Menurut laporan yang beredar, pemandu wisata yang bertanggung jawab atas rencana perjalanan Barbie Hsu mengungkapkan bahwa sang aktris mulai mengalami gejala batuk dan asma pada tanggal 29 Januari.
Malam itu, ia mengunjungi pemandian air panas di Hakone dan pergi ke rumah sakit sebanyak empat kali namun disarankan oleh rumah sakit untuk beristirahat di rumah.
Baca Juga: Beginilah Perjalanan Hubungan Asmara DJ Koo dan Mendiang Barbie Hsu. Cinta Lama Bersemi Kembali?
Pada kunjungan ketiganya, Barbie Hsu didiagnosis menderita influenza A, namun tidak ada perawatan lebih lanjut yang diberikan.
Akibatnya, komunitas medis berspekulasi bahwa keterlambatan dalam menerima perawatan yang tepat di luar negeri mungkin telah berkontribusi pada kematian Barbie Hsu.
Sang aktris juga diketahui telah ditolak untuk menjalani ECMO selama kondisi kritis.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.